![]() |
| Salah satu permainan tradisional di Makassar. |
Ketua Panitia MTGF Farmi Zul, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan kembali permainan tradisonal kepada anak-anak yang hampir tenggelam di tengah permainan modern yang semakin tak terbendung.
"Mulai terbentuknya MTGF 2012-2016, kita bertujuan melestarikan budaya dan permainan tradisional yang hampir punah, sehingga kita berinisiatif melibatkan teman dari komunitas," katanya.
Farmi menambahkan, keterlibatan pemerintah Kota Makassar dalam kegiatan MTGF sebagai langkah positif menjaga permainan tradisional yang nyaris lenyap.
"Tahun ini Alhamdulillah, kita diberikan dukungan Pemeritah Kota," tandasnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Hasmiani, mengungkpakan festifal tersebut menumbuhkan kembali memori masa kecil yang jarang dimainkan anak-anak masa kini.
"Saya sangat senang dengan acara ini, karena mengenang kembali masa kanak-kanak yang hampir dilupakan anak-anak sekarang," ungkapnya.
Dalam perlombaan tersebut terbagi dua kategori, dewasa dan anak-anak. Jenis permainan yang dilombakan yakni cangke', santo', asing-asing, bulang-bulang, mabenteng, dan padende. (Ridwan)

