Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

Pacar Dilamar Orang, Warga Mappedeceng Terjun dari Kapal Bukit Siguntang

Pacar Dilamar Orang, Warga Mangalle Terjun dari Kapal Bukit Siguntang
MASAMBA, TEKAPE.co --  Diduga stres, seorang warga Desa Mangalle Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara, Arfandi alias Sassong (20), lompat dari dek 7 Kapal Motor Bukit Siguntang, Rabu 21 Juni 2017, sekira pukul 11, 30 wita.

Kapal tersebut sedang berlayar dari Tarakan Kalimantan Utara menuju Pelabuhan Parepare Sulawesi Selatan. Belum ada kabar penemuan lelaki yang bekerja sebagai buruh sawit di Kabupaten Berau Kaltara. Peristiwa ini sendiri terjadi pada di laut sekitaran Tanjung Harapan.

Saat kejadian, perwira kapal langsung melakukan pencarian selama satu jam, namun hasilnya nihil. Petugas kapal juga mengerahkan sekoci, tapi korban tetap tidak ditemukan,.

"Aturannya sudah seperti itu. Apabila satu jam pencarian tidak ditemukan kapal terpaksa melanjutkan perjalanan," ungkap salah seorang perwira Kapal An Sukmana.

Sementara rekan korban Ato mengungkapkan sebelum terjun ke laut, korban menitipkan dompet yang berisi uang Rp3 Juta dan sebuah Smartpnone kepadanya.

"Korban memang terlihat gelisah,  sempat minta maaf kepada keluarganya, karena katanya tidak sempat menghubungi," ungkap Atto.

Sementara rekan korban lainnya mengungkapkan bahwa laki-laki sempat menceritakan  bahwa dirinya akan menikah setelah lebaran tahun ini dengan wanita pujaan hatinya, korban kemudian mendengar kabar  bahwa pacarnya telah dilamar oleh lelaki lain. " Mungkin stress,  pacar yang akan dilamar orang lain," ujarnya. (jsm)

Diparkir di Gabungan Dinas Lutra, Mobil Dirusak dan Laptop Milik Pegawai Inspektorat Digasak Maling

Diparkir di Gabungan Dinas Lutra, Mobil Dirusak dan Laptop Milik Pegawai Inspektorat Digasak Maling
Mobil yang dirsauk di Masamba. 
MASAMBA, TEKAPE.co – Mobil milik pegawai Inspektorat Kabupaten Luwu Utara dirusak orang tak dikenal, saat diparkir di parkiran gabungan dinas Pemkab Luwu Utara, Selasa 20 Juni 2017.

Kaca jendela mobil tersebut pecah di sebelah kanan. Sementara laptop yang tersimpan di dalam mobil itu raib digasak maling.

Mobil mini bus merk Daihatsu Xenia warna putih tersebut diketahui milik Nur Thalib Mashar, pegawai Inspektorat Kabupaten Luwu Utara. “Kaca mobil saya pecah dan laptop saya hilang dicuri orang,” kata Nur Thalib.

Menurut Nur Thalib tidak mengetahui persis kapan kejadian pengrusakan mobil miliknya. “Saya baru mengetahuinya saat saya mau pergi salat zhuhur di Masjid Syuhada,” paparnya.

Namun kejadian tersebut, tidak dilaporkan kepada pihak berwajib. Namun korban mengingatkan untuk hati-hati menyimpan barang di Mobil yang sedang terparkir.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Eka Rusli, terkait parkiran yang berada di gabungan dinas, menyebutkan, sebenarnya ada anggota yang jaga setiap hari disitu. (jsm)

Diduga Main Judi, Jukir RSUD Sawerigading Palopo Diciduk

Diduga Main Judi, Jukir RSUD Sawerigading Palopo Diciduk
Penggerebekan judi di Rampoang.
PALOPO, TEKAPE.co -- Juru parkir (jukir) RSUD Sawerigading Palopo, Syarif (26), diciduk anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Wara Utara, karena diduga bermain judi kartu joker di sebuah warung dekat RSUD Rampoang Palopo, Minggu 18 Juni, sekira pukul 22.00 wita.

Saat diintrogasi, pelaku Syarif,  warga Uri,  Kelurahan Manccani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo itu, membantah jika dirinya ikut main judi.

"Saya tidak ikut main pak. Saya hanya duduk-duduk," ucapnya, di hadapan polisi.

Selain mengamankan pelaku, sejumlah uang dan kartu joker, polisi juga mengamankan dua unit motor Yamaha Extreme dan Kawasaki KLX yang diduga milik teman pelaku.

Saat diciduk, tiga orang lainnya berhasil kabur. Sementara sang jukir terpaksa digelandang ke Mapolsek karena diduga ikut bermain judi. (bol/man)

Ramadan, Polsek Wara Utara Amankan Miras

Ramadan, Polsek Wara Utara Amankan Miras
PALOPO, TEKAPE.co - Tim gabungan Polsek Wara Utara melakukan razia di beberapa titik dalam wilayah hukum Polsek Wara Utara, Kota Palopo, Sulsel, Minggu dini hari, 18 Juni 2017.

Titik yang didatangi diantaranya di Kecamatan Bara, dengan sasaran pencurian curat, curas, sajam, narkoba, handak, dan premanisme.

Dalam razia tersebut, polisi menemukan sekelompok anak muda di Jl Ratulangi Kelurahan Rampoang Kecamatan Bara sedang mengonsumsi minuman keras jenis topi rodja.

"Mereka kemudian dibubarkan polisi dan diberikan arahan agar tidak mengonsumsi miras, terutama pada bulan suci Ramadan ini. Kemudian sisa miras tersebut kami sita dan amankan," tutur Kapolsek Wara Utara, Iptu Idris SH. (bol)

Tabung Gas di Makassar Meledak, Tiga Orang Jadi Korban

Tabung Gas di Makassar Meledak, Tiga Orang Jadi Korban
MAKASSAR, TEKAPE.co -- Tiga warga menjadi korba dalam insiden ledakan tabung gas di kos-kosan, di Jalan Batua Raya 9 No 73, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Minggu 18 Juni 2017, sekira pukul 03.18 wita.

Ketiga korban yakni, Sulami (60) seorang ibu rumah tanggal (IRT) mengalami luka bakar di sekujur tubuh, Mimin (45) mengalami luka pada pelipis dan Sakipul Pahmin (20) mengalami luka pada kaki kiri.

Kronologi kejadian berawal saat pemilik kos kosan, Yusran (35), mendengar suara ledakan dari kamar Sulami. Saat keluar dari kamar, Yusran melihat kamar tiga kos kosan rusak parah dan ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina yang terletak di Jalan Toddopuli Raya Timur.

"Diduga ledakan tersebut terjadi akibat selang tabung gas mengalami kebocoran. Sementara kerugian yang dialami pemilik kos belum diketahui," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. (man)

Kapolres Palopo Pantau Pos Pengamanan Mudik

Kapolres Palopo Pantau Pos Pengamanan Mudik
Kapolres Palopo saat meninjau Posko Pengamanan Mudik. 
PALOPO, TEKAPE.co - Untuk menjaga agar keamanan dan kenyamanan masyarakat saat mudik, Polres Palopo membangun empat posko pengamanan, yang tersebar di Kota Palopo.

Posko tersebut berada di Islami Centre, Telluwanua, kawasan Lagota/PNP, dam depan Happy Puppy Palopo, Jl Dr Ratulangi.

Untuk memastikan kesiapan pengamanan posko mudik itu, Kapolres Palopo AKBP Taswin SIk MH, didampingi Wakapolres Palopo Kompol Woro Susilo meninjau langsung Pos Pengamanan yang tersebar di beberapa titik di Kota Palopo, Sabtu malam, 17 Juni 2017.

"Ada 4 Pos Pengamanan Jelang Mudik yang tersebar di Kota Palopo. Salah satunya yang ada di Wara Selatan, Depan Islamic Center ini," ujar Kapolres Palopo. (bol)

Polantas Palopo Amankan Busur dan Pelaku Pemalakan

Polantas Palopo Amankan Busur dan Pelaku Pemalakan
PALOPO, TEKAPE.co -- Salah seorang remaja yang diduga pelaku pemalakan di Jalan Tandipau, Kota Palopo diamakan anggota polisi lalulintas (Polantas) Satlantas Polres Palopo, Sabtu 17 Juni 2017, sekira pukul 2.30 wita.

Selain mengamakan pelaku pemalakan, polisi juga mengamankan satu unit motor yang diduga milik pelaku lainnya dan dua anak busur.

Dari informasi yang didapatkan pelaku sering kali memalak pengguna jalan yang melintas di Jalan Tandipau.

Kasat Reskrim Polres Kota Palopo, AKP Andi Rahmat, saat dikonfirmasi via ponselnya, mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan laporan penangkapan pelaku pemalakan.

"Belum ada laporan masuk sejak tadi pagi," tandasnya. (um/man)
Polantas Palopo Amankan Busur dan Pelaku Pemalakan

Mayat Pemuda Pentojangan Ditemukan Mengapung di Sungai Andoli Balandai

Mayat Pemuda Pentojangan Ditemukan Mengapung di Sungai Andoli Balandai
Korban saat berada dirumah duka.
PALOPO, TEKAPE.co - Waraga Balandai kembali dikejutkan dengan penemuan mayat salah seorang pemuda di Sungai Andoli Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu 14 Juni 2017, pukul 16.30 wita sore.

Mayat pemuda tersebut ditemukan pertama kalinya oleh Syukur (62 tahun), seorang warga jalan Bakau Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Kapolsek Wara Utara, Iptu Idris SH membenarkan jika ada mayat seorang pemuda yang ditemukan warga setempat di Sungai Andoli Kelurahan Balandai.

"Iya, benar ada penemuan mayat. Saat ini mayat tersebut sudah dibawa dirumah duka di Dusun Rare Kelurahan Pentojangan Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo," teranganya.

Adapun identitas mayat tersebut bernama Yayat bin Aristan, umur 25 tahun, agama Islam, Alamat Pentojangan Dusun Rare, Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Orang tua korban, Arni mengaku tak kuasa melihat anaknya yang telaha tampa nyawa tersebut. Meskipun begitu, dirinya telah menerima dengan ikhls dan lapang dada atas kematian anaknya. Sebab kata dia, korban mengalami penyakit epilepsi (penyakit ayan).

"Selama ini, anak saya berada dirumah tantenya sekitar 10 hari di jalan Bakau. Korban meninggalkan rumah tantenya sejak tadi malam, kemudian dilakukan pencarian oleh keluarga dan tadi sore sekitar jam 16.30 wita, korban ditemukan oleh pamannya di didalam sungai dalam keadaan tak bernyawa," ujar orang tua korban.

Sekedar diketahui, saat ini korban telah dibawa rumah duka di Dusun Rare Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. (um)

Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Wajo

Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Wajo
Barang bukti yang diamankan polisi. 
WAJO, TEKAPE.co - Terduga bandar narkoba di Wajo, Muh Tang alias Wis alias Tangki, tewas ditembak polisi, Senin 12 Juni 2017, sekira pukul 23.30 wita, di Jl Sulawesi, Kabupaten Wajo, Sulsel.

Penangkapan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Wajo, AKP Suardi bersama tim ini, terpaksa menembak pelaku saat hendak melarikan diri. Peluru tepat bersarang di bagian dada.

Dari tangan bersangkutan, diamankan barang bukti 10 saset dengan berat sekitar 11gram.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku Tang, yang lebih dulu ditangkap, saat diinterogasi, menyebutkan nama pelaku Adu.

Dari hasil keterangan pelaku Tang tersebut, dilakukan pengembangan terhadap jaringan pengedar lain, Adu.

Namun saat hendak dilakukan pengembangan, pelaku Tang dibawa untuk menunjukkan lokasi rumah pelaku Adu.

Saat itulah, pelaku Tang berusaha melarikan diri. Melihat upaya itu, polisi kemudian mengambil tindakan tegas, yang didahului tembakan peringatan.

Namun pelaku tidak mengindahkan peringatan dan diberikan, sehingga tindakan tegas ditempuh dengan menembak pelaku Tang.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Lamaddukelleng Wajo, namun nyawa pelaku tak tertolong lagi. Peluru yang bersarang di dada membuatnya tak mampu bertahan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa 13 Juni 2017, menjelaskan, pelaku yang tewas ini memang merupakan DPO Sat Narkoba Polres Wajo, dengan laporan polisi sebanyak 3 LP.

"Pelaku selama ini selalu menggunakan anak di bawah umur sebagai kurir narkoba. Sudah ada tiga laporan polisinya," jelasnya.

Adapum barang bukti yang diamankan dalam kasus ini, yakni sabu sebanyak 10 saset berat kurang lebih 11 gram, 1 buah HP, saset kosong, timbangan,1 buah tas kecil, 1 buah dompet, dan uang tunai Rp 1.900.000. (um)

Warga Temukan Mayat di Sungai Waelawi Lutra

Warga Temukan Mayat di Sungai Waelawi Lutra
MALANGKE, TEKAPE.co - Warga Dusun Labecce, Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat (Malbar), digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di Sungai Waelawi, Luwu Utara (Lutra), Sulsel, Senin, 12 Juni 2017, sekira pukul 15.00 wita.

Mayat lelaki tersebut diketahui bernama Afdhal (18), warga Desa Amassangan, yang diduga meninggal akibat tenggelam di Sungai Waelawi.

Informasi yang dihimpun, mayat tersebut awal mula ditemukan oleh Riswadi dan Aswar. Mereka kemudian langsung menghubungi kepala dusun dan pihak polsek serta pemerintah kecamatan.

Camat Malbar, Sulpiadi, membenarkan informasi tersebut. Ia mengaku, setelah mendapat informasi tersebut, dirinya langsung menuju ke lokasi kejadian.

"Saat ini  jenazah korban telah diantar di rumah keluarga, di Dusun Labecce Desa Waelawi," ujarnya. (jsm)

Camat Malbar Terhalang Banjir di Landong Dou, Warga Setempat Butuh Bantuan

Camat Malbar Terhalang Banjir di Landong Dou, Warga Setempat Butuh Bantuan
Camat Malbar saat di lokasi banjir. 
MALANGKE, TEKAPE.co - Camat Malangke Barat (Malbar), Sulpiadi, bersama istri dan anak pertamanya, Nurul Aisyah, hendak menyalurkan bantja kepada korban banjir di Dusun Landung Dou Desa Wara, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Minggu 11 Juni 2017.

Namun niat tersebut tertahan. Sebab saat hendak ke lokasi, ia terhalang banjir yang semakin meninggi, hingga kedalaman 1 meter. Sehingga ia tak bisa menembus lokasi, karena air menggenangi jalan menuju ke Desa Wara.

"Kami ingin membawa anak pertamanya saya untuk memberikan bantuan sembako kepada korban banjir yang ada di  Dusun Landung Dou dan Dusun Rakki-Rakki. Saya ingin memberikan pengalaman dan pembelajaran kepedulian anak saya terhadap sesama sejak dini, sehingga ketika kelak menjadi dewasa rasa peduli dan berbagi itu sudah tertanam," ujarnya.

Di lokasi tersebut, sedikitnya 80 rumah, SD, SMP,  dan Gereja yang ada di Dusun Landung Dou hingga kini masih terendam.

Maryam, salah seorang warga Dusun Landung Dou, yang dihubungi Tekape.co melalui telepon selulernya , mengatakan kedalaman air sudah lebih 1 meter. Air juga tak pernah surut.

"Tanggul yang jebol di belakang SD bertambah melebar, sehingga air tambah deras masuk ke dusun kami dan kami masih bertahan di atas rumah. Saya berharap ada bantuan yang masuk dalam ke kampung kami," ujarnya.

Banjir yang melanda Desa Wara selama ini, karena luapan air Sungai Rongkong, yang tanggulnya jebol. (jsm)

Petugas Temukan 500 Butir Detonator Bom di Bandara Makassar

Petugas Temukan 500 Butir Detonator Bom di Bandara Makassar
Barang bukti yang diamankan polisi. 
MAKASSAR, TEKAPE.co - Petugas Bandara Sultan Hasanuddin menemukan paket berisi detonator bom di Cargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu 11 Juni 2016, sekira pukul 09.10 wita.

Detonator tersebut akan dikirim tujuan Pontianak dengan nomor SMU 3689331, atas nama pengirim H Jamaluddin Daeng Karaman, warga Sungguminasa Kabupaten Gowa.

Detonator tersebut dikirim ke Haji Raji, warga Jl MT Haryono Gang Cenderawasi no 24 B RT1/RW1 Katapan, Kalimantan Barat (Kalbar), dengan menggunakan pesawat Garuda.

Detonator tersebut sebanyak 5 dos, yang isinya dalam 1 dos sebanyak 100 butir. Sehingga jumlah total sebanyak 500 butir.

"Atas adanya penemuan tersebut, kami telah koordinasikan dengan Densus 88," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondari. (del)

Razia Balapan Liar, Polres Luwu Amankan Dua Sepeda Motor

Razia Balapan Liar, Polres Luwu Amankan Dua Sepeda Motor
LUWU, TEKAPE.co -- Demi menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan, Polres Luwu menggelar operasi razia balapan liar (bali) di jalur 2 Kota Belopa, Kabupaten Luwu, Sulsel, Jumat 9 Juni 2017, malam.

Dalam razia ini, personel gabungan Polres Luwu dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Luwu, Kompol Herman Paral.

Dalam arahannya saat memberikan  APP Kabag Ops, Kompol Herman Paral, menekankan kepada personel yang dilibatkan razia Bali, agar waspada dalam pelaksanaan Razia, pelaku bali bisa saja nekat sehingga dapat mengakibatkan insiden kecelakaan.

"Tidak ada toleransi dengan balapan liar, jika tertangkap tindak tegas sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Dalam razia ini Personel gabungan Polres Luwu berhasil amankan 2 sepeda motor pelaku balapan liar, dan saat ini barang buktinya dibawa ke Mapolres Luwu. (rilis)

Ribuan Rumah Telah Terendam di Malbar, Camat Ucapkan Terima Kasih Atas Bantuan Semua Pihak

Ribuan Rumah Telah Terendam di Malbar, Camat Ucapkan Terima Kasih Atas Bantuan Semua Pihak
Banjir di Malangke Barat. 
MALANGKE, TEKAPE.co - Malangke Barat, Luwu Utara, sudah menjadi langganan banjir sejak lama. Sudah ada ribuan rumah terendam tahun 2017 ini.

Informsai yang dihimpun dari Camat Malbar Sulpiadi SH, Kamis 8 Juni 2017, selama banjir mengenagi wilayahnya, telah merendam 3 SD, 1 SMP, 1 Kantor Desa, 1 Pustu, 1 Masjid, yang ada di Desa Waelawi dan Limbong Wara dan Wara.

Untuk di Desa Waelawi, rumah terendam sebanyak 174, Limbong Wara sekitar 80 unit rumah, Wara sekitar 700 rumah, Arusu sebanyak 10 rumah, Waetuo sebanyak 15 rumah, Cennning sekitar 400 rumah, dan puluhan di Pengkajoang.

Kondisi jalan di wilayah banjir tersebut sudah rusak parah. Jalanan beraspal pun mulai rusak.

"Sebagian masyarakat sudah mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah Luwu Utara, Bupati Indah, PMI Lutra, dan donatur lainnya seperti Ronni Abbas. Selanjutnya akan turun lagi bantuan dari Persatuan Jurnalis Luwu Utara," ujar Sulpiadi.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas partisipasi semua pihak, yang membantu para korban banir. (jsm)

Banjir di Malbar Masih Tinggi, Siswa Terpaksa Diliburkan

Banjir di Malbar Masih Tinggi, Siswa Terpaksa Diliburkan
Banjir di Malangke Barat. 
MALANGKE, TEKAPE.co - Air yang merendam SMPN 6 Malange Barat dan SDN 160 Landung Dou Kecamatan Malangke Barat (Malbar), Luwu Utara, Sulsel, belum juga surut.

Guru dan siswa juga tidak bisa melintas ke sekolah, karena ketinggian air masih di atas 1 meter menggenagi jalan, utamanya jalan di batas Desa Wara, Rabu, 7 Juni 2017.

Padahal, sejatinya, sekolah disana ada kegiatan Amaliah Ramadan dan pengelolahan nilai akhir rapor.

Salah seorang guru SMPN 6 Malangke Barat, Riana SPd, mengatakan, sudah 3 hari dirinya tertahan akibat banjir.

"Saya sudah tiga hari hendak ke sekolah, namun air masih tinggi dan deras, akhirnya saya pulang ke rumah. Saya takut nanti dibawa air, apa lagi saya tidak bisa berenang," tuturnya.

SMPN 6 Malangke Barat dan SDN 160 Landung Dou ini berada di wilayah terpencil Luwu Utara, di Desa Wara Kecamatan Malangke Barat.

Sekolah tersebut memang sudah langganan banjir. Sering terendam air karena luapan air Sungai Rongkong. Sampai saat ini, kedua sekolah masih terendam air di atas 1 meter. (jsm)

Tekan Kriminalitas, Kapolres Pantau Palopo Dini Hari

Tekan Kriminalitas, Kapolres Pantau Palopo Dini Hari
PALOPO, TEKAPE.co - Sebagai upaya menekan aksi kriminalitas dalam wilayah hukum Polres Palopo, Kapolres Kota Palopo, AKBP Taswin SIK MH, yang baru menjabat, memantau keadaan Kota Palopo di malam hari.

Seperti yang tampak dilakukannya Selasa 6 Juni 2017, sekira pukul 24.30 wita, dini hari. Ia didampingi Kabag Ops Kompol Abidin, berserta puluhan anggota Polres Palopo lainnya turun meninjau secara langsung keadadan Kota Palopo.

Kapolres Palopo mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Polres Kota Palopo terhadap keamanan kota, terutama saat di malam hari selama bulan Ramadan. Sebab di malam hari, rawan terjadinya tindak kriminalitas, seperti pencurian, balapan liar, dan lainnya.

"Ini adalah kegiatan pemantauan keamanan Kota Palopo yang dilakukan Polres Palopo di malam harinya dinda, apa lagi ini adalah bulan puasa. Makanya perlu untuk terus diawasi, sehingga tingginya tingkat kriminalitas terutama di malam hari dapat kita tekan," ujarnya.

Sekedar diketahui, dalam melakukan pemantauan keamanan Kota Palopo di malam hari, Polres Kota Palopo melibatkan puluhan anggota pasukan dari Intel, ResKrim, Sabhara, Lantas dan lainnya.

Pemantauan keamanan Polres Palopo pertama dilakukan di Polsek Wara Utara Kota Palopo, kemudian di pusat-pusat tempat anggota Satuan Polres Palopo berjaga pada saat malam hari, seperti di simpang empat Rujab Wakil Wali Kota Palopo, dan di Lapangan Pancasila. (um)

Polda Sulsel Segera Periksa Oknum Polisi Wajo

Polda Sulsel Segera Periksa Oknum Polisi Wajo
Kabid Humas Polda Sulsel (kanan) didampingi Kapolres Palopo (kiri). 
PALOPO, TEKAPE.co - Oknum polisi yang bertugas di Polsek Sajoanging, Kabupaten Wajo, Aiptu Masri Juanda, segera diperiksa Bidang Propam Polda Sulselbar.

Pemeriksaan itu terkait laporan keluarga korban salah tembak, yang mengakibatkan meninggal dunia.


BACA JUGA:


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky S, saat berkunjung ke Palopo, Senin 5 Juni, menuturkan, pihaknya segera melakukan pemeriksaan atas dugaan salah tembak tersebut.

"Kami belum bisa menyebutkan apakah memang salah tembak atau bagaimana. Namun Propam akan turun melakukan pemeriksaan. Kalau memang terbukti, maka akan dijatuhkan sanksi disiplin sesuai dengan pelanggarannya," tandasnya. (del)

Oknum Polisi Wajo Dilapor ke Propam Polda Sulsel

Oknum Polisi Wajo Dilapor ke Propam Polda Sulsel
Keluarga korban salah tembak saat melapor ke Propam Polda Sulsel. 
MAKASSAR, TEKAPE.co - Oknum polisi yang bertugas di Polsek Sajoanging, Wajo, Aiptu Masri Juanda, resmi dilaporkan ke Propam Polda Sulsel, Senin 5 Juni 2017.

Ia dilaporkan atas dugaan kasus korban dugaan salah tembak, yang menewaskan Mardin (25) warga Kota Palopo pada Rabu 31 Mei lalu, di Kabupaten Wajo.


BACA JUGA:




Orang tua korban didampingi oleh beberapa keluarga melaporkan anggota Polsek Sajoangin, Polres Wajo, Aiptu Masri Juanda, Kanit Reskrim Polsek Sajoangin, dengan laporan telah melakukan penembakan terhadap Mardin.

Akibat tembakan yang menyebabkan korban tewas, oknum polisi diduga melakukan pelanggaran disiplin Polri.

”Saya melapor karena saya tidak terima anak saya ditembak hingga meninggal dunia, apalagi dituduh sebagai pencuri motor tanpa ada bukti, saya hanya mencari keadilan disini,” ungkap Baharuddin, orang tua korban.

Ia juga berharap agar kasus tersebut cepat diproses. ”Saya mau kasus ini cepat diproses dengan adil sesuai dengan ketentuan hukum,” tutupnya. (del)

Truk Pengangkut Melon dari Sidrap Terjungkal di Walmas

Truk Pengangkut Melon dari Sidrap Terjungkal di Walmas
WALMAS, TEKAPE.co - Sebuah mobil truk asal Sidrap, yang mengangkut buah melon terjungkal di wilayah Walenrang-Lamasi (Walmas), Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulsel, Senin 5 Juni 2017, sekira pukul 05.00 wita, subuh.

Truk pengangkut buah melon dari Sidrap ini menuju Cakkaruddu, Kabupaten Luwu Utara. Truk ini menabrak pohon pelindung di pinggir Jalan Trans Sulawesi.

Akibat menabrak pohon pelindung, truk itu tergelincir masuk ke saluran irigasi di Desa Pongko, Walenrang  Utara.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya mobil yang mengalami rusak berat, sebelah kiri truk.

Fian, sopir mobil truk mengaku, dirinya mengantuk saat mengemudikan truk tersebut. "Saya agak mengantuk," ujarnya. (jsm)
Truk Pengangkut Melon dari Sidrap Terjungkal di Walmas

Jalan Trans Sulawesi dan Ratusan Rumah Warga Terendam di Desa Temboe Luwu

Jalan Trans Sulawesi dan Ratusan Rumah Warga Tergenang di Desa Temboe Luwu
LUWU, TEKAPE.co -- Banjir menggenangi ratusan rumah milik warga di Desa Tomboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu. Selain itu, banjir juga sempat menggenagi Jalan Trans Sulawesi, namun arus lalu lintas tetap lancar.

Banjir tersebut berasal dari luapan air Sungai Temboe, Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulsel, Sabtu, 3 Juni 2017.

"Banjir ini dari luapan air sungai temboe. Air mulai datang sejak subuh waktu sahur, dan parahnya tadi sekitar pukul 07.00 Wita, air sudah naik ke badan jalan," ujar salah seorang warga, Akbar.

Ia mengatakan, kalau banjir ini sudah ketiga kali melanda wilayahnya, selain itu, air melupa selain karna hujan deras juga karena jika air banjir datang bersamaan dengan air pasang laut, maka ketinggian air di badan jalan bisa mencapai satu meter.

Saat berita ini diturunkan air perlahan surut. Namun mereka tetap berharap ada solusi dari banjir tersebut. (ham)

Terbaru

Recent Posts Widget