Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

Dihadiri Artis KDI, Ribuan Alumni Padati Jalan Santai Reuni SMPN 1 Sajoanging

Dihadiri Artis KDI, Ribuan Alumni Padati Jalan Santai Reuni SMPN 1 Sajoanging
Peserta jalan santai. (fb)
WAJO, TEKAPE.co - Ribuan alumni memadati jalan santai dalam rangka reuni akbar alumni SMPN 1 Sajoanging Wajo, Sabtu 1 Juli 2017, di kompleks SMPN 1 Sajoanging, Kabupaten Wajo, Sulsel.

Jalan satai ini dimeriahkan artis jebolan kontes dangdut Indonesia, Nova KDI. Ada sekitar 1500 orang alumni datang meramaikan reuni akbar tersebut. Mereka datang dari tanah rantau, seperti Lampung, Jakarta, Papua, Kalimantan, Sultra, Makassar, hingga Malaysia, serta sejumlah kota-kota besar di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Camat Sajoanging, Agus Syam SSos MSi, menuturkan, dirinya terharu melihat banyaknya alumni yang datang.

"Reuni telah kita sepakati akan dilakukan rutin setiap lima tahun sekali. Ini juga sebagai bagian silaturahim dengan para alumni dan guru yang telah mendidik kita selama ini," ujarnya.

Setelah jalan santai, dilanjutkan dengan bakti sosial di Kelurahan Akkajeng. Malam, ramah tamah dengan guru, sebagai ajang silaturahim dengan para guru. (ambo tang)

Reuni Akbar, SMPN 1 Sajoanging Gelar Jalan Santai dan Bakti Sosial

WAJO, TEKAPE.co - Reuni akbar alumni SMPN 1 Sajoanging Wajo, diwarnai sejumlah kegiatan, diantaranya jalan santai dan bakti sosial, Sabtu 1 Juli 2017, di kompleks SMPN 1 Sajoanging.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Rosdiana, menuturkan, jalan santai ini dimulai pukul 07.30 wita, yang diikuti seluruh angkatan.

"Setelah jalan santai, dilanjutkan dengan bakti sosial di Kelurahan Akkajeng. Malam, akan ada ramah tamah dengan guru," ujarnya, Jumat 30 Juli 2017.

Ia juga menyebutkan, ramah tamah tersebut sebagai ajang silaturahim dengan para guru, yang telah berjasa mendidik hingga menjadi seperti yang diharapkan. (Ambo Tang)

Pembangunan Toilet Masjid Watan Rumpian Sudah 2 Tahun Tertunda

Ilustrasi. 
WAJO, TEKAPE.co - Rencana pembangunan toilet Masjid Mukarram Watan Rumpia Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulsel, sudah dua tahun tak kunjung dilaksanakan.

Padahal, dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup. Sumbangan jemaan sudah mencapai Rp115 juta.

Namun salah seorang jamaah, yang juga kebetulan wartawan, mempertanyakan pembangunan tersebut, Sekretaris Panitia Pembangunan, Baso Gunawan, malah tersinggung. Ia malah tersinggung, dan menyatakan warga dan wartawan tidak berhak mempertanyakan itu.

"Wartawan tak punya hak mempertanyakan apakah masjid punya nomor rekening atau tidak," ujarnya, di hadapan jamaah, melalui pengeras suara masjid, Sabtu malam, 17 Juni 2017.

Rencana pembangunan toilet masjid ini sudah dua tahun direncanakan. Namun setelah selesari Ramadan sejak dua tahun lalu, tidak pernah lagi ada penyampaian laporan keuangan untuk pembangunan tersebut.

Nanti setelah Ramadan lagi, baru disampaikan agar jamaah menyumbang lagi. Padahal, masjid ini telah mendapat dana hibah dari Pemkab Wajo sebesar Rp20 juta.

Salah seorang jemaah, yang juga anggota BPD Watan Rumpia, mengatakan memang wajar jamaah mempertanyakan itu. Sebagai bentuk pengawasan terhadap panitia. (ambo tang)

Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Wajo

Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Wajo
Barang bukti yang diamankan polisi. 
WAJO, TEKAPE.co - Terduga bandar narkoba di Wajo, Muh Tang alias Wis alias Tangki, tewas ditembak polisi, Senin 12 Juni 2017, sekira pukul 23.30 wita, di Jl Sulawesi, Kabupaten Wajo, Sulsel.

Penangkapan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Wajo, AKP Suardi bersama tim ini, terpaksa menembak pelaku saat hendak melarikan diri. Peluru tepat bersarang di bagian dada.

Dari tangan bersangkutan, diamankan barang bukti 10 saset dengan berat sekitar 11gram.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku Tang, yang lebih dulu ditangkap, saat diinterogasi, menyebutkan nama pelaku Adu.

Dari hasil keterangan pelaku Tang tersebut, dilakukan pengembangan terhadap jaringan pengedar lain, Adu.

Namun saat hendak dilakukan pengembangan, pelaku Tang dibawa untuk menunjukkan lokasi rumah pelaku Adu.

Saat itulah, pelaku Tang berusaha melarikan diri. Melihat upaya itu, polisi kemudian mengambil tindakan tegas, yang didahului tembakan peringatan.

Namun pelaku tidak mengindahkan peringatan dan diberikan, sehingga tindakan tegas ditempuh dengan menembak pelaku Tang.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Lamaddukelleng Wajo, namun nyawa pelaku tak tertolong lagi. Peluru yang bersarang di dada membuatnya tak mampu bertahan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa 13 Juni 2017, menjelaskan, pelaku yang tewas ini memang merupakan DPO Sat Narkoba Polres Wajo, dengan laporan polisi sebanyak 3 LP.

"Pelaku selama ini selalu menggunakan anak di bawah umur sebagai kurir narkoba. Sudah ada tiga laporan polisinya," jelasnya.

Adapum barang bukti yang diamankan dalam kasus ini, yakni sabu sebanyak 10 saset berat kurang lebih 11 gram, 1 buah HP, saset kosong, timbangan,1 buah tas kecil, 1 buah dompet, dan uang tunai Rp 1.900.000. (um)

Cairkan ADD, Bendahara Desa Tellulimpoe Wajo Kuasakan Orang Lain

Cairkan ADD, Bendahara Desa Tellulimpoe Wajo Kuasakan Orang Lain
Ilustrasi. 
WAJO, TEKAPE.co - Bendahara Desa Tellulimpoe, Hasnidar, ternyata memberikan kuasa kepada orang untuk menjadi bendahara desa.

Padahal, nama orang dikuasakan tersebut tidak masuk dalam SK perangkat desa. Itu dilakukan untuk memuluskan pencairan alokasi dana desa (ADD). Sebab Hasnidar selama ini memakai ijazah orang lain sebagai syarat menjadi perangkat desa.

Kasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Wajo, Saiful, Minggu 11 Juni, yang dimintai tanggapannya terkait itu, menuturkan, dalam aturan tidak dibolehkan hal semacam itu.



BACA JUGA:


"Tidak boleh perangkat desa memberikan kuasa kepada orang lain, yang bukan masuk perangkat desa. Semestinya Pak Kades harus mengangkat bendahara yang aktif namanya dalam SK, asalkan ijazah dan persyaratan lainnya sesuai," tandasnya.

Menurutnya, hal itu sangatlah fatal. Sebab bisa berujung pidana, jika ini dibiarkan. (ambo tang)

Pekan Depan, Safari Ramadan Pemkab Wajo di Gilireng

Pekan Depan, Safari Ramadan Pemkab Wajo di Gilireng
Bupati Wajo, saat safari Ramadan di salah satu kecamatan di Wajo. (ft:net) 
WAJO, TEKAPE.co - Jadwal safari Ramadan Pemkab Wajo untuk Kecamatan Gilireng, yang sebelumnya dijadwalkan Selasa 6 Juni, ditunda hingga Kamis 22 Juni 2017.

Penundaan itu karena jadwal Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru, sangat padat selama Ramadan ini. Sehingga harus menyesuaikan waktu untuk mengunjungi Gilireng.

Camat Gilireng, Drs H Andi Cakunu MSi, Minggu 11 Juni, menuturkan, jadwal safari Ramadan di Gilireng seharusnya dilakukan Selasa 6 Juni, namun ditunda hingga Kamis 22 Juni 2017.

"Ini diakibatkan jadwal Pak Bupati yang begitu padat. Sehingga jadwal kunjungannya ditunda hingga Kamis 22 Juni, pekan depan," ujarnya.

Ia mengaku, bersama Muspika, pihaknya telah mempersiapkan penyambutan kedatangan tim safari Ramadan, yang rencananya akan dipimpin langsung Bupati Wajo. (ambo tang)

Usai Idul Fitri, Alumni SMPN 1 Sajoanging Wajo Gelar Reuni Akbar

Usai Idul Fitri, Alumni SMPN 1 Sajoanging Wajo Gelar Reuni Akbar
Agus Syam, SSos, MSi. 
WAJO, TEKAPE.co - Memanfaatkan momen libur lebaran idul Fitri, alumni SMPN 1 Sajoanging Wajo berencana akan melaksanakan reuni akbar, 1 Juli 2017.

Ketua Panitia Pelaksana, Agus Syam SSos MSi, kepada wartawan, Rabu 7 Juni 2017, reuni tersebut memang sudah lama digagas untuk silaturrahim para alumni semua angkatan.

"Momen lebaran nanti, saya rasa momen tepat untuk berkumpul sesama alumni, mulai dari alumni 1988 hingga sekarang," ujarnya.

Melalui reuni ini, kata dia, diharapkan para alumni bisa memberikan sumbangsih kepada sekolah, yang telah mengantarkan kita seperti saat ini," tandas camat Sajoanging ini.

Ia menyebutkan, alumni SMPN 1 Sajoanging ini sudah banyak yang sukses. Baik di bidang pemerintahan, pengusaha, hingga konglomerat.

"Camat Sajoanging dan Camat Gilireng Drs H Andi Cakunu MSi, adalah salah satu alumni. Kami telah komunikasi ke teman-teman. Alhamdulillah, direspon bagus. Sekaligus untuk silaturrahim dengan guru," tandasnya. (Ambo Tang)

Polda Sulsel Segera Periksa Oknum Polisi Wajo

Polda Sulsel Segera Periksa Oknum Polisi Wajo
Kabid Humas Polda Sulsel (kanan) didampingi Kapolres Palopo (kiri). 
PALOPO, TEKAPE.co - Oknum polisi yang bertugas di Polsek Sajoanging, Kabupaten Wajo, Aiptu Masri Juanda, segera diperiksa Bidang Propam Polda Sulselbar.

Pemeriksaan itu terkait laporan keluarga korban salah tembak, yang mengakibatkan meninggal dunia.


BACA JUGA:


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky S, saat berkunjung ke Palopo, Senin 5 Juni, menuturkan, pihaknya segera melakukan pemeriksaan atas dugaan salah tembak tersebut.

"Kami belum bisa menyebutkan apakah memang salah tembak atau bagaimana. Namun Propam akan turun melakukan pemeriksaan. Kalau memang terbukti, maka akan dijatuhkan sanksi disiplin sesuai dengan pelanggarannya," tandasnya. (del)

Oknum Polisi Wajo Dilapor ke Propam Polda Sulsel

Oknum Polisi Wajo Dilapor ke Propam Polda Sulsel
Keluarga korban salah tembak saat melapor ke Propam Polda Sulsel. 
MAKASSAR, TEKAPE.co - Oknum polisi yang bertugas di Polsek Sajoanging, Wajo, Aiptu Masri Juanda, resmi dilaporkan ke Propam Polda Sulsel, Senin 5 Juni 2017.

Ia dilaporkan atas dugaan kasus korban dugaan salah tembak, yang menewaskan Mardin (25) warga Kota Palopo pada Rabu 31 Mei lalu, di Kabupaten Wajo.


BACA JUGA:




Orang tua korban didampingi oleh beberapa keluarga melaporkan anggota Polsek Sajoangin, Polres Wajo, Aiptu Masri Juanda, Kanit Reskrim Polsek Sajoangin, dengan laporan telah melakukan penembakan terhadap Mardin.

Akibat tembakan yang menyebabkan korban tewas, oknum polisi diduga melakukan pelanggaran disiplin Polri.

”Saya melapor karena saya tidak terima anak saya ditembak hingga meninggal dunia, apalagi dituduh sebagai pencuri motor tanpa ada bukti, saya hanya mencari keadilan disini,” ungkap Baharuddin, orang tua korban.

Ia juga berharap agar kasus tersebut cepat diproses. ”Saya mau kasus ini cepat diproses dengan adil sesuai dengan ketentuan hukum,” tutupnya. (del)

Kades Tellulimpoe Disebut Juga Dapat Jatah Raskin

Kades Tellulimpoe Disebut Juga Dapat Jatah Raskin
Ilustrasi. 
WAJO, TEKAPE.co - Setelah disebut palsukan dokumen, Kepala Desa (Kades) Tellulompoe, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulsel, Baso Tuwo, kembali disebut kalau selama ini mendapat jatah beras miskin (raskin) 2 sak per triwulan.

Informasi ini dihimpun dari aparat desa, yang pernah menangani raskin, berinisial ST.

Ia menyebutkan, selama dirinya menangani pengelolaan raskin di Desa Tellulimpoe, pihaknya rutin menyisipkan 2 sak raskin setiap penyaluran.


BACA JUGA:




"Sejak menjabat 2015 lalu, setiap penyaluran raskin, kami selalu memberikan 2 sak raskin kepada Pak Kades," ujarnya, Senin 5 Juni 2017.

ST, yang saat ini masih aktif sebagai aparat desa ini juga membenarkan adanya aparat desa yang menggunakan ijazah orang lain, dengan alasan aparat bersangkutan sudah melebihi umur dari yang dibolehkan menjabat sebagai aparat desa.

Terkait masalah jatah raskin ini, Kades Tellulimpoe, Baso Tuwo, masih enggan memberikan keterangan, hingga berita ini ditulis. Namun soal ijazah orang lain yang dipakai, belum lama ini, ia mengakui adanya aparat desa yang menggunakan ijazah orang lain. (ambo tang)

Kepala DPMD Wajo: Kades Tellulimpoe Bisa Dipidana

Kepala DPMD Wajo: Kades Tellulimpoe Bisa Dipidana
WAJO, TEKAPE.co - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Wajo,  Syamsul Bahri SIp MSi, menanggapi kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh Kepala Desa (Kades) Tellulimpoe, Baso Tuwo.


BACA JUGA:
Kades Tellulimpoe Wajo Diduga Palsukan Dokumen


Ia menyebutkan, jika memang benar ada oknum aparat desa di Desa Tellulimpoe Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, Sulsel, ditengarai menggunakan ijazah orang lain, maka itu bisa dipidana.

Ia pun mengaku, jika ada melaporkan hal ini ke penegak hukum, maka pihaknya akan mendukung. Sebab menurutnya, hal itu tidak bisa dibiarkan.

"Kalau memang benar, bisa dilaporkan itu. Kami akan mendukung penyidik melakukan proses terhadap dugaan ini," ujarnya, Sabtu 3 Juni 2017, yang dihubungi. (Ambo Tang)

Polres Wajo Datangi Korban Salah Tembak di Palopo, Keluarga Korban Ancam Melapor ke Mabes Polri

Polres Wajo Datangi Korban Salah Tembak di Palopo, Keluarga Korban Ancam Melapor
Rumah duka di Kota Palopo. 
PALOPO, TEKAPE.co -- Kapolres Wajo, diwakili Kaur Sabhara Polres Wajo, Ipda Andi Amiruddin, mendatangi rumah duka dugaan korban salah tembak di Kota Palopo, Sabtu 3 Juni 2017.

Kedatangan pihak Polres Wajo ke Palopo untuk menyampaikam rasa bela sungkawa atas meninggalnya korban Mardi (26).


BACA JUGA:
Oknum Polisi Wajo Diduga Salah Tembak, Warga Palopo Tewas, Keluarga Korban Protes


"Sehubungan kejadian ini kami menyampaikan rasa bela sungkawa, atas meninggalnya korba Mardi yang diduga salah tembak," ujarnya.

Andi Amiruddin, menyampaikan, Anggota Polsek Sajoangin, Wajo, Aiptu M Djuanda, yang diduga melakukan salah tembak, sementara dalam proses hukum di Mapolres Wajo. Hasil pemerikasaan belum dirampungkan.

"Oknum Anggota Polsek Sajoangin yang diduga melakukan penembakan, sementara ini dalam proses, untuk hasil pemerikasaan belum rampung," tutur Ipda Andi Amiruddin.

Disamping itu, persoalan kendaraan yang diduga hasil curian tersebut, pihak Mapolres Wajo masih menunggu dokumen kendaraan dari pihak keluarga korban.

"Persoalan kendaraan masih dalam penyelidikan, menunggu dokumen kenderaan pihak pemilik. Jika tidak terbukti, maka akan diserahkan penyidik, namun jika itu terbukti, maka akan diserahkan kepada pihak keluarga korban," ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban, Mardi alias Madi (26) yang diduga korban salah tembak oleh Anggota Kepolisian Mapolsek Sajoangin, akan tetap melaporkan kasus ini ke pihak Mapolda Sulsel, bahkan akan melanjutkan laporannya hingga ke Mabes Polri.

Untuk pelaporan tersebut pihak keluarga telah menyiapkan dokumen dan foto tiga unit kendaraan roda dua yang merupakan milik korban tersebut.

"Kami akan tetap melaporkan kejadian ini ke pihak Mapolda sulsel, bahkan kami juga akan laporkan ke Kapolri. Untuk bukti pendukung laporan ini, kami sudah siapkan dokumen serta foto tiga unit kendaraan itu," ujar, Jamaluddin, saat ditemui di rumah duka, Jalan Kelapa, Kelurahan Dangerakko, Kota Palopo, Sabtu, 3 Juni 2017. (ham)

Pemkab Wajo Kembangkan PAUD, Disdik Masih Tunggu Juknis

Pemkab Wajo Kembangkan PAUD, Disdik Masih Tunggu Juknis
Bupati Wajo, HA Burhanuddin Unru. 
WAJO, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, Sulsel, berupaya mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), agar lebih berkualitas.

Kabid PAUD Disdik Wajo, Andi Wirdana SPd MPd, yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu 3 Juni 2017, menuturkan, Bupati Wajo, HA Burhanuddin Unru, memberikan perhatian besar terhadap PAUD.

Hanya saja, hingga kini, terkait mekanisme pengembangan PAUD ini masih sementara menunggu petunjuk teknis (juknis) bagaimana model pengembangannya kedepan. Ia menyebutkan, juknisnya belum pernah dirapatkan.

Namun menurutnya, yang harus diutamakan pengembangannya adalah pembenahan sumber daya manusia (SDM) para tenaga pendidik, kemudian bagaimana model penerapan kurikulum untuk membentuk karakter naka didik.

"Soal biaya operasional PAUD, sampai saat ini juga belum ada juknisnya. Untuk sementara ini, diterapkan masih seperti dulu, Rp600 per anak didik, dan maksimal 12 orang anak dalam satu ruangan," jelasnya. (ambo tang)

Oknum Polisi Wajo Diduga Salah Tembak, Warga Palopo Tewas, Keluarga Korban Protes

Polisi Wajo Tembak Mati Warga Palopo, Keluarga Bakal Lapor ke Komnas HAM
Keluarga korban penembakan di Wajo, saat memperlihatkan bukti kendaraan di rumah duka, Jl Kelapa Kota Palopo. 
PALOPO, TEKAPE.co - Oknum polisi Polsek Sajoanging, Wajo, Sulsel, Aiptu Masri Juanda, diduga salah tembak. Oknum polisi tersebut menembak mati warga Palopo, Mardin alias Madi (26), Rabu 31 Mei 2017 malam.

Polisi bernama Aiptu Masri Juanda melepaskan tembakan kepada Mardin alias Madi. Padahal, korban bukanlah pelaku pencurian bermotor (curanmor) yang diincar polisi.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat anggota mendapat laporan bahwa ada tiga motor curian yang berhasil dijarah. Saat itulah, polisi menunggu pelaku, lalu korban kebetulan melintas. Karena takut sama polisi, korban berusaha melarikan diri.

Melihat hal itu, Masri Juanda melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tak
diindahkan korban. Akhirnya Masri menembak pelaku di bagian paha dan pantat. Pelaku sempat
dilarikan ke Puskesmas, namun sayang, nyawanya tidak terselamatkan didalam perjalan menuju
Puskesmas.

Akibat peristiwa ini, ayah korban, Burhanuddin, mengancam akan melaporkan ke Komnas HAM dan Propam, oknum aparat Kepolisian Wajo terkait persoalan yang dialami anak kandungnya hingga tewas.

"Kami pihak keluarga akan laporkan kasus ini ke komnas HAM dan Propam," ujar ayah korban penembakan Mardin, Burhanuddin saat ditemui di rumah duka, Jalan Kelapa Kota Palopo, Kamis 1 Juni 2017.

Pihak keluarga mengklaim, polisi salah tembak. Sebab, motor yang dipakai korban adalah motor sendiri. Pihak keluarga korban pun memperlihatkan tiga buah surat-surat kendaraan bermotor, berupa BPKB dan STNK motor yang diklaim oknum polisi sebagai motor curian.

"Ini adalah bukti bahwa ketiga motor itu bukan motor curian. Motor Jupiter dan Motor Vixion atas nama Burhanuddin, dan Burhanuddin adalah ayah dari korban Madi. Sementara motor Mio adalah milik tetangganya yang kebetulan terparkir di halaman rumahnya korban, yang masih merupakan keluarga dekat korban," ujar Jamal, saudara korban.

Almarhum Mardin alias Madi dikebumikan pekuburan di Desa Cilallang Kabupaten Luwu sekira pukul 13.30 wita. (um)

Kades Tellulimpoe Wajo Diduga Palsukan Dokumen

Kades Tellulimpoe Wajo Diduga Palsukan Dokumen
Ilustrasi (net). 
WAJO, TEKAPE.co - Kepala Desa (Kades) Tellulimpoe, Baso Tuwo, diduga memalsukan dokumen pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

Pasalnya, ada oknum aparat desa di Desa Tellulimpoe Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, Sulsel, ditengarai menggunakan ijazah orang lain.

Ijazah inilah yang dipakai untuk digunakan sebagai syarat pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kades Tellulimpoe, Baso Tuwo, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengakui sejak dirinya menjabat, memang ada aparat desa yang menggunakan ijazah orang lain.

Sebab oknum tersebut sudah berusia 44 tahun. Sementara sesuai juknis, yang bisa jadi perangkat desa hanya antara usia 19 tahun hingga 40 tahun.

"Sebenarnya kami melanggar aturan, tapi disini susah dicari orang yang bisa diangkat jadi perangkat desa," tandasnya, belum lama ini.

Padahal, kata dia, harus melengkapi administrasi pencairan ADD, sehingga terpaksa pakai ijazah orang lain. (Ambo Tang)


5 Juni, Tim Safari Pemkab Wajo ke Sajoanging

5 Juni, Tim Safari Pemkab Wajo ke Sajoanging
Bupati Wajo, HA Burhanuddin Unru. 
WAJO, TEKAPE.co - Tim Safari Ramadan Pemkab Wajo dijadwalkan mengunjungi Kecamatan Sajoanging, Senin 5 Juni 2017.

Camat Sajoanging, Agus Syam SSos MSi, yang dihubungi, Selasa 30 Mei, menuturkan, pihaknya telah jauh hari telah menyiapkan penyambutan rombongan safari Ramadan Pemkab Wajo, yang rencananya akan dipimpin langsung Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru.

"Yang kita siapkan mulai dari sarana dan prasarana. Soal keamanan juga, kita bekerjasama dengan Muspika Sajoanging," ujarnya.

Ia juga mengimbau, agar lurah dan kades untuk hadir pada kunjungan Bupati Wajo bersama tim safari Ramadan Pemkab Wajo," ujarnya. (ambo tang)

Pengelola Raskin Tellulimpoe Segera Dipanggil ke Kantor Bupati Wajo

Pengelola Raskin Tellulimpoe Segera Dipanggil ke Kantor Bupati Wajo
WAJO, TEKAPE.co - Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Wajo, Ir Andi Musdalifah Z MSi, geram dengan sikap pengelola beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra).

Pasalnya, pengelola raskin Desa Tellulimpoe, dilaporkan memberatkan warga miskin penerima raskin.

Sebab mereka menjual raskin hingga Rp26 ribu per sak. Padahal, aturannya hanya Rp24 ribu per sak atau Rp1.600 per kg.


BACA JUGA:
Raskin di Tellulimpoe Wajo Dijual Rp26 Ribu Per Sak


"Tidak boleh dijual di atas harga Rp24 ribu per sak atau Rp1.600 per kg. Kasian warga miskin kita. Pemerintah sudah berupaya mengurangi beban mereka, tapi ada oknum yang memberatkan," ujarnya, saat dihubungi, Minggu 28 Mei 2017.

Meski tak seberapa nilainya, namun bagi warga miskin, itu sangat berarti. Uang Rp2.000 itu bisa dipakai membeli kebutuhan lain. Misalnya garam.

Ia kemudian mewanti-wanti agar jangan ada yang coba-coba mempermainkan masyarakat miskin. Kasihan mereka.

"Atas informasi ini, insya Allah kami akan panggil pengelola raskin Desa Tellulimpoe untuk menghadap di kantor Bupati. Mereka akan dipanggil untuk dimintai keterangan," tegasnya. (Ambo Tang)

Raskin di Tellulimpoe Wajo Dijual Rp26 Ribu Per Sak

Raskin di Tellulimpoe Wajo Dijual Rp26 Ribu Per Sak
WAJO, TEKAPE.co - Pengelola Beras Miskin (Raskin) atau yang kini disebut Beras Sejahtera (Rastra) di Desa Tellulimpoe Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulsel, disebut menjual sebesar Rp26 ribu per sak.

Padahal, harga rastra yang ditetapkan Bulog harusnya hanya dijual Rp24 ribu per sak. Itu artinya, pengelola rastra memungut sebesar Rp2000 per sak untuk keuntungan mereka.

Padahal, seharusnya tidak lagi ada kenaikan harga dari yang ditetapkan Bulog. Sebab pengelola rastra telah mendapat insentif melalui Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Wajo.

Mantan pengelola rastra Desa Tellulimpoe, yang minta namanya tak disebutkan, menjelaskan, sesuai aturan yang telah ditetapkan, harga rastra atau raskin di Wajo hanya Rp24 ribu per sak. Tidak boleh dijual di atas itu.

Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Wajo, Ir Andi Musdalifah Z MSi, yang dihubungi Tekape.co, Sabtu 27 Mei, belum memberikan keterangan. Ia mengaku rapat terkait inflasi di Pemprov, sehingga belum bisa memberikan keterangan.

Kades Tellulimpoe, yang dihubungi melalui ponsel pribadinya, juga tidak menjawab. Hingga berita ini diturunkan, Kades belum memberikan keterangan apa-apa terkait hal ini. (ambo tang)


BACA BERITA TERKAIT:
Pengelola Raskin Tellulimpoe Segera Dipanggil ke Kantor Bupati Wajo

Hari Pertama Puasa, Kantor Camat Majauleng Sepi

Majauleng Wajo
WAJO, TEKAPE.co - Hari pertama bulan suci Ramadan, Kantor Camat Majauleng Kabupaten Wajo, tampak sepi, Sabtu 27 Mei 2017, sekira pukul 10.00 wita.

Tampak hanya tiga orang yang datang berkantor. Kondisi ini sebenarnya sudah sering terjadi, bahkan di hari biasa. Pemkab Wajo memang masih memberlakukan enam hari kerja, atau masuk kantor hingga hari Sabtu.

Dari informasi yang dihimpun, dan pemantauan Tekape.co, pegawai di kantor Kecamatan Majauleng memang sering terlambat masuk dan cepat pulang.

Sekcam Majauleng, Drs Andi Tatta SSos MSi, yang baru beberapa bulan bertugas, juga disebut-sebut sering terlambat berkantor.

Andi Tatta yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu pagi, enggan berkomentar banyak soal kurangnya pegawai masuk berkantor.

Selain itu, Andi Tatta, yang dimintai komentarnya terkait penilaian pada lomba kebun Toga 18 Mei lalu, di Desa Tellulimpoe, hanya mengeluhkan tidak adanya kendaraan operasional. (ambo tang)

Camat Sajoanging Imbau Rumah Makan Tutup Selama Ramadan

Camat Sajoanging Imbau Rumah Makan Tutup Selama Ramadan
WAJO, TEKAPE.co - Camat Sajoanging, Agus Syam SSos MSi, menggelar rapat kerja bersama dengan Muspika Sajoanging, UPTD Pendidikan, lurah, kepala desa se Kecamatan Sajoanging, Sabtu 27 Mei 2017, di Aula Kantor Camat Sajoanging, Kebupaten Wajo, Sulsel.

Agus Syam, yang ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan, rapat tersebut membahas banyak hal. Diantaranya dalam rangka menjalankan ibadah bulan suci Ramadan. Ia mengimbau agar menghormati bulan suci Ramadan.

"Kami harap warung tidak ada yang buka di siang hari selama Ramadan ini. Jaga keamanan, agar wilayah kita tetap aman dan nyaman," ujarnya.

Selain itu, dibahas juga safari Ramadan, baik di tingkat kecamatan, maupun di tingkat kabupaten. Juga dibahas persiapan acara 17 Agustus 2017. (ambo tang)

Terbaru

Recent Posts Widget