Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

DWP Wajo Sosialisasi KDRT di Majauleng

DWP Wajo Sosialisasi KDRT di Majauleng
WAJO, TEKAPE.co - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wajo, Sulsel, menggelar sosialisasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan hak asuh anak, Senin 22 Mei 2017, di Aula Kantor Camat Majauleng, Wajo.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wajo, Dra Hj Andi Sumartini, yang ditemui sebelum acara berlangsung, mengatakan, sosialisasi seperti ini telah dilakukan di setiap kecamatan di Wajo, guna memberikan bekal kepada anggota dharma wanita terkait kekerasand dalam rumah tangga.

"Juga bagaimana tata cara mengasuh anak agar mereka dapat menjadi anak yang bisa diandalkan sebagai generasi penerus bangsa. Agar anak-anak tidak terjerumus obat terlarang, utamanya narkoba," ujarnya.

Ia menyebutkan, dengan sosialisasi ini, maka terjaling kembali silaturahim antara dharma wanita kecamatan dengan tingkat kabupaten. Sebab selama ini, komunikasi biasa terputus. (ambo tang)

Meski Semua tak Terlibat, Desa Tellulimpoe Wajo Optimis Juara Lomba Kebun TOGA

Meski Semua tak Terlibat, Desa Tellulimpoe Wajo Optimis Juara Lomba Kebun TOGA
Ilustrasi. 
WAJO, TEKAPE.co - Desa Tellulimpoe Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulsel, menjadi desa yang ketujuh dinilai kebun toganya, pada Lomba Taman Obat Keluaraga (TOGA) untuk tingkat kecamatan, Kamis 18 Mei 2017.

Ketua Tim Penilai Kabupaten Wajo, drg Gusna Rosnijati, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang akan keluar sebagai juara. Sebab masih ada enam kecamatan yang belum dinilai.

Kades Tellulimpoe, Baso Tuwo, usai penilaian menuturkan, mengenai masalah fisik, pihaknya optimis mampu merebut juara. "Namun kami mengakui, soal administrasi, kami belum sempurna, karena kurangnya peran aktif kecamatan dalam membina dan membenahi administrasi kami," tandasnya.

Padahal, kata dia, desanya yang mewakili Majauleng pada Lomba Kebun Toga tingkat kabupaten Wajo.

"Sebenarnya ini punya domain besar adalah Puskesmas Tosora, karena pemanfaatakan dan peran kesehatan yang juga dinilai. Juga PPL Desa Tellulimpoe, dari sektor budidayanya. Tapi kenyataannya, tidak seperti yang diharapkan," tandasnya.

Ia berharap, agar PPL dan semua pihak bisa berperan aktif dalam pembangunan desa. Sebab selama ini, tidak begitu dirasakan keterlibatannya.

"Untuk mempersiapkan lomba ini, saya harus begadang sampai subuh, untuk melakukan pembenahan dalam menghadapi lomba ini," ujarnya. (ambo tang)

Progres Capai 53 Persen, Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Passelorang di Wajo

Progres Capai 53 Persen, Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Passelorang di Wajo
WAJO, TEKAPE.co - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, Rabu 19 April 2017.

Pembangunan bendungan tersebut on progress dan sesuai yang diharapkan. Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 53 persen.

Bendungan Passeloreng sudah memasuki tahapan baru, dimana telah dilakukan pengalihan aliran Sungai Gilireng ke dua unit terowongan yang telah dibuat. Tujuan pengalihan itu agar bangunan utama bendungan sudah bisa dikerjakan.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan, saat ini waktunya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di segala pihak. Termasuk pembangunan bendungan, karena akan mendorong aktifitas ekonomi masyarakat.

"Pengalihan aliran sungai itu merupakan langkah pertama pengerjaan Bendungan Passeloreng. Pembangunan bendungan ini cukup cepat dibanding pengerjaan salah satu bendungan di daerah lain yang progresnya hanya 12 persen," kata Basuki.

Ia membeberkan, progres pembangunan Passeloreng sudah 53 persen. Jika progresnya terus seperti ini, ia optimistis bisa selesai tahun 2018, lebih cepat setahun dari target yang ditentukan.

"Tahun depan akan dibangun 49 bendungan baru di seluruh tanah air. Salah satunya adalah Bendungan Pamukkulu yang terletak di Kabupaten Takalar," ungkapnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang - Pompengan, Agus Setiawan, menjelaskan, pembangunan Bendungan Passeloreng dimulai sejak 2016 lalu, dilaksanakan secara multiyears.

Proyek ini sudah dikerjakan sekitar 1,5 tahun. Progres pembangunan hingga saat ini sudah sekitar 45 persen, dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan Bumi Karsa.

"Total anggaran pembangunan berkisar Rp 701 miliar. Sementara yang sudah terserap atau digunakan hingga saat ini sekitar Rp 300 miliar," urainya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pembangunan bendungan Passeloreng akan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Selain sebagai pengendali banjir, juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 138 juta meterkubik dengan tinggi bendungan 44,5 meter.

Saat ini, juga masih dilakukan pengusulan review RTRW terkait kawasan hutan sebagai bagian dari tahapan proses pelepasan kawasan hutan.

"Saat ini masih menunggu peninjauan tim terpadu yang berencana datang 27 April mendatang," kata Syahrul. (hms)

OPD Baru, SKPD Diminta Tertibkan Aset

OPD Baru, SKPD Diminta Tertibkan Aset
Firdaus Perkesi. 
WAJO, TEKAPE.co - Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi, mengingatkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, agar menertibkan aset.

Ini menyusul pemberlakuan Perda Kabupaten Wajo Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan  Susunan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo.

Firdaus menuturkan, pihaknya telah menyurati seluruh Kepala OPD Lingkup Pemkab Wajo, agar segera memerintahkan pengurus barang di instasinya masing-masing untuk menginventarisasi barang yang akan diserahkan disertai dengan berita acara kepada OPD yang baru terbentuk.

Berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tersebut, sejumlah OPD mengalami pemecahan dan ada pula yang mengalami penggabungan, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) dipecah menjadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Dinas Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah dipecah menjadi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Dinas Perindustrian.

Dinas Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata dipecah menjadi Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dipecah menjadi Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sementara Dinas Tata Ruang dan Pemukiman dipecah menjadi Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, dan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi dan Penataan Ruang.

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi dipecah menjadi Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik. Sedangkan Badan Perencanaan Daerah dipecah menjadi Badan Perencanaan Daerah dan Badan Penelitian dan Pengembangan.

Juga Dinas Kehutanan dan Perkebunan menjadi Dinas Perkebunan sementara Dinas Kehutanan dialihkan ke Propvinsi Sulsel. (hms)

Terus Berbenah, Dinkes Wajo Siap Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat

Terus Berbenah, Dinkes Wajo Siap Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat
Lorong Mapaccing sebagai salah satu program mewujudkan Kabupaten Sehat.
WAJO, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten Wajo, di bawah koordinator Dinas Kesehatan siap mempertahankan predikat Kabupaten Sehat dan penghargaan Swasti Saba Wistara yang diraih 2015 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dr Baso Rahmanuddin (DBR), mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan dokumen verifikasi untuk penilaian lanjutan Kabupaten Sehat.

“Kita sementara mempersiapkan dokumen verifikasi ke Provinsi dan dealine 13 April. Selanjutnya, dokumen penilaian kabupaten sehat ini kemudian dibawa ke Jakarta,” kata Baso Rahmanuddin, usai pertemuan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wajo di aula Kantor Bappeda, Sabtu 8 April 2017.

Menurutnya, penilaian kabupaten sehat menjadi tanggung jawab semua stake holder dengan sembilan tatanan yang harus dipenuhi. “2015 lalu, kita berhasil meraih predikat tertinggi dan penghargaan Swasti Saba Wistara. Tentu ini menjadi modal kita untuk mempertahankan predikat Wajo sebagai kabupaten sehat,” imbuh DBR.

Sembilan tatanan yang menjadi titik lokus penilaian Kabupaten Sehat tersebut, antara lain tatanan kawasan hutan sehat, tatanan ketahanan pangan dan gizi, tatanan kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

Selanjutnya tatanan kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat, tatanan kehidupan sosial yang sehat dan tatanan pariwisata sehat. (hms)

Sosialisasi Rencana Pembangunan Irigasi Gilireng, Ini Harapan Pemkab Wajo

Sosialisasi Rencana Pembangunan Irigasi Gilireng, Ini Harapan Pemkab Wajo
Proyek bendungan Paseloreng Giliren Wajo. 
WAJO, TEKAPE.co - Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), melakukan pertemuan konsultasi dengan masyarakat terkait pekerjaan review desain dan desain tersier dan PLB Jaringan Irigasi Gilireng (7.526 ha) untuk tahun anggaran 2017 di Aula Kantor Camat Majauleng, Senin 11 April.

Sosialisasi ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Wajo Ir Andi Maddukelleng MSi, dan dihadiri Camat Gilireng Andi Cakunu MSi, Konsultasn PT Timur Andi Mustakim, para kades, dan masyarakat empat kecamatan, yakni Gilireng, Majauleng, Sajoangin, dan Penrang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Wajo Ir Andi Maddukelleng MSi, dalam sambutannya saat membuka acara, menuturkan, rencana pembangunan irigasi Paseloreng Gilireng ini sudah direncanakan pemerintah sejak 42 tahun lalu.

Namun hingga sekarang masih tahap sosialisasi, dan masih dalam upaya pembebasan lahan untuk jalur yang dilalui irigasi.

"Rencana pembangunan Irigasi Gilireng ini, diharapkan dapat menjaga komunikasi yang baik antar semua pihak, utamanya antara pemerintah desa dan camat, agar pembangunan irigasi ini bisa dapat berjalan baik. Sehingga bisa dinikmati bersama, khususnya masyarakat petani," harapnya.

Ia juga berharap, agar pembebasan lahan warga tidak dibeli murah. Karena setiap tahun harga tanah naik. "Semoga tidak ada yang menghambat rencana ini," harapnya. (ambo tang)

Bupati Wajo Lepas Peserta Jamnas IMO

Bupati Wajo Lepas Peserta Jamnas IMO
WAJO, TEKAPE.co - Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru, melepas ratusan bikers 'Wajo NMAX Owners' yang akan mengikuti Jamnas IMO #2 di Jogjakarta,  di halaman Kantor Bupati Wajo, Selasa 4 April 2017.

Rencananya, para bikers dari Wajo ini, selain akan mengikuti Jamnas IMO pada tanggal 15 April, mereka juga akan melakukan touring bertajuk Road To Java 2017. Touring ini akan menempuh jarak ribuan kilometer dengan rute Surabaya-Jogjakarta-Bandung-Jakarta.

Saat melepas para bikers ini, HA Burhanuddin Unru, yang didampingi sejumlah Kepala OPD mengingatkan agar para bikers selama dalam perjalanan menjaga kekompakan, selain itu agar para bikers tetap menjaga kesehatan dan stamina.

“Ini adakah perjalanan yang sangat luar biasa, selain jaraknya yang jauh, tentu juga kondisi medannya yang berbeda. Olehnya itu jaga stamina dan jaga kekompakan,” ujarnya.

Abur, sapaan akrab A Burhanuddin Unru, berharap agar peserta tetap semangat mengikuti setiap etape dan menikmati sajian obyek wisata yang ada di setiap tempat yang menjadi titik singgah. “Kegiatan mengundang hanya sisi positif. Selain bagi kesehatan, juga kemitraan harmonis dengan masyarakat,“ pungkas Bupati Wajo. (hms)

Jadi Narasumber di TVRI, Wajo Komitmen Lakukan Inovasi Pelayanan Masyarakat

Jadi Narasumber di TVRI, Wajo Komitmen Lakukan Inovasi Pelayanan Masyarakat
WAJO, TEKAPE.co - Pemerintah Kabupaten Wajo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DR Firdaus Perkesi, MSi, menjadi narasumber pada Program Inovasi Untuk Negeri di TVRI Makassar, yang diprakarsai oleh PKP2A II LAN bekerja sama dengan TVRI Makassar, di auditorium TVRI Stasiun Makassar, Selasa, 4 April 2017.

Dialog berdurasi satu jam ini, selain menghadirkan narasumber Sekda Wajo, juga hadir DR Lukman, Kabid Kajian Kinerja Kelembagaan dan Inovasi Administrasi Negara dari PKP2A II LAN Makassar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Firdaus Perkesi mewakili Bupati Wajo menyampaikan, Pemkab Wajo tengah mengupayakan percepatan pelayanan masyarakat melalui program-program inovasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Wajo.

"Inovasi tersebut diharapkan, mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya percepatan pelaksanaan e-Government, yang bertujuan menciptakan pelayanan yang efektif dan efisien bagi masyarakat," ujarnya.

Pemkab juga akan memberikan penghargaan kepada aparatur yang berkinerja baik dan melahirkan program-program inovasi yang berguna bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Imran salah seorang ASN  yang menciptakan salah satu program inovasi pelayanan administrasi desa diundang hadir di studio TVRI. Turut hadir medampingi Sekda, dan Kadis Kominfo Wajo Hasri As. (hms)

Terbaru

Recent Posts Widget