![]() |
| Warga yang membersihkan material longsor. |
Baca juga:
Longsor Susulan di Latimojong, 13 Desa Kembali Terisolir di Luwu
Longsor Susulan, Distribusi Bahan Pokok Warga di Latimojong Terganggu
Pemebesihan material longsor yang menutup jalan utama tersebut hanya menggunakan peralatan seadanya, yang dikerjakan secara manual. Akibatnya pembersihan jalan sangat lambat. Warga setempat mengaku membutuhkan alat berat. Pemerintah diharap bisa segera mengirim alat berat ke lokasi longsor.
Menurut Waka Polres Luwu, Kompol Abraham Tahalele, lambatnya penanganan material longsor ini dikarenkan belum adanya alat berat yang diturunkan, sampai saat ini penanganan material longsor hanya menggunakan alat seadanya seperti cangkul yang di kerjakan secara manual.
"Akses dari tadi pagi tertutup, hanya karena ini kebersamaan dengan masyarakat penaganan material longsor hanya menggunakan cangkul dan skop. Karena sampai saat ini belum ada alat berat yang datang untuk membantu membuka akses jalan yang ada di sini, jadi penanganan pembersian material longsor jalan ini lambat," ucapnya, kepada TEKAPE.co, di lokasi longsor, Kamis 6 April 2017.
Ia menambahkan, kalau penanganan material longsor akan memakan waktu yang cukup lama, kalau hanya menggunakan alat yang sederhana atau manual seperti cangku dan skop, tetapi kalau menggunakan alat berat satu hari jalan ini bisa terbuka kembali.
"Kita melihat kondisi, kalau ada berat penanganannya satu hari sudah bisa selesai, tapi kalau hanya menggunaka alat manual bisa memakan waktu seminggu, karena kita bersama masyarakat hanya menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan skop. Kita berharap agar sesegera mungkin ada alat berat," ujarnya. (ilham)
