Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

Camat di Luwu Utara Ini Dinilai Paling Aktif di Lapangan

Camat di Luwu Utara Ini Dinilai Paling Aktif di Lapangan
Sulpiadi SH. 
MALANGKE, TEKAPE.co - Pemerintah yang aktif di lapangan menjadi dambaan warganya. Apalagi ia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat saat dibutuhkan.

Itulah yang berusaha dilakukan camat di Kabupaten Luwu Utara ini. Yah, dia adalah Camat Malangke Barat, Sulpiadi SH.

Ia disebut-sebut sebagai camat termuda di Luwu Utara. Ia juga dikenal tanggap terhadap setiap masalah yang menimpa warganya.

Ia juga tampak terlihat kepedulian dan kebersamaannya dengan warganya. Ini bisa dilihat saat warganya tertimpa musibah banjir dan kebakaran. Ia senantiasa hadir di tengah-tengah mereka.

Ia juga selalu ditemui di lokasi, saat wartawan turun meliput. Ia juga senang memberikan keterangan kepada awak media.

Salah seorang warga Desa Salobongko Kecamatan Malangke Barat, Suriana, mengakui kepedulian sang camat tersebut.

"Pak Camat kami memang lincah, karena setiap ada kegiatan dan musibah, beliau selalu ada. Kami bangga punya camat seperti beliau, punya kepedulian yang tinggi terhadap kami," tandasnya. (jsm)

Ini Menu Favorit Wakil Bupati Luwu Saat Buka Puasa

Ini Menu Favorit Wakil Bupati Luwu Saat Buka Puasa
Amru Saher. 
LUWU, TEKAPE.co -- Wakil Bupati Luwu, H. Amru Saher, punya takjil favorit dan paling ditunggu-tunggu saat berbuka puasa.

Menu favoritnya saat berbuka adalah Es Buah. Selain segar, es buah juga dinilai punya banyak manfaat bagi kesehatan.

"Yang paling saya tunggu untuk menu buka puasa tiba, yakni es buah dan kurma. Tapi es buah menu andalan saya," ujar Amru Saher.

Ia mengaku, dirinya lebih memilih es buah dibanding menu buka puasa yang lain, seperti es cendol, dan lainnya.

Bahkan istrinya pun senantiasa membuatkan es buah favorit untuk menu buka puasa politisi Partai Keadilan Sejahterah (PKS) ini.

Apalagi es buah buatan istrinya, dan buka bersama keluarga di rumah, makin melengkapi nikmat makanan buka puasanya. (ham)

Sayang Istri, ASN Luwu Ini Ikut Ber-KB

Sayang Istri, ASN Luwu Ini Ikut Ber-KB
Anton 
LUWU, TEKAPE.co -- Tidak saja wanita yang dianjurkan untuk ikut program KB. Namun pria bisa juga dilakukan KB dengan cara atau Metode Operasi Pria (MOP) atau KB Vasektomi.

Peminat alat kontrasepsi vasektomi bagi kaun pria di Kabupaten Luwu masih sangatlah kurang. Padahal manfaat dasar program KB sekaligus salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan peningkatan ekonomi keluarga.

Namun, Berbeda dengan salah satu Aparatur Sipil Negeri (ASN) Luwu ini yang bernama, Anton, yang menyadari pentingnya pria Ber-KB.

Alasanya mengikuti program KB Pria karena ia ingin lebih menjaminkan kehidupan yang lebih sejahtera kepada keluarganya.

"Kita ketahui bahwa saat ini bukan hanya istri yang ber-KB namun kaum pria juga harus ber KB jika kita mau menyangi istri, jelas sekali fungsi KB, menunda kehamilan, mengatur jarak kehamilan, dan mengatur jumlah anak," ujar, Staff Kecamatan Bua. Rabu, 24 Mei 2017

Bagi PNS ini memiliki 3 orang anak ini sudah cukup, sehingga ia mengikuti program KB baginya ketiga anaknya tersebur perlu untuk penjaminan hidup kedepannya, karena baginya kalau banyak anak belum tentu semua bisa dinafkahi dan di berikan kasih sayang apalgi kalau jarak kelahiran berdekatan pastikan merepotkan sang ibu.

"Sebagai bukti suami sayang kepada istri dan ingin  membebaskan istri dari ketergantungan pemakaian alat kontrasepsi, serta mempertimbangkan kemampuan ekonominya dalam membesarkan dan membiayai pendidikan anak, maka perlulah saya untuk ber-KB," tuturnya.

"Dengan program KB vasektomi ini, justru tidak membuat loyo. Namun bisa menambah jam tayang dalam berhubungan suami istri," ujar Anton

Perlu diketahui vasektomi adalah program KB seperti ini yakni pengikatan dan pemotongan saluran benih pada laki-laki, program KB untuk kaum laki-laki ini ada dua jenis pelayanan yakni dengan menggunakan alat kontrasepsi kondom dan MOP atau vasektomi. (ham)

ASN Lutra Ini Paling Aktif Sebarkan Informasi DPRD

ASN Lutra Ini Paling Aktif Sebarkan Informasi DPRD
Alisman Sila (kanan). 
MASAMBA, TEKAPE.co - Sebagai upaya menyebarkanluaskan informasi pembangunan daerah dan kegiatan para wakil rakyat di DPRD Luwu Utara, Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dikenal paling Aktif di media sosial.

Aktif di media sosial bukan tanpa ada tujuan, namun ia aktif membantu pemerintah dan anggota DPRD soal publikasi kegiatan dewan di Luwu Utara, Sulsel.

Dia adalah Alisman Sila SAN. Ia bertugas di bagian Humas & Protokol Sekretariat DPRD Kabupaten Luwu Utara.

Ia juga dikenal aktif memberikan informasi kepada wartawan jika ada kegiatan.

"Media bagi kami adalah mitra pemerintah dalam pembangunan," kata Alisman, kepada Tetape.co, saat ditemui di ruang kerjannya. (jsm)

Mengintip Ketegaran 2 Remaja Cantik Yatim Piatu di Luwu; Rumah Tanpa Listrik, Hidup dari Mencari 'Joi'

Mengintip Ketegaran 2 Remaja Cantik Yatim Piatu di Luwu; Rumah Tanpa Listrik, Hidup dari Mencari 'Joi'
Saat memasak pakai kayu bakar di rumahnya. 
LUWU, TEKAPE.co - Kecelakaan lalulintas Juli 2016 silam, membuat dua putri cantik di Luwu, menjadi yatim piatu. Ia adalah Irmayanti (17) dan adiknya Fitriani (14).

Pasca ditinggalkan kedua orangtuanya, ia harus berjuang berdua di rumah yang ditinggalkan orangtuanya, di Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulsel.

"Kedua orang tua sudah meninggal saat kecelakaan maut. Saat itu baru selesai lebaran tahun 2016 kemarin. Kecelakaan itu, membuat kedua orang tua kami langsung meninggal di tempat," kenang Irmayanti.

Kedua orangtuanya, mendiang Amiruddin dan Radi, meninggalkan tujuh orang anak. Irmayanti merupakan anak keempat dan Fitriani anak kelima dari tujuh orang bersaudara. Anak pertama, kedua, dan ketiga masing-masig sudah berkeluarga. Sementara anak keenam dan si bingsu dirawat tantenya di Luwu Timur.

"Saya memiliki 3 orang kakak, tapi semua sudah berkeluarga. Kehidupan kakak kami pun masih pas-pasan. Dua adik saya diambil tante di Lutim. Jadi saya di rumah ini hanya tinggal berdua sama adik saya Fitri," ujar Irma, sapaan akrab Irmayanti.

Kini, hanya tinggal Irmayanti dan Fitriani, yang mendiami rumah bekas peninggalan orang tuanya. Selepas orang tuanya meninggal tidak banyak harta yang ditinggalkan untuk anak-anak mereka. Harta yang masih terjaga dan akan teringat selalu adalah kasih sayang yang akan selalu melekat pada setiap pribadi anak-anaknya.

Rumah peninggalan orangtuanya itu, berdinding papan lapuk, berlantai tanah, bagian dapur berdinding bambu, dan seng. Isi rumah tidak ada barang mewah. Hanya lemari tua, dapur tanah liat, dan beberapa kursi plastik.

Sementara itu, rumah yang berada di Desa Banawa, Kecamatan Suli, berada di bagian Pinggir Laut (Pangka, sebutan bagi warga setempat), yang tidak dialiri listrik. Mereka hanya memakai pelita jika malam tiba.

Saat matahari mulai terbenam, Irma dan adiknya, segera menyiapkan pelita yang terbuat dari kaleng, yang diberi sumbu dan berbahan bakar minyak tanah atau solar. Cahaya pelita yang terpancar membias sela-sela dinding papan yang mulai lapuk, menandakan mereka sedang beraktivitas. Entah itu memasak, makan, dan belajar.

Irma, saat ini menempuh pendidikan di SMKN 1 Suli. Sementara adiknya, Fitri, di SMPN 1 Suli. Keduanya behgitu semangat bersekolah. Sebab bagi mereka, sekolah adalah pintu menuju kesuksesannya.

Irma, harus menjadi Kepala Keluarga bagi adiknya. Irma, setiap pagi buta, sudah harus bangun menanak air, nasi, serta membersihkan rumah.

Kesulitan air juga menjadi kendala bagi Irma dan adiknya. Terkadang untuk mendapatkan air, Irma harus menadah air hujan karena sumber air bersih cukup jauh dari rumahnya. Air tersebut digunakan untuk, minum, dan mandi.

Setelah pekerjaan selesai, barulah Irma dan adiknya berangkat ke sekolah tanpa ada uang jajan. Untuk mensiasati itu, kedua anak yatim piatu ini menerapkan sarapan sebelum berangkat kesekolah. Ia berangkat ke sekolah bersama adiknya dengan menggunakan motor matic yang ia beli dari uang asuransi kedua orang tuanya.

"Kalau mau berangkat kesekolah pake motor yang dibeli pakai uang asuransi dari orang tua. Biasanya uang bensin Rp10 ribu diberi kakak, yang dipakai selama empat hari untuk ke sekolah. Sering kalau tidak ada uang bensin, saya terpaksa absen sekolah," ujar Irma.

Saudara tua Irma, juga tidak bisa berbuat banyak. Menurut Irman, saudaranya juga memiliki ekonomi pas-pasan untuk menghidupi keluarganya sendiri. Ketiga kakak tertuanya hanya bekerja sebagai buruh tambak milik orang lain.

"Tiga orang kakak saya juga hidup pas-pasan, yang hanya kerja empang milik orang lain. Tapi kadang juga saya dikasi uang bensin sama kakak," katanya.

Selepas dari sekolah, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya, Irma dan adiknya, harus mencari joi (kerang, bahasa Luwu, red) dan burungan (siput, bahasa Luwu, red), yang banyak dijumpai di tambak atau empang. Hasil dari mencari kerang tersebut, ia jual ke orang lain.

Tiap akhir pekan atau libur sekolah, ia memilih menjadi buruh panen rumput di empang orang. Uangnya itu, akan digunakan untuk membeli beras, dan sisanya untuk sekolah.

Selain itu, untuk menambah lauk pauk, Irma juga terkadang memancing ikan di empang milik pamannya. Itu dilakukannya hampir setiap hari. Menjelang petang, Irma harus bergegas mencari kayu bakar, karena alat memasak yang dimilikinya, hanya dapur tanah liat dengan menggunakan kayu bakar.

"Kalau mau makan ikan, biasanya saya tidak beli. Hanya memancing di belakang rumah di empangnya om. Dari dulu juga sewaktu masih ada orangtua tidak biasa jajan. Jadi sekarang kalau ada uang, dipakai untuk ke sekolah saja, sama beli keperluan sekolah," kata Irma.

Hidup yang serba kekurangan tidak menjadi masalah bagi kedua anak yang tegar menghadapi pahit getirnya kehidupan. Bermodal keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati, dan ketekunan, sehingga ia bersama adiknya bisa melewati hari-harinya dengan senyuman di wajahnya yang menandakan ketidaksusahan yang ia alami.

"Yang terpenting bagi saya ada bersekolah, karena hanya dengan bersekolah cita-cita saya bisa saya raih. Saya ingin menjadi guru Matematika," ungkapnya. (ilham)
Mengintip Ketegaran 2 Remaja Cantik Yatim Piatu di Luwu; Rumah Tanpa Listrik, Hidup dari Mencari 'Joi'
Dua kakak beradik saat duduk di depan rumahnya. 

Mengintip Ketegaran 2 Remaja Cantik Yatim Piatu di Luwu; Rumah Tanpa Listrik, Hidup dari Mencari 'Joi'
Saat mencari joi atau kerang di tambak. 

Hari Kartini; Ketua TP-PKK Palopo: Isteri Harus Memotivasi Suami

Hari Kartini; Ketua TP-PKK Palopo: Isteri Harus Memotivasi Suami
Hj Utiasari Judas, di sebuah acara. 
PALOPO, TEKAPE.co - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palopo, dr Hj Utiah Sari Judas, MKes, mengungkapkan, kesuksesan seorang suami tidak terlepas dari peran seorang perempuan hebat yang mendampinginya.

Hal itu diungkapkan sesaat setelah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kartini, Jumat 21 April 2017, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Palopo.

Menurutnya, seorang perempuan idealnya selalu menginspirasi dan memotivasi suami. Karena perlu disadari bahwa orang yang paling dekat dengan seorang suami adalah istrinya. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam mendampingi suami.

"Orang yang paling dekat dengan suami kita itu adalah kita sendiri sebagai istrinya. Sehingga memang kita harus selalu sabar dalam mendampingi suami," ungkapnya.

Selain itu, lanjut istri orang nomor wahid di Kota Palopo ini, sebagai kaum perempuan harus sadar akan kodratnya. Karena setinggi apapun posisi atau jabatan seorang perempuan, tetapi disisi lain dia mempunyai tugas dan tanggungjawab mengurus rumah tangga. Termasuk di dalamnya melayani dan mendampingi suami.

"Ingat, sehebat apapun kita, setinggi apapun posisi dan jabatan kita, harus disadari kodrat kita sebagai kaum perempuan. Kita punya tugas dan tanggungjawab mengurus rumah tangga, melayani dan mendampingi suami," pesan Hj Utiah Sari, kepada sejumlah pengurus TP-PKK Kota Palopo. (hms)


Pimpin BK DPRD, Herawati Masdin Motivasi Perempuan, Jangan Takut Berbuat

Pimpin BK DPRD, Herawati Masdin Motivasi Perempuan, Jangan Takut Berbuat
PALOPO, TEKAPE.co -- Legislator PAN Kota Palopo, Herawati Masdin, dipercaya menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo.

Sebagai ketua BK, Herawati Masdin, yang biasa disapa dengan Kak Hera ini, merasa bangga, karena telah dipercayakan sebagai ketua BK DPRD Kota Palopo, baginya kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri dan sekaligus membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin.

Pasalnya, Herawati adalah sosok perempuan yang pertama dalam sejarah DPRD Kota Palopo, yang mampu memimpin Badan Kehormatan DPRD Kota Palopo.

"Ada kebanggaan tersendiri bagi saya, karena telah dipercayakan sebagai ketua badan kehormatan DPRD Kota Palopo. Padahal jabatan ini sangatlah berat, namun saya tetap optimis bisa memegang jabatan BK ini," ucapnya, Senin  17 April 2017.

Selain itu, menurut ibu muda cantik tersebut, mengatakan bahwa ini merupakan gambaran bahwa perempuan pula bisa memimpin, tidak lagi dikategorikan sebagai kelas dua, melainkan perempuan saat ini bisa mandiri dan bisa bersaing dengan laki-laki​.

Tak sampai disitu, politisi PAN ini menambahkan bahwa sebagai perempuan, jangan pernah takut dan ragu, buktikan bahwa perempuan pun sanggup dan mampu memegang amanah serta bertanggung jawab.

"Sebagai perempuan, jangan takut dan ragu, harus sanggup dan kita pasti mampu yang penting ada keberanian untuk mengembang amanah dan tanggung jawab," ucapnya. (lang)

Rajab Wakili Grup Accarita Ki Serahkan Bantuan ke Bayi Pengidap Tumor

Rajab Wakili Grup Accarita Ki Serahkan Bantuan ke Bayi Pengidap Tumor
Saat menyerahkan bantuan kepada ibu bayi Aprilio. 
MAKASSAR, TEKAPE.co -- Sebagai bentuk perhatian terhadap sesama, Jumat 7 April 2017, legislator Nasdem Sulsel, M Rajab, bersama Bayu Andromeda, menyerahkan bantuan kepada bayi Aprilio, yang mengidap tumor ganas, yang kini terbaring selama 19 hari di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Rajab dan Bayu mewakili, Grup WhatsApp (WA) 'Accarita Ki' menyerahkan bantuan dalam bentuk uang tunai untuk meringankan beban keluarga Dasriani.

Rajab menyebutkan, ini menjadi tanggungjawab semua orang yang masih sehat dan berkemampuan, jika melihat orang lain dalam keadaan sakit, maka perlu memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka.

"Grup Accaritaki memang sangat aktif selama ini dalam kegiatan kemanusian. Grup ini juga aktif dalam diskusi-diskusi dengan berbagai tema. Saya hanya mewakili teman-teman Grup menyerahkan bantuan itu. Semoga bisa bermanfaat untuk keluarga irawan aprilio. Bisa meringankan beban keluarganya," ungkap anggota grup, M Rajab, yang juga anggota DPRD Sulsel Fraksi NasDem.

Hidup di dunia seperti putaran roda. Kadang lapang, kadang juga sempit. Dalam keadaan seperti itulah seyogyanya kita bisa saling membantu satu dengan lainnya. Bantuan itu bisa dalam bentuk apapun, baik materi maupun waktu. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat terhadap orang lain.

"Jika hari ini kita masih mampu melakukan banyak hal, maka sebaiknya kemampuan itu bisa dirasakan manfaatnya untuk orang lain. Pesan agama yang universal, sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat terhadap manusia yang lain," ujar mantan Ketua KPU Luwu Utara itu.

Di tempat yang sama, anggota grup lainnya, Bayu Andromeda, juga mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih banyak atas anggota Grup WA Accarita yang telah memberikan bantuannya untuk disalurkan. "Semoga bernilai ibadah dihadapan Tuhan," ujarnya.

Bayi La Ode Irawan Aprilio kini terbaring sakit di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar sekitar 19 hari. Dia divonis mengidap penyakit tumor yang kini menjalar ke mata dan tulang sum-sumnya.

Mata bayi Aprilio bengkak berwarna merah. Setiap waktu merintih kesakitan karena menahan perihnya sakit. Orangtua bayi Aprilio hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.

"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan ini, semoga berkah bagi yang telah membantu. Saya hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menimpa kami," kata Wa Ode Dasriani, ibu dari bayi Aprilio. (Rilis)

Sudah Berusia Ratusan Tahun, Nenek di Sinjai Ini Tetap Sehat, Intip Rahasianya

Sudah Berusia Ratusan Tahun, Nenek di Sinjai Ini Tetap Sehat, Intip Rahasianya
Nenek Anisi alias Atta Aci. 
MEMILIKI usia panjang menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang. Salah seorang yang mendapat berkah tersebut adalah nenek Anisi, yang akrab disapa Atta Aci.


Laporan: Ridwan Akbar, Sinjai


Nenek asal Kelurahan Tassililu, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulsel, saat ini diperkirakan berusia seratus tahun lebih. Meski usianya terbilang sudah rentah, namun kondisi nenek ini masih sangat sehat. 

Bahkan dia juga tidak memiliki riwayat penyakit, seperti diabetes yang dialami orang tua pada umumnya.

Pendengarannya terbilang normal, ucapannya jelas dan daya ingatnya masih kuat. Meski tinggal bersama anak dan cucunya, namun ia tak pernah menyusahkan. Memasak, mengambil kayu bakar, dan mencuci pakaian dilakukannya  sendiri. 

Lalu apa rahasianya? Atta Aci membeberkannya saat ditanya. Ia mengaku, rahasianya sehingga ia tetap sehat hingga berusia ratusan tahun, karena selama ini ia menjaga salat dan senantiasa rajin bersedekah serta menyambung silaturahmi.

"Jagai sambajang-nu. Insya Allah kamu akan sehat terus," bebernya dalam Bahasa Makassar dialek Konjo.

Hal ini dibenarkan Anaknya, Andi Nurbaya. Ia menuturkan, kala azan berkumandang, sang nenek langsung begegas mengambil air wudhu dan segera menuju masjid yang berjarak 300 meter dari rumah.

"Kalau bunyi-mi masjid-ka, langsumi pergi. Biar hujan tidak napeduli-ki. Makanya, biasa saya ikuti dari belakang, karena tidak mau minggir biar ada kendaraan. Pernah hampir ditabrak motor, jadi saya tidak izinkan-mi lagi salat di masjid," ungkapnya.

Selain menjaga salat, nenek ini mengajurkan bersedekah. Seperti dijelaskan Rasulullah dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Thabrani, dari sahabat Amr bin Auf, Rasulullah Saw bersabda, Sesungguhnya sedekah seorang Muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su'ul khatimah. Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya. (***)

Masih Bayi, Bocah Asal Lamasi Pantai Ini Sudah Harus Dioperasi Dua Kali

Masih Bayi, Bocah Asal Lamasi Pantai Ini Sudah Harus Dioperasi Dua Kali
Bocah Zikri saat dirawat di RSUD Sawerigading Palopo. (ist) 
PALOPO, TEKAPE.co - Zikri, bocah yang umurnya belum cukup satu tahun, sudah harus menanggung penderitaan yang cukup berat. Ia terpaksa harus dioperasi untuk kali kedua. 

Saat ini, bocah asal Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu itu, tenah dirawat di Bangsal Anggrek, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, Rampoang, Kota Palopo. 

Dari keterangan orangtuanya, Zakra, anaknya terpaksa harus dioperasi lantaran mengalami penyempitan saluran pada bagian perut, dekat lubang anusnya yang membuatnya tersiksa. 

Perutnya membengkak, akibat kotoran bertumpuk pada saluran tersebut. Hasil diagnosa dokter, zikri dianjurkan untuk dioperasi.

"Sudah dua pekan zikri mendapatkan intensif di Rumah Sakit. Kami berharap setelah dioperasi, anak kami Zikri segera sembuh," harap sang ayah.

Namun sepekan setelah dioperasi, dokter akan melakukan operasi kembali. Bekas operasi bayi Zikri pada bagian perutnya mengalami pendarahan.

Untungnya, biaya perawatan dan proses operasi Zikri sudah ditanggung layanan BPJS kesehatan. Ia berdoa, agar anaknya bisa kuat menjalani operasi itu.

Zikri dioperasi Sabtu 24 Desember 2016, pagi ini, di ruang ICU pada sekira pukul 10.00 Wita. (wandi)

Kasat Reskrim Polres Lutra Meninggal

Kasat Reskrim Polres Lutra Meninggal
Alm AKP Muhklis. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Kabar duka kini menyelimuti Polres Luwu Utara (Lutra). Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Muklis, meninggal dunia.

Perwira menengah dengan tiga balok di pundak itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum (RSU) Pangkep, Kamis 25 Agustus 2016 sekira pukul 14.00 wita.

Kapolres Lutra, AKBP Muh Endro, yang dikonfirmasi via ponselnya membenarkan jika Kasat Reskrim Polres Lutra meninggal.

"Benar dek, pak Muklis meninggal di Pangkep karena serangan jantung," ucapnya.

Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di kampung halamannya di Pangkep. (man)

Terbaru

Recent Posts Widget