Penjaringan figur itu dilakukan melalui Pemilihan Raya (Pemira) Mencari Kandidat Gubernur Sulsel dan Wali Kota Palopo 2018, Minggu 14 Mei 2017.
Ketua DPD PKS Kota Palopo, Ibrahim Halim, Senin 15 Mei 2017, menyebutkan, beberapa figur yang berhasil dijaring tersebut, berasal dari luar PKS maupun internal kader PKS.
Dalam penjaringan kali ini, PKS Kota Palopo melibatkan seluruh kadernya untuk memilih para tokoh politik yang dianggap mumpuni.
"Mekanisme pengusungan, kita lakukan penjaringan melibatkan seluruh kader PKS Kota Palopo. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dan melakukan silaturrahmi bagi tokoh yang memiliki survei tertinggi. Jadi, di PKS kita juga memiliki lembaga survei internal. Survei inilah yang akan bekerja," ujarnya.
Untuk itu, PKS Kota Palopo secara kelembagaan tidak membuka perndaftaran Bakal Calon (Balon) dalam Pilwalkot maupun Pilgub 2018 mendatang. Sebab, PKS kota Palopo secara langsung melakukan penjaring dan survei.
"PKS Kota Palopo tidak membuka pendaftaran bagi Calon Walikota Palopo maupun Calon Gubernur Sulsel," jelasnya.
Adapun bakal Calon Wali Kota Palopo 2018 yang telah masuk dalam daftar penjaringan yakni berasal dari luar PKS, HM Judas Amir, Rahmat Masri Bandaso, Haidir Basir, Dr Akhmad Syarifuddin Daud, dan Budi Sada.
Sementara dari internal PKS yakni, Andi Kayyim Munarka, Ketua DPD PKS Kota Palopo Ibrahim Halim, dan anggota DPRD Palopo Hj Megawati.
Adapun untuk Bakal Calon Gubernur Sulsel yang berasal dari luar PKS, yakni Nurdin Abdullah, Agus Arifin Nu'mang, Ichsan Yasin Limpo, Rusdi Masse, dan Nurdin Halid.
Sementara untuk Bakal Calon Gubernur Sulsel yang berasal dari Internal PKS, Andi Rahmat, Tamsil Linrung, dan Andi Akmal Pasluddin. (um)
