![]() |
| H Andi Herman Wahidin. |
Dalam rapat paripurna laporan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), yang dibacakan anggota Banggar Andi Herman Wahidin, disebutkan, pendapatan daerah tahun 2017 ini diproyeksikan sebesar Rp869.050.245.200. Sementara belanja daerah sebesar Rp924.809.550.298.
Sehingga terjadi defisit sebesar Rp55.759.305.098. Namun defisit ini tertutupi dari surplus pembiayaan netto sebesar Rp55.759.305.098, yang diharapkan diterima dari perkiraan Silpa tahun anggaran 2017.
"Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk penyertaan modal pada PDAM dan penyertaan saham pada Bank Sulselbar dan pembayaran pokok utang," jelas pelapor, yang merupakan legislator PDIP itu.
Ia merincikan, pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp126.426.714.000, dana perimbangan sebesar Rp682.921.648.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp59.701.883.200.
Sedangkan belanja daerah sebesar Rp924.809.550.298, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp388.786.678.600, dan belanja langsung sebesar Rp536.022.862.698.
Sementara penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp64.200.680.098 dan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp800.411.375.000 sehingga pembiayaan netto surplus sebesar Rp55.759.305.098. (del)
![]() |
| - foto-foto: hendra-humas - |

