![]() |
| Korban saat terbaring di rumah sakit. |
Salah seorang rekan korban, Asri Asmara, yang dimintai keterangannya menyebutkan, sedikitnya 20 orang yang tak dikenal mendatangi Asrama Putra IAIN Palopo, pada pukul 03.00.
Saat itu, korban yang membuka pintu asrama, tanpa basa-basi seorang preman langsung memukul bagian kepala korban sebanyak tiga kali dengan batu.
"Awalnya, ada perkelahian didepan rumah pak rektor IAIN Palopo, kemudian karena korban (teman preman) dalam perkelahian itu tidak terima dan langsung melapor kepada teman-temannya. Alhasil, sang korban dan teman-temannya mendatangi asrama putra IAIN, karena mereka (preman) beranggapan jika yang lakukan pemukulan didepan rumah rektor IAIN adalah mahasiswa IAIN," jelas Asri menceritakan kronologisnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kabag Humas Polres Kota Palopo, IPDA Bustang membenarkan terjadinya pengeroyokan terhadap mahasiswa IAIN, atas nama Riswan.
"Iya ada, ini ada laporannya di Polres," ujar Bustang.
Selain itu, Bustang menyebutkan hingga saat ini baru dua orang preman yang telah berhasil diketahui identitasnya dan dilakukan pencarian. Untuk dapat mengetahui hal ini, pihak Polres Kota Palopo terus melakukan penyelidikan terhadap para pelaku lainnya.
"2 orang pelaku sudah diketahui identitasnya, kami masih mencari keberadaannya dan pelaku yang lainnya. Jadi untuk saat ini kami masih dalam penyelidikan," tandas Bustang.
Adapun keadaan korban saat ini masih belum pulih lantaran hantaman batu dikepala korban sebanyak 3 kali, dan saat ini tengah ditangani tim medis dari Rumah Sakit Umum Mujaisyah yang terletak di Balandai Kota Palopo.
Rekan-rekan korban saat ini masih terus berdatangan ke RS Mujasyiah. Sejumlah rekan korban juga mengecam pemukulan terhadap mahasiswa IAIN Kota Palopo ini. (um)
