![]() |
| Universitas Ahmad Dahlan Jogja. |
Hal ini disampaikan Dedi Pramono, M.Pd, Kepala Biro Akademik UAD Yogyakarta, dalam kegiatan Silaturahim Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, di gedung Pusat Dakwah Islamiyah Muhammadiyah Kota Makassar (PUSDIM), Sabtu, 22/10/2016.
Dedi Pramono, mengatakan,Tahun 2016 UAD memberikan kuota pendidikan gratis sebanyak 40 orang putra putri Muhammadiyah, dengan harapan dapat melahirkan sarjana Islami dan mampu bersaing sesuai kompetensi yang dimiliki.
"Kami memberikan beasiswa 40 orang dengan harapan dapat mengurangi pengangguran sekaligus mencetak sarjana islami," tuturnya.
Dedi menambahkan, pendidikan gratis S1 yang ditawarkan UAD kepada siswa kurang mampu diharapkan dapat tertular ke perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
"Semangat kami ini, supaya ditularkan ke seluruh Universitas Muhammadiyah di Indonesia, kan sangat dahsyat 172 perguruan tinggi Muhammadiyah, dan masing-masing mengambil 10 saja dalam tiap tahun. Maka dalam empat tahun berapa sarjana kurang mampu dapat dilahirkan Muhammadiyah," tandas Dedi.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, Drs Nurdin Massi, M.Pd, mengatakan, program beasiswa kurang mampu yang digulirkan UAD adalah langkah positif meminimalisir anak yang putus sekolah karna terkendala biaya pendidikan yang semakin melangit.
"Kami menyambut baik program tersebut, dalam waktu dekat kami akan mendeteksi siswa yang memiliki nilai akademik bagus sesuai standarisasi UAD," katanya. (Ridwan)
