Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

Akses Jalan ke Kampung Penghasil Kelapa Sawit di Lutra Ini Seperti Kubangan Kerbau

Akses Jalan ke Kampung Penghasil Kelapa Sawit di Lutra Ini Seperti Kubangan Kerbau
BAEBUNTA, TEKAPE.co - Akses jalan ke kampung penghasil kelapa sawit, di Dusun Rante Paccu, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, rusak parah.

Akses jalan berlumpur seperti kubangan kerbau. Padahal kampung tersebut tak jauh dari Jl Trans Sulawesi di Luwu Utara. Kemudian Dusun Rante Paccu tersebut juga merupakan salah satu penghasil kelapa sawit di Luwu Utara.

Akses jalan tersebut satu-satunya yang harus dilalui warga Dusun Rante Paccu dan Dusun Pajangan Atas Desa Baebunta Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara.

"Jarak dari Asrama Brimob Baebunta yang sudah diaspal hanya sekitar 2 km dari Jl Trans Sulawesi. Kalau dilihat dari rasio pendapatan, maka Dusun Rante Paccu layak diperhitungkan, karena pajak kelapa sawit sangat besar dari sini," kata Rancang, warga setempat.

Menurutnya, jalan ke Dusun Rante Paccu lebih parah. Jarak hanya 3 Km dari Ibu Kota Kecamatan dan 10 Km dari Kota Masamba. Namun sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan.

"Bayangkan kalau musim hujan seperti ini. Jalanan jadi berlumpur dan licin. Sehingga tak semua pengendara motor bisa melintas," ujarnya.

Di dalam Dusun Rante Paccu, terdapat 2 sekolah,  SD Negeri 034 Rante Paccu dan SMP Negeri 6 Baebunta. Siswa dan guru juga melintas di jalan ini. (jsm)

Alumni SMPN 1 Sabbang Pilih Reuni di Permandian Air Terjun Sarambualla

Alumni SMPN 1 Sabbang Pilih Reuni di Permandian Air Terjun Sarambualla
SABBANG, TEKAPE.co - Tak seperti kebanyakan reuni, alumni 2010 SMP Negeri 1 Sabbang Kabupaten Luwu Utara, memilih untuk reuni di wisata alam Permandian Air Terjun Sarambualla, Desa Kalotok, Kecamatan Sabbang, Sabtu 1 Juli 2017.

Ketua Panitia, Nahrul, menuturkan, pihaknya senggaja melakukan reuni disana, agar berbeda dengan yang lain. Selain melepas kangen, sekaligus juga melepas penat.

"Di samping kita bersilahturrahmi dengan teman lama, juga memperkenalkan kepada teman alumni keindahan alam dan jernihnya air terjun Sarambuallah, yang merupakan objek bisa bagian selatan Kabupaten Luwu Utara," ujarnya.

Selain melakukan reuni, mereka juga melakukan bakti sosial berupa pembersihan sampah di lokasi permandian. (jsm)

Bicarakan Pengembangan Sagu, Bupati Lutra Bertolak ke Jepang

Bicarakan Pengembangan Sagu, Bupati Lutra Bertolak ke Jepang
Indah Putri. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Sebagai salah satu upaya pengembangan kampung sagu yang ada di Kabupaten Luwu Utara, Bupati Luwu utara, Indah Putri Indriani dijadwalkan bertolak ke Jepang, Sabtu 1 Juli 2017 ini.

Luwu utara merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota di Tana Luwu telah sepakat bersama untuk berbagi peran dalam rangka pengembangan tanaman sagu.

Kabag Humas dan Protokol Luwu Utara, Suryadi Djafar, mengatakan, bupati ke Jepang sebagai tindak lanjut pembahasan pengembangan kampung sagu yang sudah gencar dibahas sebelumnya bersama Prof Ozosawa Katsuya dari Jepang.

"Di Jepang, beliau (Bupati Luwu Utara) akan memaparkan potensi pengelolaan kampung sagu yang ada di Kabupaten Luwu Utara," kata Suryadi, ditemui di Warkop Teras Adira Masamba.

Sementara itu, Bupati Perempuan Pertama di Sulsel ini, yang ditemui sebelum berangkat di halaman rumah jabatannya, mengatakan, kabupaten Luwu Utara diundang langsung oleh JICA (Japan Internasional Coorperation Agency) untuk ke Jepang guna membahas keseriusan dalam pengembangan kampung sagu.

Dia juga menambahkan, selain membahas kampung sagu, di negeri Sakura tersebut juga akan belajar program apa yang dapat dijadikan sebagai inovasi untuk mengembangkan Luwu Utara. (jsm)

Persiapan Praporda, AFK Luwu Utara Seleksi Atlet

Persiapan Praporda, AFK Luwu Utara Seleksi Atlet
MASAMBA, TEKAPE.co - Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Luwu Utara menggelar seleksi terbuka di kompleks Rujab Bupati Lutra, Jl Andi Djemma, Masamba, Jumat 30 Juni 2017, sore.

Seleksi ini untuk mencari pemain yang akan diproyeksi memperkuat Luwu Utara pada Praporda Sulsel cabang olahraga futsal.

Pekan Olahraga Daerah (PORDA XVI) Sulsel Tahun 2018, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pinrang.

Ketua AFK Luwu Utara, Hamrullah, mengatakan seleksi ini dilaksanakan sebagai persyaratan harus mengikuti seleksi, pemain maksimal kelahiran 1 Januari 1997. Warga Luwu Utara dibuktikan dengan dokumen domisili yang sah.

"Kami berharap seluruh pemain, penggiat hingga pecinta futsal Luwu Utara mengikutsertakan pemainnya mengikuti seleksi," katanya. (jsm)

Jelang Pilgub Sulsel, Ketua IKAT Lutra Minta Kedepankan Politik Santun

Jelang Pilgub Sulsel, Ketua IKAT Lutra Minta Kedepankan Politik Santun
Marthina Simon. 
WALMAS, TEKAPE.co -- Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Luwu Utara (Lutra), Ir Marthina Simon MSi, berpesan agar masyarakat Sulsel, khususnya Luwu Utara lebih mengedepankan politik santun.

Hal itu disampaikan, saat ditemui di kediamannya, di Desa Salulino Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Jumat 30 Juni 2017.

"Silahkan perkenalkan kandidat masing-masing. Namun mari kita jaga politik yang menyudutkan bakal calon lain. Pakailah media sosial (Medsos) dengan baik. Mari kedepankan politik santun," pesannya.

Hal itu disampaikan, mengingat saat ini, jelang masuknya tahun politik, di media sosial marak kampanye hitam, saling menjelekkan, utamanya di Medsos akhir- akhir ini.

Untuk diketahui, mantan pejabat eselon II Marthina Simon ini biasa dipanggil Indo'na Toraja di Luwu Utara. Kini ia sebagai Staf di Pemerintahan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. (jsm)

Disbud Lutra Usul Budaya Lokal Tanah Luwu Jadi Mapel Mulok

Disbud Lutra Usul Budaya Lokal Tanah Luwu Jadi Mapel Mulok
Kepala Dinas Kebudayaan Drs. F. Patuang, MM
 LUWU, TEKAPE.co -- Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Luwu Utara, Drs F. Patuang, MM, Demi melestarikan sejarah serta kearidan lokal budaya Tanah Luwu mengusulkan agar Budaya Lokal Tanah Luwu ini dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran Muatan Lokal (Mulok).

Hal itu ia ungkapkan, karena melihat kondisi nyata dimana budaya di Tanah Luwu mulai tergeser.

"Tak dapat dipungkiri bahwa pengaruh budaya asing bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan khususnya orang di Luwu Utara,Luwu ,Luwu Timur,dan Palopo sudah sangat terasa pengaruhnya terutama di kalang anak muda," ucap, Kadis Kebudayaan Lutra, Drs F. P Patuang, MM.

Patuang mengungkapkan, kearifan lokal budaya lokal Tanah Luwu sangatlah besar misalnya Kabupaten Luwu Utara ada budaya Rongkong, Seko dan Rampi, di Luwu ada budaya Bastem, dan lainnya yg memang penduduk asli di Tana Luwu ini, semua budaya baik kesenian haruslah di lestarikan.

Menurutnya, salah satu langkah kongkrit yang harus dilajukan untuk menjaga dan melestarikan budaya orang Luwu ini yakni memperkenalkan sedini mungkin budaya dan sejarah Luwu terhadap generasi muda melalui bangku sekolah dan dengan sanggar- sanggar budaya.

"Sejarah dan nilai-nilai budaya Luwu sudah saatnya dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah- sekolah, mulai dari SD, SMP sampai SMA/SMK," ujarnya. Kamis 29 Juni 2017.

To makaka Rongkong ini, menuturkan, untuk menggali dan mengeksplor kekayaan Sejarah dan Kebudayaan Tana Luwu yang saat ini mulai tergeser dan terasing dari komunitasnya sendiri.

Maka Pemerintah yang ada di Tana Luwu melalui Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan harus bersinergi.

"Masing- masing mengajukan langkah- langkah kongkrit untuk melestarikan kekayaan sejarah dan nilai- nilai budaya Tana Luwu," ucap, F. Patuang.

Selain itu, Patuang, juga menkhwatirkan maraknya kelompok atau orang-orang tertentu yang cenderung mempolitisasi sejarah dan kebudayaan.

Menurutnya, Jika hal ini dibiarkan terus menerus,maka sejarah dan kebudayaan Luwu akan mengalami keterasingan dalam masyarakat Tana Luwu itu sendiri.

"Untuk memasukkan sejarah dan kebudayaan orang lain Luwu sebagai muatan lokal pada sekolah- sekolah yang ada di Tana Luwu, maka hal ini dapat dibicarakan secara bersama dalam satu meja," terangnya. (Jsm).

Sekda dan Anggota DPRD Lutra Apresiasi Peluncuran Warung Pajak

Sekda dan Anggota DPRD Lutra Apresiasi Peluncuran Warung Pajak
Suasana Acara Halal Bil Halal dan Launcing Warung Pajak di Sukamaju, Lutra
LUTRA, TEKAPE.co -- Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara (Lutra), melalui Sekretaris Daerah, Abd. Mahfud dan Anggota DPRD Lutra, Rudi Hartono memberikan apresiasi peluncuran Warung Pajak, yang di gagas oleh Sekcam Sukamaju, Mursalim, S.Ip.

Hal itu, diungkapkan dalam acara  Halal bi Halal yang dirangkaikan dengam 'Launcing Warung pajak'  di Desa Tulung Indah Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. Kamis, 29 Juni 2017.

"Saya sangat mengapresiasi atas peluncuran warung pajak ini. Di mana keberadaan warung pajak ini akan sangat membantu para wajib pajak bumi dan bangunan untuk melaksanakan kewajibannya kepada negara," ujar, Sekda Lutra Abd. Mahfud.

Mahfud, menambahkan warung pajak ini akan melayani di loket, dimana akan standby di tempat  pada jam dan hari kerja yang akan di tentukan dan buka setiap hari sampai batas akhir pelunasan PBB.

Selain, mengapresiasi Peluncurun Warung Pajak ini, Sekda Lutra, Abd. Mahfud, juga memberikan apresiasi  dan menaruh kebangaan kepada sang penggagas lahirnya warung pajak yakni Sekretaris Camat Sukamaju Mursalim. S. Ip.

Disamping itu, Anggota DPRD Lutra, Rudi Hartono, juga memberika apresiasi akan kehadiran Warung Pajak ini, ia, berharap semoga dengan kehadiran warung pajak ini semakin memotivasi masyarakat agar taat pajak karena semakin di permudah.

"Jika selama ini sistem yang di lakukan adalah sistem jemput bola  dari rumah kerumah tapi dengan Hadirnya warung Pajak ini Masyarakat tidak perlu lagi menunggu jemputan untuk melakukan pembayarannya Pajak Untuk pembangunan. 'Orang bijak taat pajak Ayo bayar pajak PBB anda Mari jadi pelopor pembangunan lewat pajak," ucapnya.

Perlu diketahui, dalam uji petiknya warung pajak untuk sementara di terapkan di tiga desa yakni Desa Tulung Indah, Desa Tulung Sari dan Desa Sukamukti.

Dalam kegiatan ini, turut Hadir dalam kegiatan ini. Anggota DPRD  Provinsi Sulawesi Selatan Marjono, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara Sudirman Salomba, Camat Sukamaju, Anggota Polsek Sukamaju. Tokoh Masyarakat. Tokoh Agama. Tokoh Pemuda dan segenap Undangan Lainnya. (Jsm).

Pemdes Pompaniki Umumkan Penggunaan APBDesa Lewat Baliho

Pemdes Pompaniki Umumkan Penggunaan APBDesa Lewat Baliho
Pemdes Pompaniki Umumkan Pengunaan APBDesa Lewat Baliho
LUTRA, TEKAPE.co -- Demi memberikan ketransparansian mengenai penggunaan Anggaran Pengeluaran Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2017 kepada masyarakat.

Pemerintah Desa (Pemdes) Pompaniki, Kecatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulsel, mengumumkan dan paparkan APBDesa Tahun 2017 lewat baliho.

Kepala Desa Pompaniki Drs. Jayadi, baliho info grafis di buat dengan ukuran 3X4, yang telah merinci segala perencanaan penggunaan APBDesa diantaranya, Pendapatan Rp.1.201.077.000, Dana Desa Rp. 791.800.000 Untuk ADD Rp. 397.203.000.

Hal itu, didasarkan pada pantauan di baliho info grafis yang dipajang di halaman kantor Desa Pompaniki di Jln. Trans Sulawesi 28 Km dari Kota Masamba dan 36  Km dari Kota Palopo.

Sementara itu, Untuk program kerja Pemdes Pompaniki yang menggunakan APBDesa yang telah dirincikan yakni, Sebesar Rp. 337.977.080  untuk penyelenggaraan pemerintahan desa. Pemberdayaan masyarakat Rp 17.300.000, pembinaan kemasyarakatan Rp 45.900.000.

Disamping itu, untuk anggaran pembangunan sebesar, Rp.751.909.700 dan kegiatan belanja tak terduga Rp 1.055.620 sedangkan Pembiayaan Rp 46.934.600. (Jsm).

Kades Kalotok Harap Bupati Lutra SK-kan Tim Relawan Pemantau Sungai

Kades Kalotok, Harap Bupati Lutra SK-kan Tim Relawan Pemantau Sungai
Kades Kalotok Jusman, Saat Menyampaiakn Sambutannya dalam acara Pelepasan Bibit Ikan Nila di Sungai Walu-walu
LUTRA, TEKAPE.co -- Kepala Desa Kalotok, Jusman, di hadapan Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani mengharapkan agar Tim Relawan Pemantau Sungai yang dibentuknya agar dibuatkan Surat Keputusan (SK).

Hal itu, di ungkapkan oleh, Jusman saat menyampaikan sambutannya dalam acara pelepasan 3.000 bibit Ikan Nila ke sungai walu-walu di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara. Rabu 28 Juni 2017, Kemarin.

Pembuatan SK dimaksudkan oleh Kepala Desa Kalotok, Jusman, agar legelitasnya kuat, ada dana pemberdayaan APBN di desa yang gunakan pengawasannya bisa optimal.

"Kita Harap Bupati Lutra Buat SK untuk tim relawan Pemantau Sungai, karena Kalau di SK-kan, legelitasnya kuat, ada dana pemberdayaan APBN desa yang kita gunakan, pengawasannya juga optimal," harap, Jusman.

Selain itu, Kepala Desa Kalotok Drs Jusman berharap kepada bupati Luwu Utara, agar normalisasi sungai walu-walu ini Pemkab Lutra bisa memberikan perhatian serta melakukan penanaman rumput gajah di pinggiran sungai yang bisa bermanfaat sebagai penahan air.

"Saya berharap pemanfaatan sungai walu-walu yang baru di normalisasi ini, ada pemerhatian dari pemkab luwu utara penanaman rumput gajah sepanjang pinggir sungai, di samping sebagai penahan air bermanfaat sebagai pakan ternak dan dapat bernilai ekomomis bagi warga," terangnya.

Perlu di ketahui, alasan di bentuknya tim relawan pemantau sungai walu-walu bertujuan untuk pemeliharaan dan pencegahaan banjir serta melastarikan biota sungai.

Disamping itu, dalam kegiatan ini, Bupati Lutra yang akrab di Sapa Indah ini didampingi para Pimpinan SKPDnya, Kepala Desa se Kecamatan Sabbang, Kelompok Tani, Tokoh Adat,Tokoh Pemuda dan warga Masyarakat setempat.(jsm)

Jalan Utama Desa Lawewe Rusak Parah dan Berlumpur, Warga Minta Perhatian Pemkab Lutra


Jalan Utama Desa Lawewe Rusak Parah dan Berlumpur, Warga Minta Perhatian Pemkab Lutra
Motor Milik Salah Seorang Warga Terjebak di Kubangan Berlumpur
LUTRA,TEKAPE.co -- Warga Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, mengeluhkan kondisi jalan yang tiap hari dilalui, pasalnya akses utama mereka ini berlumpur dan berkubang.

Warga setempat terpaksa melintasi jalan berkubang dan berlumpur tersebut karena ini meruapakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

Selain menjadi jalan akses utama, jalan ini juga dinilai sangat strategis, karena menghubungkan tiga desa menuju wilayah Lamasi Kabupaten Luwu.

Salah seorang Warga Desa Lawewe, Rahum, meminta pemangku kebijakan di Kabupaten Luwu Utara untuk memperhatikan dan memperbaiki jalan dari Lawewe menuju Limbong Wara, Lembang-Lembang dan Lamasi.

''Masyarakat  terpaksa melintasi jalan yang berkubang  berlumpur karena jalanan ini,satu-satunya jalan utama masyarakat untuk membawa hasil bumi di jual dan masyarakat  membutuhkan perbaikan". Ujarnya.

Rahum mengungkapkan, Pemkab  Lutra, jangan sampai timbul kesan pemerintah ibarat poco-poco,maju selangkah, mundur dua langka.

"Tabe, hentikan pencitraan saatnya kerja nyata,'' ucap, Warga Desa Lawewe ini.

Disamping itu, salah satu guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Baebunta, Sri Wahyuningsi, membenarkan jalan yang menujuh kesekolahnya rusak parah, motor yang dia kenderai biasa tenggelam dan terperangkap di lumpur.

"Kami sangat berharap ada perhatian la' dari pemerintah daerah supaya jalan di Desa Lawewe ini di perbaiki," tuturnya.(Jsm)

Bupati Lutra Lepas Bibit Ikan Nila di Sungai Walu-walu

Bupati Lutra Lepas Bibit Ikan Nila di sungai walu-walu
Bupati Luwu Utara Saat Melepaskan Bibit Ikan di Sungai Walu-walu
LUTRA, TEKAPE.co -- Demi menjaga, Memelihara dan memanfaatkan sungai untuk kesejahteran di bidang pertanian dan perikanan, Bupati Luwu Utara, Hj. Indah putri indriani, S.IP,M.Si, melepas 3.000 Bibit Ikan Nila di sungai walu-walu di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Rabu, 28 Juni 2017.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lutra yang akrab di Sapa Indah ini  didampingi para SKPDnya, Kepala Desa se Kecamatan Sabbang, Kelompok Tani, Tokoh Adat,Tokoh Pemuda dan warga Masyarakat setempat.

Melalu kesempatan itu, Indah Putri Indriani, berharap agar sungai bisa di jaga, pelihara, serta memanfaatkan sungai, demi meningkatkan kemajuan di bidang pertanian dan perikanan serta menghidupkan semangat gotong royong.

"Mari kita menjaga, Memelihara dan memanfaatkan sungai untuk kesejahteran kita di bidang pertanian dan perikanan dengan menjaga sungai kita dengan menghidupkan semangat kegotong royong di tiap desa," ujarnya.

Selain itu, Indah juga mengaharapkan agar sungai walu-walu ini, di jaga supaya tidak ada sampah dan zat kimia yang mencemari sungai, karena sungai merupakan sumber penghidupan bagi banyak orang.

Sementar itu, untuk mencegah banjir setiap desa bisa membentuk relawan pemantau sungai dengan perdayaan dana APBN Desa.

Disamping itu, dalam sambutannya, Kepala Desa Kalotok Drs. Jusman mengatakan selesai normalisasi sungai walu-walu ini Pemkab Lutra bisa memberikan perhatian serta melakukan penanaman rumput gajah di piggiran sungai yang bisa bermanfaat sebagai penahan air.

"Saya berharap pemanfaatan sungai walu-walu yang baru di normalisasi ini, ada pemerhatian dari pemkab luwu utara penanaman rumput gajah di pinggir sungai, di samping sebagai penahan air bermanfaat sebagai pakan ternak dan dapat bernilai ekomomis," ujarnya.

Sebelum melepas bibit Ikan Nila, Bupati cantik ini lebih dulu mengucapkan minal aidin walfaizin mohon maaf lahir batin di hadapan masyarakat. (Jsm).

Sekcam Sukamaju Gagas Warung Pajak

Sekcam Sukamaju Gagas Warung Pajak
Sekcam Sukamaju Mursalim
LUTRA, TEKAPE.co -- Demi meningkatkan parstisipasi masyarakat dalam membayar pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2), yang dirasa masih sangat rendah, tidak sampai 60%.

Memunculkan ide Sekretaris Camat Sukamaju, Mursalim, mengagas Warung Pajak (WP).

Tujuan dari Warung Pajak ini untuk memudahkan masyarakat transaksi pembayaran PBB-P2 di desa dalam melunasi pajak.

“Kanapa muncul ide warung pajak ini? Karena setelah saya masuk di Kecamatan Sukamaju bulan 9 lalu, tingkat partisipasi masyarakat tidak sampai 60%. Itu terungkap setelah saya jalan bersama pak camat di beberapa desa,” ungkap Mursalim.

Menurut Mursalim, ada beberapa faktor kenapa kesadaran masyarakat masih rendah. Pertama kata pria yang murah senyum ini, kendala ada di tingkat desa, dalam hal ini kolektor yang belum intens melakukan penagihan.

“Kolektor itu kan dari rumah ke rumah. Persoalannya kemudian adalah masyarakat nanti bayar pajak kalau ada kolektor datang menagih. Nah, kalau sudah tidak ada, tentu dia belum bayar. Kalau pun kolektor menagih, belum tentu wajib pajak ada di rumah,” ujar pejabat yang akrab disapa Chali ini.

Kedua, Chali, mengatakan, terkait tempat kepemilikan tanah atau bangunan si wajib pajak, yang terkadang tidak sama. Ini juga persoalan menurut Chali. “Ada tanah misalnya di Sukamaju, tapi pemiliknya ada di luar Sukamaju. Nah, kalau begitu kondisinya, kan susah melakukan penagihan,” tambahnya.

Guna mengatasi semua persoalan tersebut, terutama bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, maka Chali menggagas Warung Pajak yang rencananya akan diujicobakan dulu di tiga desa di Sukamaju, yakni Tulung Indah, Tulungsari dan Sukamukti.

Jika Warung Pajak di tiga desa tersebut berhasil meningkatkan persentase kesadaran masyarakat, maka akan dibentuk lagi di beberapa desa.

“Untuk sementara kita ambil tiga sampel dulu, yaitu Desa Tulung Indah, Tulungsari dan Sukamukti. Jika ini berhasil, maka kita lanjut di desa lainnya,” terang Chali.

Seraya menambahkan bahwa di dalam Warung Pajak, beberapa elemen masyarakat dilibatkan, di antaranya dengan melibatkan Penyuluh Pertanian dan Penyuluh KB yang ada di desa. Dalam waktu dekat, Sosialisasi terkait Warung Pajak ini akan dilaksanakan.(Hms/Jsm)

Hari ke 2 Lebaran, Bupati Lutra Hadiri Open House Gubernur Sulsel

Hari ke 2 Lebaran, Bupati Lutra Hadiri Open House Gubernur Sulsel
Bupati Lutra Saat Makan Malam Bersama Gubernur Sulsel
MAKASSAR, TEKAPE.co -- Bupati Luwu utara Hj. Indah putri indriani, S.IP,M.Si beserta jajarannya di hari ke 2 Lebaran menghadiri Open House Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Makassar, senin, 26 Juni 2017.

Bupati Lutra bersama Kepala kejaksaan negeri Luwu utara Andi mirna, Sekretaris daerah, H. Abd mahfud, Para Asisten Setdakab Luwu utara, Staf Ahli Bupati serta seluruh kepala OPD Kabupaten Luwu utara, Kepala Bagian Setdakab Luwu utara dan camat se Kabupaten Luwu utara, tiba di rumah jabatan Gubernur Sulsel sekitar pukul 19.00 WITA malam.

Saat tiba di Bupati Luwu utara Bersama Rombongan menyempatkan foto bersama sekaligus mengikuti jamuan makan malam bersama dengan Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo.

Usai menyantap makan malam di rujab Gubernur, Indah dan rombongannya melanjutkan menuju kediaman Sekretaris Provinsi Sulawesi selatan Abd Latief, di Jln. Hasanuddin, Makssar.

Kunjungan di akhiri dengan menghadiri acara open house di kediaman Wakil Gubernur Sul-Sel, Agus Arifin Nu’ mang. di jln. H. DG. Ngawing.

Sementara itu, kepala bagian humas dan protokol Pemerintah daerah kabupaten Luwu utara Suryadi djafar,S.IP,MM, mengatakan bahwa bupati Luwu utara beserta rombongan hadir pada agenda tersebut, sebab ini merupakan agenda tahunan yang di harapkan mampu lebih meningkatkan sinergitas hubungan Pemda Luwu utara bersama Pemprov Sulsel.

Senada dengan hal tersebut bupati Luwu utara, Hj. Indah putri indriani, saat di temui usai acara menjelaskan bahwa, agenda ini rutin di laksanakan setiap tahun pada moment perayaan Idul fitri guna mempererat tali silaturahmi antar Pemerintah daerah kabupaten Luwu utara dan Pemerintah provinsi Sulawesi selatan.

"Ini agenda rutin tiapa perayaan Idul fitri, tujuannya untuk mempererat tali silatuhrahmi antara pemerintah daerah kabupaten luwu utara dan pemerintah daerah provinsi sulawesi selatan," tuturnya.

Bupati Perempuan pertama di Luwu Raya ini mengungkapkan bahwa ia beserta jajarannya mendapat sambutan hangat dari Gubernur, Wakil Gubernur serta Sekda Provinsi Sulawesi selatan saat menghadiri acara open housenya.

"Alhamdulillah kita mendapat sambutan hangat dari bapak gubernur,wakil gubernur serta sekretaris daerah provinsi Sulawesi selatan," ungkapnya. (Hms-Jsm)

Ada Yang Unik Dari Tradisi Malam Takbiran di Desa Kalotok Lutra

Ada Yang Unik Dari Tradisi Malam Takbiran di Desa Kalotok Lutra
Warga Kalotok Lutra Saat Pawai Malam Takbiran Mengendarai Odong-odong
LUTRA, TEKAPE.co -- Malam takbiran merupakan malam Idul Fitri atau malam dimana muslim merayakan hari kemenangan. Malam di suarakannya kebesaran Allah.

Namun ada yang unik dengan perayaan malam takbiran di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Sulsel. Dimana warga setempat menggelar malam takbiran dengan mengendarai mobil odong-odong.

Puluhan masyarakat mengendarai odong-odong nelintasi ruas jalan dari Desa Kalotok menuju perbatasan Lutra-Luwu tepatnya di Desa Mari-Mari. Sabtu, 24 Juni 2017.

Salah satu Warga Kalotok, Hj. Madura yang tak lain merupakan pemilik odong-odong ini mengatakan, dari pada pawai menggunakan kendaraan sepeda motor mendingan pakai odong-odong.

"Kami sengaja mengendarai odong-odong supaya tidak menggangu masyarakat serta tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain ketika ada pejalan kaki di pinggir jalan," ujarnya.

Keunggulan menggunakan mobil odong-odaong ini bisa muat sampai 7 orang di banding sepeda motor. (Jsm).

Hari Raya Idul Fitri, Bupati Lutra Titip Tiga Pesan ke Warganya

Hari Raya Idul Fitri, Bupati Lutra Titip Tiga Pesan ke Warganya
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani Saat Menyampaikan Sambutannya di Hadapan Para Jamaah Shalat Idul Fitri
LUTRA, TEKAPE.co -- Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menyampaikan sambutannya di hadapan para jamaah Shlat Ied di Masjid Agung Syuhada Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. Sabtu, 25 Juni 2017. Menitipkan tiga pesan penting kepada masyarakatnya.

Ketiga pesan yang disampaiakn Bupati Lutra ini, yaitu, Pertama, nilai-nilai Ramadan harus senantiasa dilestarikan, Kedua, seorang muslim sejati harus senantiasa menegakkan aqidahnya. Ketiga, masyarakat harus mempertahankan ukhuwah wataniah (rasa cinta tanah air) dan memelihara ukhuwah islamiyah.

“Melalui Hari Raya Idul Fitri ini saya ingin menyampaikan pesan penting yang perlu di ingat dan diamalkan oleh masyarakat Lutra. Pertama, dengan hikmah puasa kita lestarikan nilai-nilai ramadan yang universal, kedua, Kita Pertahankan dan tegakkan aqidah sebagai seorang muslim sejati, dan ketiga, Kita pertahankan ukhuwah wataniah dan memelihara ukhuwah islamiyah,” ujar, Indah.

Disamping itu, meskipun pelaksanaan shalat Ied di guyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, namun tidak menghalangi masyarakat untuk hadir bersama jamaah lait untuk mengikuti shalat Ied.

Lokasi salat Ied yang semula di runaway Bandara Andi Djemma, dipindahkan ke Masjid Agung Syuhada. Mengingat daya tampung yang tidak seluas lapangan bandara, akhirnya masjid Syuhada disesaki para jemaah.

“Hari ini kita bersama-sama menjalani idul fitri yang basah, tapi semua itu tidak lantas membuat kita bercerai-berai dan meninggalkan salat idul fitri yang suci ini," tutur, Bupati Lutra Indah.

Sementara itu, Indah menambahkan bahwa, hujan yang turun di hari kemenangan sesungguhnya adalah berkah bagi umat muslim.

“Sesungguhnya hujan yang turun di hari yang suci ini adalah berkah karena besar harapan kita, Allah Swt menghujani kita dengan segala ampunan dan  permohonan maaf dari kita untuk Allah Swt, dan dari kita sesama umat muslim,” jelasnya.

Di sisi lain, khatib salat Ied, ustadz Rahman Qayyum, dalam khutbahnya mengatakan, antusiasme umat muslim di Luwu Utara khususnya di kota Masamba, sungguh sangat luar biasa. Di tengah guyuran hujan, umat muslim masih berbondong-bondong mengikuti rangkaian ibadah idul fitri.

“Salat ied hari ini adalah berkah yang luar biasa di hadapan Allah Swt. Begitu antusiasnya, warga Masamba dengan syiar islamnya datang ke lapangan meski hujan, tapi Allah menurunkan rahmat berupa hujan, sehingga kita salat di masjid yang indah ini,” ucap Rahman.

Ustadz kondang asal Kota Makassar ini juga mengajak kepada jamaah ied agar senantiasa mendoakan orang tuanya dan memuliakan orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

“Momentum hari raya ini kita jadikan sebagai momentum untuk mendoakan orang tua kita," ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pentingnya meminta maaf ke orang tua, terutama seorang ibu.

"Selama sembilan bulan, Ibu mengandung sertan melahirkan kita. Bayangkan, di saat kita punya jabatan, kita belum sempat memberikan kenikmatan kapadanya karena mereka sudah berada di alam barzah maka dari itu, muliakan mereka dengan doa," ujarnya. (Hms-Jsm)

Warga Keluhkan Limbah Pabrik Jas Mulia

Warga Keluhkan Limbah Pabrik Jas Mulia
Limbah asap dari cerobong asap Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT. Jas Mulia
LUTRA, TEKAPE.co -- Limbah asap dari cerobong asap Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT. Jas Mulia yang berlokasi di Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Mulai meresahakan warga setempat,  pasalnya limbah berupa asap menimbulkan bau tak sedap dan menimbulkan polusi udara.

Sejumlah warga Minanga Tallu mengaku limbah dari Pabrik PT. Jas Mulia mulai menggangu masyarakat dua bulan pasca beroperasi. Limbah yang dibuang begitu saja mulai menimbulkan aroma yang menganggu masyarakat.

"Bau tak sedap muncuk sebulan terakhir ini,  kami minta Pemerintah menegur PT Jas Mulia," tegas, Mulyadi  Warga Minanga Tallu.

Sementara itu, Jaringan Pemantau Kebijakan Pemerintah (JPKP) Muhammad Darwis saat mengunjungi Pabrik Jas Mulia mengaku limbah dan polusi udara dari Industri Kelapa Sawit itu memang dibuang secara serampangan.

Bau yang dikeluarkan sudah sangat meresahkan warga setempat, Bahka  jarak 500 meter bau menyengat masih dirasakan.

"Saya melihat belum ada pengelolaan limbah disana, dan dibuang begitu saja, kami harap ada teguran kepada pihak perusahaan tersebut,"Harap Darwis.

Lanjut Darwis, keberadaan investor tersebut memang memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat, tetapi dalam pengelolaannya tentu tidak boleh melanggar aturan, meresahkan masyarakat, menganggu lingkungan sekitar.

"Sebelum didirikan perusahaan memiliki harus memiliki izin Amdal, ikutilah apa perintah amdal tersebut, tidak boleh serampangan membuang limbah," pungkasnya. (Jsm)

Pawai Mobil Hias Gema Takbir di Lutra Berlangsung Meriah

Pawai Mobil Hias Gema Takbir di Lutra Berlangsung Meriah
Bupati Lutra Saat Melepas Pesrta Pawai Mobil Hias Gema Luwu Utara Bertakbir
LUTRA, TEKAPE.co -- Meski di guyur hujan saat pelaksanaan pawai mobil hias gema Luwu Utara bertakbir, namun tidak menyurutkan antusias dan semangat peserta untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara yakni Kota Masamba berlangsung aman dan meriah.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani merasa senang dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat menyukeskan kegiatan yang sempat vakum beberapa tahun ini.

“Alhamdulillah, tepat pukul 11.30 wita, kita tiba pada pengujung acara, dan atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi apa yang kita lakukan sejak tiga hari kemarin,” ujarnya. Sabtu, 24 Juni 2017.

Orang nomor satu di Luwu Utara itu mengatakan, meski persiapan tidak lama, tidak sampai seminggu, tapi hasil yang didapat sungguh di luar biasa, di luar ekspektasi dirinya.

“Meski persiapan panitia tidak terlalu lama, tapi apa yang kita lihat malam ini sungguh luar biasa. Antusiasme peserta dan warga betul-betul di luar ekspektasi saya. Saya hanya bisa membayangkan, bagaimana jika kegiatan ini kita persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Bisa-bisa tempat ini tidak bisa menampung kendaraan yang ada,” terang Indah Putri.

Gema Luwu Utara Bertakbir diawali dengan Festival Bedug dan ditutup pawai mobil hias. Puncaknya, pawai mobil hias yang diikuti 103 mobil, dari 36 peserta yang ikut ambil bagian.

Peserta berasal dari instansi pemerintahan, kecamatan, ormas islam, dan masjid. Rute perjalanan dimulai dari Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Pos Polisi di Kappuna, SMAN 1 Masamba, Desa Kamiri, Desa Baloli, Kantor BPD, Pasar Sentral Masamba, Perempatan Toko Nanda, Toko Remaja, sampai kepada Pos Polisi Bandara, dan finish di Rujab.

Beberapa mobil hias sempat menyita perhatian penonton. Mobil hias Dinas Tanaman Pangan paling menyita, karena instansi tersebut menghias traktor menjadi kendaraan hias. Belum lagi mobil hias Pemerintah Kecamatan Malangke Barat yang memodifikasi mobilnya menyerupai perahu.

Menariknya, di dalam perahu itu diisi pohon sagu sebagai simbol kearifan lokal wilayah tersebut. Belum lagi mobil hias Kantor Bandara Andi Djemma yang begitu semarak dengan ornament-ornamen religi.

Namun pada akhirnya yang menjadi juara pertama adalah peserta dengan nomor 01, Musholla Daarunnajah Desa Patoloan Kecamatan Bone Bone. Juara II Pemerintah Kecamatan Malbar (06) dan Juara III Bandara Andi Djemma Masamba (30).

Adapun kriteria penilaiannya adalah keindahan hiasan, lagu dan nada takbiran, serta kemeriahan peserta.

Ketua Panitia, Amiruddin, mengatakan, kegiatan pawai takbir keliling dengan mobil hias ini terselenggara atas kerjasama Pemda Lutra, BKPRMI, KAHMI, dan BAZNAS.

“Setelah kita memecahkan rekor wisuda akbar 1.540 santri, kali ini kita kembali melakukan kegiatan yang sungguh luar biasa, karena sebelumnya kegiatan ini begitu mendapatkan tantangan dan penolakan. Tapi kekhawatiran itu itu tidak berwujud. Gema Lutra bertakbir dengan pawai mobil hias berlangsung semarak, meriah, aman dan lancar," ungkapnya.

"Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Bupati dan segenap jajarannya yang mendukung kegiatan ini, terkhusus kepada aparat keamanan, TNI dan Kepolisian,” pungkas Amir.

Kegiatan gema Lutra bertakbir ditutup dengan lantunan takbir Bupati dan pimpinan SPKPD yang dipimpin Ustadz Muhammad Syaifuddin Al Hafidz. (Hms-Jsm)

Perketat Pengamanan Malam Lebaran, Polres Lutra Siagakan Personil di Tapal Batas



Perketat Pengamanan Malam Lebaran, Polres Lutra Siagakan Personil di Tapal Batas
Personil Mapolres Luwu Utara
LUTRA, TEKAPE.co -- Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Luwu Utara dalam rangka memperingati hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mapolres Lutra perketat pengamanan di tapal batas.

Seperti yang terlihat di tapal batas antara Kabupaten Luwu dan Lutra tepatnya di Desa Mari-Mari pos pengamanan di jaga ketat sejumlah personil kepolisian yang di pimpin langsung Akp Baharuddin.

“Ini di lakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada pemuda yang melakukan aksi pawai karena kita ingin di malam di perayaan kemengan ini tentram dan damai,” ujar,  Baharuddin. Sabtu, 24 Juni 2017.

Lebih jauh, AKP, Baharuddin menjelaalskan, ada dua Desa bergabung melakukan pawai namun segeran di cegat agar tidak melanjutkan pawai.

"Ini di lakukan untuk menjaga ketertiban masyarakat, sehingga tidak di berikan izin untuk melakukan pawai dengan menggunakan kendaraan seperti sepeda motor dan membunyikan petasan,” jelasnya.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Sabbang ada lima titik padal pos pengamanan, tepatnya di wilayah depan pasar, Desa malimbu, Nusa, Desa salulayya dan Desa mari-mari perbatasan Luwu Utara dan Luwu, tutup, Baharuddin. (Jsm).

Dibuka Bupati Indah Putri, Peradah Cup IV Umat Hindu Resmi Bergulir

Dibuka Bupati Indah Putri, Peradah Cup IV Umat Hindu Resmi Bergulir
SUKAMAJU, TEKAPE.co - Peradah Cup IV yang di Kabupaten Luwu utara, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamaju resmi bergulir, 24 - 26 Juni 2017.

Event sekali dalam dua tahun ini mengusung tema 'Bersatu dalam keberagaman budaya, menjunjung tinggi sportifitas dan solidaritas.'

Kegiatan ini akan mempertandingkan olahraga di bidang Catur, Sepak Bola, Bola Volly, Sepak Takraw, Tenis Meja dan bulu tangkis.

Bupati Lutra Hj Indah Putri Indriani, hadir membuka acara ini. Turut hadir Ketua DPP Peradah Sulsel Kadek Wijaya, S.Kep Ners, Ketua PHDI Sulsel Ir Nyoman Sumarya, Pembimas Hindu Kemenag Prov Sulsel Drs Simon Kendek Paranta, Wakapolres Lutra serta Tokoh agama hindu dari kabupaten tetangga lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Kadek Mardika, menyampaikan, kegiatan ini diikuti peserta dari 5 kabupaten/kota se Sulsel, diantaranya Luwu Timur, Kota Palopo, Tanah Toraja, Kota Makassar dan Tuan Rumah Luwu Utara.

"Ini bertujuan, selain sebagai wujud silaturrahmi antar umat agama Hindu, juga untuk mempertahankan keutuhan NKRI," tandasnya.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri, dalam sambutannya, menyampaikan, atas nama Pemkab Lutra, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Peradah, baik dari tingkat kabupaten begitupun dari tingkat provinsi.

"Inti dari kegiatan, bagaimana supaya kita bisa menghidupkan kembali kebersamaan kita dalam keberagaman. Juga melalui kegiatan ini kita ingin mendeklarasikan, meskipun kita berbeda-beda atau beragam tapi kita tetap satu. Meskipun besok kami dari umat muslim akan melaksanakan hari raya idul fitri, bukan berarti hari ini kami tidak bisa bersama-sama dengan saudara-saudara umat Hindu untuk melaksanakan Peradah Cup IV ini," tandasnya.

Indah berpesan, jangan takut dengan keterbatasan untuk melahirkan sesuatu. Karena takut itu adalah emosi negatif yang hanya akan membawa kepada keburukan.

"Jangan pernah merasa sebagai orang lain di daerah ini, silahkan dinikmati keramahan warga lutra yang tentunya telah menyambut hangat kedatangan bapak/ibu sekalian," terang Indah. (hms)


Meriahkan Pawai di Lutra, Camat Malbar Sulap Mobil Jadi Perahu Sagu

Meriahkan Pawai Ramadan, Camat Malbar Sulap Mobil Jadi Perahu Sagu
Mobil yang dimodifikasi untuk menyerupai perahu. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Kabupaten Luwu Utara, khususnya kota Masamba, sebentar malam, Sabtu 25 Juni 2017, diprediksi bakal ramai dengan kendaraan mobil hias dengan ornamen religi.

Ada apa gerangan? Rupanya pawai mobil hias gema takbir menyambut hari kemenangan umat muslim, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, akan dihelat.

Pawai mobil hias mengambil start di depan Rumah Jabatan Bupati dan finish di tempat yang sama. Dipastikan seluruh umat muslim di Masamba akan tumpah ruah menyemarakkan kegiatan yang baru kali ini dihelat sejak beberapa tahun vakum.

Selain masyarat, aparat pemerintah kabupaten dan kecamatan juga ikut mengambil bagian dari kegiatan tersebut.

Tak terkecuali Malangke Barat (Malbar) yang mulai 'on fire' sejak Sulpiadi menjadi camat di sana. Sulpiadi mengatakan, Malbar akan tambil dengan mobil yang 'disulap' menjadi perahu.

Menariknya, di dalam mobil perahu itu akan diisi dengan pohon sagu. “Insya Allah, sebentar malam Malbar hadir dengan naik perahu berisi pohon sagu,” ujar Sulpiadi.

Sulpiadi menambahkan, Malbar akan tampil dengan simbol pohon sagu sebagai representasi dari kearifan lokal di wilayah tersebut.

“Sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal di wilayah kami, maka mobil perahu itu kami isi dengan pohon sagu,” ungkap Camat muda yang begitu mobile dalam bekerja.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Luwu Utara, Amiruddin, menghimbau kepada seluruh peserta pawai mobil hias untuk mematuhi segala ketentuan yang sudah ditetapkan panitia.

“Kami imbau kepada peserta agar mobil dihiasi dengan ornamen islamic atau kedaerahan, mobil diisi dengan tim takbir, menggunakan pengurus suara, dan diupayakan membawa bedug yang mengiringi lantunan takbir,” ujar Amiruddin.

Amir menambahkan, peserta sudah harus stand by paling lambat pukul 19.00 wita. Start diawali di depan Rujab, kemudian lanjut ke SMAN 1, Kantor Desa Kamiri, Kantor Desa Baloli,  Bank Sulselbar, Toko Nanda, masuk Trans Sulawesi, lalu memutar di Pasar Sentral, Trans Sulawesi, SD Center, Hotel Remaja, DDI, masuk ke Jalur dua dan finish kembali di depan Rujab Bupati Luwu Utara. (lh-hms)

Terbaru

Recent Posts Widget