Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

DWP Wajo Sosialisasi KDRT di Majauleng

DWP Wajo Sosialisasi KDRT di Majauleng
WAJO, TEKAPE.co - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wajo, Sulsel, menggelar sosialisasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan hak asuh anak, Senin 22 Mei 2017, di Aula Kantor Camat Majauleng, Wajo.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wajo, Dra Hj Andi Sumartini, yang ditemui sebelum acara berlangsung, mengatakan, sosialisasi seperti ini telah dilakukan di setiap kecamatan di Wajo, guna memberikan bekal kepada anggota dharma wanita terkait kekerasand dalam rumah tangga.

"Juga bagaimana tata cara mengasuh anak agar mereka dapat menjadi anak yang bisa diandalkan sebagai generasi penerus bangsa. Agar anak-anak tidak terjerumus obat terlarang, utamanya narkoba," ujarnya.

Ia menyebutkan, dengan sosialisasi ini, maka terjaling kembali silaturahim antara dharma wanita kecamatan dengan tingkat kabupaten. Sebab selama ini, komunikasi biasa terputus. (ambo tang)

Meski Semua tak Terlibat, Desa Tellulimpoe Wajo Optimis Juara Lomba Kebun TOGA

Meski Semua tak Terlibat, Desa Tellulimpoe Wajo Optimis Juara Lomba Kebun TOGA
Ilustrasi. 
WAJO, TEKAPE.co - Desa Tellulimpoe Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulsel, menjadi desa yang ketujuh dinilai kebun toganya, pada Lomba Taman Obat Keluaraga (TOGA) untuk tingkat kecamatan, Kamis 18 Mei 2017.

Ketua Tim Penilai Kabupaten Wajo, drg Gusna Rosnijati, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang akan keluar sebagai juara. Sebab masih ada enam kecamatan yang belum dinilai.

Kades Tellulimpoe, Baso Tuwo, usai penilaian menuturkan, mengenai masalah fisik, pihaknya optimis mampu merebut juara. "Namun kami mengakui, soal administrasi, kami belum sempurna, karena kurangnya peran aktif kecamatan dalam membina dan membenahi administrasi kami," tandasnya.

Padahal, kata dia, desanya yang mewakili Majauleng pada Lomba Kebun Toga tingkat kabupaten Wajo.

"Sebenarnya ini punya domain besar adalah Puskesmas Tosora, karena pemanfaatakan dan peran kesehatan yang juga dinilai. Juga PPL Desa Tellulimpoe, dari sektor budidayanya. Tapi kenyataannya, tidak seperti yang diharapkan," tandasnya.

Ia berharap, agar PPL dan semua pihak bisa berperan aktif dalam pembangunan desa. Sebab selama ini, tidak begitu dirasakan keterlibatannya.

"Untuk mempersiapkan lomba ini, saya harus begadang sampai subuh, untuk melakukan pembenahan dalam menghadapi lomba ini," ujarnya. (ambo tang)

Progres Capai 53 Persen, Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Passelorang di Wajo

Progres Capai 53 Persen, Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Passelorang di Wajo
WAJO, TEKAPE.co - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, Rabu 19 April 2017.

Pembangunan bendungan tersebut on progress dan sesuai yang diharapkan. Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 53 persen.

Bendungan Passeloreng sudah memasuki tahapan baru, dimana telah dilakukan pengalihan aliran Sungai Gilireng ke dua unit terowongan yang telah dibuat. Tujuan pengalihan itu agar bangunan utama bendungan sudah bisa dikerjakan.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan, saat ini waktunya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di segala pihak. Termasuk pembangunan bendungan, karena akan mendorong aktifitas ekonomi masyarakat.

"Pengalihan aliran sungai itu merupakan langkah pertama pengerjaan Bendungan Passeloreng. Pembangunan bendungan ini cukup cepat dibanding pengerjaan salah satu bendungan di daerah lain yang progresnya hanya 12 persen," kata Basuki.

Ia membeberkan, progres pembangunan Passeloreng sudah 53 persen. Jika progresnya terus seperti ini, ia optimistis bisa selesai tahun 2018, lebih cepat setahun dari target yang ditentukan.

"Tahun depan akan dibangun 49 bendungan baru di seluruh tanah air. Salah satunya adalah Bendungan Pamukkulu yang terletak di Kabupaten Takalar," ungkapnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang - Pompengan, Agus Setiawan, menjelaskan, pembangunan Bendungan Passeloreng dimulai sejak 2016 lalu, dilaksanakan secara multiyears.

Proyek ini sudah dikerjakan sekitar 1,5 tahun. Progres pembangunan hingga saat ini sudah sekitar 45 persen, dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan Bumi Karsa.

"Total anggaran pembangunan berkisar Rp 701 miliar. Sementara yang sudah terserap atau digunakan hingga saat ini sekitar Rp 300 miliar," urainya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pembangunan bendungan Passeloreng akan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Selain sebagai pengendali banjir, juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 138 juta meterkubik dengan tinggi bendungan 44,5 meter.

Saat ini, juga masih dilakukan pengusulan review RTRW terkait kawasan hutan sebagai bagian dari tahapan proses pelepasan kawasan hutan.

"Saat ini masih menunggu peninjauan tim terpadu yang berencana datang 27 April mendatang," kata Syahrul. (hms)

OPD Baru, SKPD Diminta Tertibkan Aset

OPD Baru, SKPD Diminta Tertibkan Aset
Firdaus Perkesi. 
WAJO, TEKAPE.co - Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi, mengingatkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, agar menertibkan aset.

Ini menyusul pemberlakuan Perda Kabupaten Wajo Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan  Susunan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo.

Firdaus menuturkan, pihaknya telah menyurati seluruh Kepala OPD Lingkup Pemkab Wajo, agar segera memerintahkan pengurus barang di instasinya masing-masing untuk menginventarisasi barang yang akan diserahkan disertai dengan berita acara kepada OPD yang baru terbentuk.

Berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tersebut, sejumlah OPD mengalami pemecahan dan ada pula yang mengalami penggabungan, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) dipecah menjadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Dinas Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah dipecah menjadi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Dinas Perindustrian.

Dinas Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata dipecah menjadi Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dipecah menjadi Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sementara Dinas Tata Ruang dan Pemukiman dipecah menjadi Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, dan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi dan Penataan Ruang.

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi dipecah menjadi Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik. Sedangkan Badan Perencanaan Daerah dipecah menjadi Badan Perencanaan Daerah dan Badan Penelitian dan Pengembangan.

Juga Dinas Kehutanan dan Perkebunan menjadi Dinas Perkebunan sementara Dinas Kehutanan dialihkan ke Propvinsi Sulsel. (hms)

Terus Berbenah, Dinkes Wajo Siap Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat

Terus Berbenah, Dinkes Wajo Siap Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat
Lorong Mapaccing sebagai salah satu program mewujudkan Kabupaten Sehat.
WAJO, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten Wajo, di bawah koordinator Dinas Kesehatan siap mempertahankan predikat Kabupaten Sehat dan penghargaan Swasti Saba Wistara yang diraih 2015 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dr Baso Rahmanuddin (DBR), mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan dokumen verifikasi untuk penilaian lanjutan Kabupaten Sehat.

“Kita sementara mempersiapkan dokumen verifikasi ke Provinsi dan dealine 13 April. Selanjutnya, dokumen penilaian kabupaten sehat ini kemudian dibawa ke Jakarta,” kata Baso Rahmanuddin, usai pertemuan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wajo di aula Kantor Bappeda, Sabtu 8 April 2017.

Menurutnya, penilaian kabupaten sehat menjadi tanggung jawab semua stake holder dengan sembilan tatanan yang harus dipenuhi. “2015 lalu, kita berhasil meraih predikat tertinggi dan penghargaan Swasti Saba Wistara. Tentu ini menjadi modal kita untuk mempertahankan predikat Wajo sebagai kabupaten sehat,” imbuh DBR.

Sembilan tatanan yang menjadi titik lokus penilaian Kabupaten Sehat tersebut, antara lain tatanan kawasan hutan sehat, tatanan ketahanan pangan dan gizi, tatanan kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

Selanjutnya tatanan kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat, tatanan kehidupan sosial yang sehat dan tatanan pariwisata sehat. (hms)

Sosialisasi Rencana Pembangunan Irigasi Gilireng, Ini Harapan Pemkab Wajo

Sosialisasi Rencana Pembangunan Irigasi Gilireng, Ini Harapan Pemkab Wajo
Proyek bendungan Paseloreng Giliren Wajo. 
WAJO, TEKAPE.co - Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), melakukan pertemuan konsultasi dengan masyarakat terkait pekerjaan review desain dan desain tersier dan PLB Jaringan Irigasi Gilireng (7.526 ha) untuk tahun anggaran 2017 di Aula Kantor Camat Majauleng, Senin 11 April.

Sosialisasi ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Wajo Ir Andi Maddukelleng MSi, dan dihadiri Camat Gilireng Andi Cakunu MSi, Konsultasn PT Timur Andi Mustakim, para kades, dan masyarakat empat kecamatan, yakni Gilireng, Majauleng, Sajoangin, dan Penrang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Wajo Ir Andi Maddukelleng MSi, dalam sambutannya saat membuka acara, menuturkan, rencana pembangunan irigasi Paseloreng Gilireng ini sudah direncanakan pemerintah sejak 42 tahun lalu.

Namun hingga sekarang masih tahap sosialisasi, dan masih dalam upaya pembebasan lahan untuk jalur yang dilalui irigasi.

"Rencana pembangunan Irigasi Gilireng ini, diharapkan dapat menjaga komunikasi yang baik antar semua pihak, utamanya antara pemerintah desa dan camat, agar pembangunan irigasi ini bisa dapat berjalan baik. Sehingga bisa dinikmati bersama, khususnya masyarakat petani," harapnya.

Ia juga berharap, agar pembebasan lahan warga tidak dibeli murah. Karena setiap tahun harga tanah naik. "Semoga tidak ada yang menghambat rencana ini," harapnya. (ambo tang)

Bupati Wajo Lepas Peserta Jamnas IMO

Bupati Wajo Lepas Peserta Jamnas IMO
WAJO, TEKAPE.co - Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru, melepas ratusan bikers 'Wajo NMAX Owners' yang akan mengikuti Jamnas IMO #2 di Jogjakarta,  di halaman Kantor Bupati Wajo, Selasa 4 April 2017.

Rencananya, para bikers dari Wajo ini, selain akan mengikuti Jamnas IMO pada tanggal 15 April, mereka juga akan melakukan touring bertajuk Road To Java 2017. Touring ini akan menempuh jarak ribuan kilometer dengan rute Surabaya-Jogjakarta-Bandung-Jakarta.

Saat melepas para bikers ini, HA Burhanuddin Unru, yang didampingi sejumlah Kepala OPD mengingatkan agar para bikers selama dalam perjalanan menjaga kekompakan, selain itu agar para bikers tetap menjaga kesehatan dan stamina.

“Ini adakah perjalanan yang sangat luar biasa, selain jaraknya yang jauh, tentu juga kondisi medannya yang berbeda. Olehnya itu jaga stamina dan jaga kekompakan,” ujarnya.

Abur, sapaan akrab A Burhanuddin Unru, berharap agar peserta tetap semangat mengikuti setiap etape dan menikmati sajian obyek wisata yang ada di setiap tempat yang menjadi titik singgah. “Kegiatan mengundang hanya sisi positif. Selain bagi kesehatan, juga kemitraan harmonis dengan masyarakat,“ pungkas Bupati Wajo. (hms)

Jadi Narasumber di TVRI, Wajo Komitmen Lakukan Inovasi Pelayanan Masyarakat

Jadi Narasumber di TVRI, Wajo Komitmen Lakukan Inovasi Pelayanan Masyarakat
WAJO, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten Wajo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DR Firdaus Perkesi, MSi, menjadi narasumber pada Program Inovasi Untuk Negeri di TVRI Makassar, yang diprakarsai oleh PKP2A II LAN bekerja sama dengan TVRI Makassar, di auditorium TVRI Stasiun Makassar, Selasa, 4 April 2017.

Dialog berdurasi satu jam ini, selain menghadirkan narasumber Sekda Wajo, juga hadir DR Lukman, Kabid Kajian Kinerja Kelembagaan dan Inovasi Administrasi Negara dari PKP2A II LAN Makassar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi mewakili Bupati Wajo menyampaikan, Pemkab Wajo tengah mengupayakan percepatan pelayanan masyarakat melalui program-program inovasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Wajo.

"Inovasi tersebut diharapkan, mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya percepatan pelaksanaan e-Government, yang bertujuan menciptakan pelayanan yang efektif dan efisien bagi masyarakat," ujarnya.

Pemkab juga akan memberikan penghargaan kepada aparatur yang berkinerja baik dan melahirkan program-program inovasi yang berguna bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Imran salah seorang ASN  yang menciptakan salah satu program inovasi pelayanan administrasi desa diundang hadir di studio TVRI. Turut hadir medampingi Sekda, dan Kadis Kominfo Wajo Hasri As. (hms)

Disbudpar Maros Gelar Wisata Pendidikan di Wajo

Disbudpar Maros Gelar Wisata Pendidikan di Wajo
Kantor Disdik Wajo. 
WAJO, TEKAPE.co - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, melakukan sosialisasi program wisata pendidikan di Hotel Sarmani Sengkang, Senin 3 April 2017.

Hadir dalam sosialisasi itu sekitar 50 kepala sekolah se Kabupaten Wajo, yang terdiri dari 20 kepala SD, dan 30 kepala SMP.

Juga hadir Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Drs H Rahmanuddin, MSi, Kabid Ekonomi Samsir, Kabid Pariwisata Kabupaten Maros Darma.

Sekretaris Dinas Pendidikan kabupaten Wajo, Rusmis SPd, dalam sambutannya, saat membuka acara, mengucapkan terima kasih kepada Disbudpar Maros membangun hubungan silaturahmi dengan Wajo, melalui program wisata pendidikan.

"Mudah-mudahan program kerjasama ini dapat berkelanjutan di sektor lain, sehingga hubungan antar kedua daerah bisa semakin erat dan saling menunjang demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (Ambo Tang)

Awasi Orang Asing Masuk di Wajo, Imigrasi Bentuk Tim

Awasi Orang Asing Masuk di Wajo, Imigrasi Bentuk Tim
Andi Muh Yusuf. 
WAJO, TEKAPE.co - Sebagai upaya meminimalisir adanya orang asing yang masuk di wilayah Kabupaten Wajo, yang dikhawatirkan membawa dampak negatif, Kantor Imigrasi Sulsel membentuk tim pengawasan orang asing di Wajo.

Pembentukan itu dihadiri langsung Divisi Imigrasi Kemenkumham  Sulsel, Ramli HS SE MAP, Kepala Imigrasi Parepare, Heykel SSos, Kamis 30 Maret 2017, di Hotel Sarmani Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulsel.

Juga ada para camat, kades/lurah, dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Tempe, Pammana, Keera, dan Gilireng.

Kepala Kesbangpol Wajo, Drs Andi Muh Yusuf AD MM, dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak imigrasi dengan langkah yang ditempuh ini.

Menurutnya, langkah ini sangat tepat untuk mengawasi masuknya orang asing di Wajo.

"Salah satu tujuannya adalah mempersempit gerakan para pelaku kriminal, khususnya bandar narkoba, karena narkoba sangat merusak generasi muda kita," ujarnya. (Ambo Tang)

Siapkan 84 Ribu Bibit Cabe, Wajo Galakkan Program Gerta Babe

Siapkan 84 Ribu Bibit Cabe, Wajo Galakkan Program Gerta Babe
WAJO, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggencarkan pelaksanaan program Gerakan Tanam Bawang dan Cabe (Gerta Babe). Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan selaku lading sektor kegiatan menyiapkan 84 ribu pohon cabe siap tanam.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Wajo, H Ambo Efu, pada acara pencanangan Gerakan Tanam Cabe dan Bawang (Gerta Babe) yang dirangkaikan Musyawarah Tani musim tanam 2017 di Kecamatan Sabbangparu, Sabtu, 18 Maret 2017, mengimbau warga agar aktif menanam cabe. "Cabe ini setiap tahun pasti melonjak harganya. Membuat kita susah. Ini adalah peluang ekonomi yang besar," ujarnya

Ambo Efu juga menjelaskan, program Gerta Babe menggunakan dua pola, yakni pola pekarangan dan pola polibek. Ditanya soal pengendalian hama, pihak dinas telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi yang siap mengirim tim pengendali hama dan penyakit khusus pengembangan tanaman Bawang dan Cabe ini.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru meminta pihak terkait untuk menjadi motivator bagi para petani guna mensukseskan program Gerta Babe.

“Saya harapkan semua stakeholder terkait dapat terlibat aktif dalam memasyarakatkan tanam Cabe di daerah kita, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan mereka untuk membudidayakan tanaman Cabe,” himbaunya. (hms)

49 CPNS Wajo Resmi Jadi PNS, Bupati Minta Makin Rajin Bekerja

49 CPNS Wajo Resmi Jadi PNS, Bupati Minta Makin Rajin Bekerja
SENGKANG, TEKAPE.co - Sebanyak 49 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo, yang lulus lewat formasi umum pengangkatan tahun 2014, resmi menjadi PNS.

Itu ditandai dengan pengambilan sumpah dan penyerahan SK di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Wajo, Selasa 14 Maret 2017.

“Yang lulus sebanyak 51 orang, dua orang tidak diangkat menjadi PNS karena satu orang mengundurkan diri dan satu orang lainnya terlibat tindak pidana,” jelas Kepala BKPSDM Kabupaten Wajo, H. Amiruddin.

Sementara itu, Bupati Wajo, H A Burhanuddin Unru meminta kepada CPNS yang baru dilantik ini agar tidak malas bekerja setelah dilantik. Sebab menurutnya, saat jadi CPNS, kerjanya rajin, namun setelah resmi jadi PNS, sudah mulai menurun.

“Biasanya saat masih CPNS kerjanya semangat dan rajin. Tapi setelah dilantik menjadi PNS semangatnya menjadi kendor. Ini yang tidak kami harapkan,” tegas Bupati Wajo.

Lebih lanjut, ia mengharapkan agar PNS yang baru ini bisa terus mengembangkan potensi diri. “Kalau bisa teruslah belajar dan mengembangkan kualitas diri. Yang S1 lanjutkan pendidikan ke jenjang S2, begitu pula yang belum sarjana agar melanjutkan S1,” ujarnya. (hms)

Wajo Dapat Tiga Mobil Hibah Jepang, Dijadwal Tiba Akhir Maret

Wajo Dapat Tiga Mobil Hibah Jepang, Dijadwal Tiba Akhir Maret
Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru. 
SENGKANG, TEKAPE.co - Kabupaten Wajo mendapat tiga mobil hibah dari Jepang. Tiga mobil hibah tersebut dijadwalkan akan datang akhir bulan Maret ini.

Bantuan ini berupa dua mobil damkar dan satu mobil ambulance, yang memang diperuntuhkan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah, mengatakan, mobil damkar tersebut akan diserahkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Sementara mobil ambulance digunakan untuk melakukan pelayanan darurat. Semisal bila terjadi kecelakaan, korban tidak usah lagi dibawa ke rumah sakit. Karena di mobil ambulance tersebut bisa dilakukan operasi. “Canggih sekali ini ambulance. Tidak seperti ambulance pada umumnya. Ambulance ini bisa dilakukan operasi,” katanya.

Untuk tenaga dokter, pihaknya akan mencoba merekrut dokter untuk pelayanan dalam ambulance.”Kita siap anggarkan dokternya. Intinya ini untuk pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Rencana dari BPBD Kabupaten Wajo itu mendapat respon dari anggota dewan. Anggota komisi II DPRD Wajo, Sumardi Arifin sangat mengapresiasi apa yang ingin dilakukan BPBD. “Itu merupakan terobosan baru. Kita sangat dukung,” tegasnya. (hms)

Dinas Perikanan Wajo Buat Pakan Ikan Sendiri

Dinas Perikanan Wajo Buat Pakan Ikan Sendiri
Ilustrasi. 
SENGKANG, TEKAPE.co - Untuk menambah produksi hasil tambak petani, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Wajo membuat inovasi baru. Diskan membuat pakan ikan sendiri. Pakan yang dikembangkan terbuat dari dedak, tepung ikan, dan gula.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Wajo, Ir Nasfari, pakan ikan yang dikembang ini bahan baku banyak di lingkungan sekitar. Makanya, dengan pakan ini pengeluaran petani tambak bisa ditekan. Karena mereka bisa membuat sendiri.

Selain itu, dengan pakan ini produksi tambak di Kabupaten Wajo bisa bertambah. Data Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, dalam satu hektare tambak, memproduksi 12.900 kg ikan.

Namun, lanjut mantan Kepala Badan Ketahan Pangan itu, bila menggunakan pakan ikan ini bisa bertambah mencapai satu ton per hektare. Jadi produksi ikan bisa bertambah setiap tahunnya.

“Setiap tahun kita memproduksi sekira 18 ribu ton dengan luas tambak 12 ribu hektare. Namun dengan adanya pakan ini kita tareget bisa bertambah hingga ton per tahun,” tegasnya.

Apa yang dilakukan Dinas Perikanan mendapat sambutan baik dari anggota DPRD Wajo, Sudirman Meru. Ketua Fraksi PAN itu berharap pakan ikan yang dibuat Diskan ini bisa menambah produksi ikan di Wajo. “Kita sangat dukung. Kita berharap SKPD lain membuat inovasi baru sama yang dilakukan Diskan ini,” ujarnya. (hms)

Cetak ASN Berkualitas, Pemkab Wajo Diklatpim

Cetak ASN Berkualitas, Pemkab Wajo Diklatpim
WAJO, TEKAPE.co - Sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah kabupaten, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Wajo menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV atau Diklatpim IV.

Diklat yang diikuti oleh 40 ASN yang menduduki jabatan struktural eselon IV ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi, di Kantor Bupati Wajo, Senin, 6 Maret 2017.

Kepala BKPSDM Kabupaten Wajo, H Amiruddin A, mengatakan, tujuan Diklatpim IV ini adalah untuk membentuk calon pemimpin yang profesional, mampu mengamalkan nilai-nilai wawasan kebangsaan, dan menerapkan integritas, kejujuran, disiplin, kebersamaan dalam keberagaman, serta membangun komunikasi dan budaya kerja yang baik.

"Kompetensi kepemimpinan operasional para pejabat struktural eselon IV inilah yang sangat berperan dalam pelaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan di instansi masing-masing," tandasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari Diklatpim ini diharapkan dapat menghasilkan Aparatur Sipil Negara yang memiliki kemampuan membangun karakter dan sikap perilaku integritas sesuai perundang-undangan, kemampuan untuk menjunjung tinggi etika publik, taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan bertanggung jawab dalam tugas kepemimpinan di unit instansinya.

"Selain itu mampu membuat perencanaan pelaksanaan di instansi, melakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola tugas-tugas organisasi dan melakukan inovasi sesuai bidang tugasnya, guna mewujudkan pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien," katanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi, usai membuka Diklatpim ini mengatakan, Pemkab Wajo melalui BKPSDM sedang melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan SDM.

“Untuk membentuk pemimpin yang berkualitas, salah satunya melalui Diklat yang mengarah pada upaya peningkatan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi terhadap kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya. (hms)

Pemkab Wajo Teken MoU dengan Kejari Sengkang

Pemkab Wajo Teken MoU dengan Kejari Sengkang
SENGKANG, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sengkang, membangun kerjasama dalam bidang hukum. Salah satu bentuk kerjasama tersebut diwujudkan melalui penandatangan MoU yang diadakan di ruang kerja Bupati Wajo, Rabu 1 Februari 2017.

Dalam poin kesepakatan tercantum bahwa Kejaksaan Negeri Sengkang siap memberikan pertimbangan hukum dan juga pendampingan apabila dibutuhkan oleh Pemkab dalam menghadapi kasus perdata dan Tata Usaha Negara. Di samping itu, Pemkab juga akan lebih banyak melibatkan pihak kejaksaan dalam setiap permasalahan di dua bidang hukum tersebut.

Bupati Wajo, HA Burhanuddin Unru, mengatakan bahwa kerjasama ini sebetulnya telah terjalin sejak jauh hari. Hanya saja dengan adanya MoU, Bupati berharap komunikasi di antara dua pihak lebih intens lagi. “Kerjasama ini antara pemkab dan Kejaksaan Negeri, khususnya di bidang hukum perdata dan Tata Usaha Negara,” tegas Bupati.

Bupati mengakui, pemerintah daerah rentan mendapatan gugatan dari pihak manapun yang tidak puas atas setiap kebijakan yang dikeluarkan. Oleh karena itu, diperlukan masukan maupun pertimbangan hukum dari ahli, dalam hal ini adalah Kejari Sengkang.

“Masukan dan bantuan hukum dari Kejaksaan Negeri ini sangat diperlukan oleh pemkab. Diharapkan, jika ada permasalahan hukum di kemudian hari, pemkab lebih terbantu dengan kehadiran kejaksaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang, Transiswara Adhi, S.H., M.Hum  menyebutkan bahwa titik berat dari bantuan yang diberikan adalah untuk dua bidang hukum saja. Selain itu, MoU ini seharusnya bisa meringankan beban pemerintah daerah dalam menghadapi permasalahan hukum. “Kita akan membantu sesuai dengan MoU untuk masalah perdata dan TUN,” singkatnya. (hms)

Berkunjung ke Disdik, Bupati Wajo Minta Fokus PAUD

Berkunjung ke Disdik, Bupati Wajo Minta Fokus PAUD
Bupati Wajo didampingi Sekda saat mengunjungi Dinas Pendidikan Wajo. 
SENGKANG, TEKAPE.co - Bupati Wajo, H A Burhanuddin Unru, melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Wajo, Jumat 24 Februari 2017.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati dua periode tersebut mengharapkan agar jajaran Dinas Pendidikan juga fokus dalam pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurutnya, hal tersebut sangat penting, mengingat di sekolah mereka dapat berinteraksi satu sama lain. Anak-anak akan menghadapi lebih banyak orang dengan karakter yang lebih bervariasi.

"Penelitian membuktikan, anak-anak yang memiliki kesiapan baik untuk sekolah, lebih mudah untuk beradaptasi, sehingga mengurangi rasa stres yang mungkin mereka rasakan,” terang Abur, sapaan akrab Andi Burhanuddin Unru.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Wajo, Jasman Juanda, menyampaikan beberapa manfaat PAUD, diantaranya untuk pembentukan struktur otak anak, di samping sebagai tambahan aktivitas harian anak yang lebih berstruktur. (hms)

Raih WTN, Wajo Dapat Bantuan 2 Unit Bus

Raih WTN, Wajo Dapat Bantuan 2 Unit Bus
Andi Burhanuddin Unru. 
SENGKANG, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten Wajo terus berbenah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Salah satunya peningkatan layanan di sektor transportasi.

Untuk memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Perhubungan menyiapkan dua unit bus. Kedua unit bus ini diperuntukkan untuk taransportasi antar kecamatan.

“Untuk sementara kita masih membicarakan rute kedua bus ini. Intinya bus aman dan nyaman ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan transportasi aman dan nyaman kepada masyarakat,” jelas kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Luuw, Andi Junaedi.

Kedua bus yang akan menjadi transportasi aman dan nyaman yang disiapkan pemerintah daerah adalah reward atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Wajo mendapatkan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori tertib lalu lintas.

“Ini adalah upaya kita bersama mewujudkan budaya tertib berlalulintas dengan dukungan Bapak Bupati dan beberapa pihak terkait, diantaranya kepolisian. Untuk Kabupaten/kota yang mendapat bus di Sulsel hanya Wajo,” jelas Andi Junaedi.

Sementara itu, Bupati Wajo H.A Burhanuddin Unru berharap, agar kedua unit bus ini dapat secepatnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Bupati dua periode itu juga berharap agar kehadiran bus ini dapat membantu aktivitas warga dengan harga yang terjangkau.

"Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, dan tidak boleh memberatkan warga. Insya Allah masalah transportasi ini akan kita perhatikan khususnya bagi penunjang aktivitas warga antar kecamatan ," tegas Andi Burhanuddin.

Raihan penghargaan WTN ini tidak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Wajo dalam menata kota Sengkang, terutama masalah transportasi. (hms)

Dekranasda Wajo Diminta Melatih Sutera di Makassar

Dekranasda Wajo Diminta Melatih Sutera di Makassar
Penyerahan cinderamata dari Dekranasda Makassar ke Wajo. 
WAJO, TEKAPE.co - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar berguru soal pengelolaan sutera di kota Sutera Sengkang, Wajo.

Kunjungan dekranasda yang dipimpin oleh Indira Jusuf Ismail diterima di Rujab Bupati Wajo, Jl Veteran Sengkang, Kamis (16/2/2017).

Bupati Wajo, HA Burhanuddin Unru, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Wajo Hj A Faikah Burhanuddin, memperkenalkan produksi tenun sutera motif lagosi yang paling populer dan digemari oleh masyarakat saat ini.

Bupati dua periode tersebut juga mengajak rombongan Dekranasda Makassar untuk berkunjung ke sentra pengelolaan kain sutera di Kampung BNI.

”Ibu Indira ingin melihat secara langsung proses pengelolaan kain sutera, mereka ingin menggandeng binaan Dekranasda Wajo untuk melatih di Makassar,” ujar Burhanuddin Unru.

Ketua Dekranasda Makassar Indira Jusuf pada kesempatan tersebut menyerahkan bingkisan berupa hasil kerajinan tangan yang bahan bakunya terbuat dari enceng gondok.

Enceng gondok tersebut diolah sehingga menjadi salah satu karya yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, salah satunya adalah alas piring, box tissue dan masih banyak kegunaan lainnya. (hms/ambo tang)

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Wajo Wakili Sulsel

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Wajo Wakili Sulsel
JAKARTA,  TEKAPE.co – Kabupaten Wajo, mendapat kepercayaan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan presentasi Inovasi Pelayanan Publik se Indonesia, di Kantor Kemenpan-RB Jakarta, Kamis 16 Februari 2017.

Kompetisi ini sebagai upaya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refeormasi Birokrasi (KemenpanRB) menggalakan inovasi pelayanan publik bagi sejumlah lembaga negara, termasuk melaksanakan kompetisi inovasi bagi sejumlah pemerintah kabupaten/kota se Indonesia. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya pelayanan publik kelas dunia.

Kepala BKSDM Kabupaten Wajo, H Amiruddin, usai melakukan presentasi mewakili peserta dari Sulawesi Selatan di hadapan panitia dan peserta, mengatakan, memang perlu adanya kompetisi inovasi pelayanan publik bagi pemerintah daerah.

"Sebab ini akan mendorong  penciptaan atau pembentukan inovasi dan menumbuhkan suasana kompetitif antar unit kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik itu sendiri," ujarnya.

Tercatat sebanyak 15 organisasi perangkat daerah Kabupaten Wajo mengikuti kompetisi tersebut. Diantaranya adalah program akselerasi pelayanan kepegawaian dengan Mobile Si-Cakep oleh BKSDM, Program Gerak Posyandu oleh Dinkes, Program one day service oleh Disdukcapil, Program sejuta kantong air oleh PSDA, Program sistem online penerimaan siswa baru, dan layanan E-Hospital Dinas Kesehatan. (hms)

Terbaru

Recent Posts Widget