Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

BKMT Luwu Utara Serahkan Bantuan tuk Korban Longsor di Lutim

BKMT Luwu Utara Serahkan Bantuan tuk Korban Longsor di Lutim
Anggota BKMT Lutra. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Rombongam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Luwu Utara yang diketuai Harifa DM bersama Camat Malangke Barat (Malbar) Luwu Utara, Sulpiadi SH, dan Dullah M MPd, dari PBHI, ke Luwu Timur.

Mereka menyerahkan bantuan kepada korban tanah longsor di Desa Maliwowo Angkona, Luwu Timur (Lutim), Sulsel, Sabtu, 20 Mei 2017.

Rombongon bertemu dengan korban banjir dan memantau lokasi longsor.  Mereka kemudian menyerahkan bantuan kepada korban longsor yang menewaskan 7 orang dan 14 rumah rusak itu.

"Ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap keluarga yang tertimpa musibah," tutur Camat Malbar Sulpiadi. (jsm)

Nama Cakka dan Luthfi tak Muncul di PKS Lutim untuk Cagub Sulsel

Nama Cakka dan Luthfi tak Muncul di PKS Lutim untuk Cagub Sulsel
MALILI, TEKAPE.co - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luwu Timur telah menyelenggarakan Pemilihan Raya (Pemira) untuk menjaring Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan.

PKS Luwu Timur mengadakan Pemira selama 2 hari pada tanggal 13-14 Mei 2017, di 3 wilayah berbeda, yaitu Sorowako, Malili, dan Wotu. Selama 2 hari tersebut seluruh kader dan pengurus DPD hingga DPC menyalurkan suara untuk memilih calon Gubernur harapannya.


BACA JUGA:
PKS Palopo Telah Jaring 8 Balon Wali Kota dan Gubernur, Nama Cakka Juga tak Ada


Pada Pemira ini, pemilih menentukan 3 nama bakal calon Gubernur baik dari kalangan eksternal PKS maupun dari internal PKS. Namun dalam Pemira tersebut, seperti dilansir di fanpage Facebook PKS Luwu Timur, tidak ada nama Bakal Calon Gubernur HA Mudzakkar dan HM Luthfy A Mutty, yang merupakan figur asal Luwu Raya.

Adapun nama-nama bakal calon Gubernur yang dipilih dari kalangan eksternal PKS antara lain Agus Arifin Nu’man, Andi Rivai Ras, Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Abdullah, Nurdin Halid, dan Rusdi Masse.

Sementara itu, nama-nama usulan dari kalangan internal PKS antara lain Mallarangan Tutu, Hasanna Lawang, Syamsari Kitta, Arsul Maduppe, Taslim Tamang, Asriady Samad, Amru Saher, Sri Rahmi, Andi Abdullah Rahim, Devi Santy Erawaty, M. Yusuf Khalid, Abdul Qohar Zainal, Suryadarma, Jafar Sodding, Anis Matta, Tamsil Linrung, Andi Akmal Pasluddin, Abd Salam Nur, dan Andi Rahmat.

Setelah melakukan perhitungan suara, maka terpilihlah 3 nama teratas figur yang menjadi pilihan, baik dari kalangan eksternal dan internal PKS. Dari kalangan internal PKS terpilih nama Amru Saher yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Luwu, kemudian Arsul Maduppe Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Sulsel, dan Mallarangan Tutu selaku Ketua Umum DPW PKS Sulsel.

Dari kalangan eksternal PKS, yaitu Nurdin Abdullah yang saat ini masih menjabat Bupati Bantaeng, kemudian Agus Arifin Nu’man incumbent Wakil Gubernur sekarang, dan Rusdi Masse Ketua DPW Nasdem Sulsel sekaligus Bupati Sidrap saat ini.

Ketua DPD PKS Luwu Timur, KH Suardi Ismail MP, MSi, yang juga turut mencoblos mengatakan, Pemira ini untuk menjaring aspirasi dari bawah. Siapa figur yang diinginkan dari masing-masing daerah.

“Hasil Pemira ini bisa menjadi pertimbangan bagi Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) untuk menentukan figur yang diusung di Pilgub 2018 nanti,” jelasnya.

Ketua Bapilu DPD PKS Luwu Timur Rusdi Layong, ST, mengatakan, Pemira ini bagian dari proses demokrasi dalam rangka menjaring aspirasi kader dari semua tingkatan.

“Kalau kita lihat nama-nama yang terpilih ini (eksternal) mereka memiliki tingkat Popularitas yang cukup baik, track record-nya pun bagus. Berarti walaupun kita berada di daerah paling ujung Sulsel, sosialisasi mereka cukup efektif,” sambung RLY.

Hasil Pemira ini akan diteruskan ke wilayah untuk menjadi pertimbangan PKS Sulsel pada Pilgub 2018. (rilis)
Nama Cakka dan Luthfi tak Muncul di PKS Lutim untuk Cagub Sulsel

Longsor Tewaskan 7 Orang di Lutim, Organisasi Kemahasiswaan di Palopo Galang Dana

Longsor Tewaskan 7 Orang di Lutim, Organisasi Kemahasiswaan Palopo Galang Dana
Aksi penggalangan dana mahasiswa. 
PALOPO, TEKAPE.co - Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kota Palopo tergerak hatinya membantu korban bencana longsor di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Jumat 12 Mei 2017, pagi, sekira pukul 05:30 wita.

Puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan ini menggalang dana di Jl Sultan Hasanuddin, Lapangan Gaspa Palopo, Jumat siang. Beberap organisasi kemahasiswaan yang bergabung menggalang dana diantaranya, PC KMHDI Palopo, HAM LUTIM, HIPPERMAKU, HMPS  IAT  IAIN Palopo, HMI MPO, BEM FTIK IAIN Palopo, dan HMPS PAI IAIN Palopo.

"Hari pertama, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.183.000 dari aksi penggalangan dana tadi. Kami masih akan melakukan aksi penggalangan dana besok (Sabtu, red)," ujar Ketua PC KMHDI Palopo, Komang Sumerta Wijaya.

Ia menyebutkan, warga Kota Palopo cukup antusias memberikan sumbangsinya, baik berupa materi maupun ikut mendoakan, semoga para korban bencana tanah longsor di Desa Maliwowo dapat diberi ketabahan dan kekuatan menerima cobaan tersebut.

Di akhir gegiatan gerakan tersebut, seluruh organisasi menyepakati untuk kembali meyampaiakan aspirasinya, tentunya sebagai wadah penerima bantuan korban bencana tanah longsor di Desa Maliwowo.

Sekedar diketahui, bencana longsor ini menewaskan 7 orang, 7 orang luka-luka, dan 14 rumah tertimbun. Jalan Trans Sulawesi juga masih tertutup. Saat ini, alat berat tengah berupaya membuka akses jalan trans Sulawesi.

Untuk korban yang meninggal adalah Darwis, Oga, Nanni, Erna, Sri, Sul, dan Haerul. Sementara korban luka-luka, Sandi, Sindi, Mama Sandi, Ical, Emil, Cummang, dan Ma Candra.

Sementara untuk rumah yang rusak tertimbun material longsor yakni milik Madia, Darwis, Asri, Sukardi, Rustam, Ma Candra, M Rifai, Elli, Barman, Rabbina, Oga, Bandi, dan Cunding.


Arus lalulintas Jalan Trans Sulawesi, Tarengge - Malili terputus akibat material longsor menimbun jalan sepangjang 100 meter. Diperkiraan kerugian akibat longsor sebesar Rp2, 5 miliar.  (man)
Longsor Tewaskan 7 Orang di Lutim, Organisasi Kemahasiswaan Palopo Galang Dana

Longsor Tewaskan 7 Orang di Lutim, Organisasi Kemahasiswaan Palopo Galang Dana
Longsor yang terjadi di Angkona Lutim. 

Menpan Canangkan Luwu Timur Jadi Contoh Pelayanan Publik se Indonesia

Menpan Canangkan Luwu Timur Jadi Contoh Pelayanan Publik se Indonesia
MALILI, TEKAPE.co - Kabupaten Luwu Timur telah memasuki usia 14 Tahun. Meski masih belia, daerah ini terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Di bawah nahkoda HM Thorig Husler, sebagai Bupati dan Irwan Bachri Syam, sebagai Wakilnya, program dan kebijakan di sektor prioritas, seperti pertanian dalam arti luas, pendidikan, kesehatan, industri, hingga pariwisata terus dipacu untuk mendukung daya saing daerah.

Puncak peringatan hari bersejarah bagi Pemerintah dan Masyarakat Luwu Timur ini terasa semakin istimewa. Selain dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, juga hadir pula Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur, sejumlah pejabat eselon I di Kementerian, anggota DPR-RI, para bupati dan walikota se Sulawesi Selatan serta ribuan undangan dari seluruh kecamatan di Luwu Timur yang dipusatkan di City Center Luwu Timur (CCLT), Sulsel, Kamis (04/05/2017).

Menpan RB, Asman Abnur, dalam sambutannya, mengatakan, melihat pelayanan publik di Luwu Timur, pihaknya mengaku siap mencanangkan Luwu Timur sebagai sentra percontohan pelayanan publik di Indonesia.

"Kalau ini sudah ditetapkan, maka yakinlah akan ada banyak daerah datang ke Luwu Timur untuk melakukan studi banding," tandasnya.

Ia menyebutkan, pejabat tidak dilarang melakukan studi banding, namun jika pulang hanya membawa cerita, tanpa melakukan apa yang dilihat di daerah lain, maka itu sangat disayangkan.

Ia juga meminta kepada seluruh ASN harus mensukseskan visi misi pemerintah daerah. Menurutnya target maupun skala prioritas pemerintah daerah haruslah menjadi tujuan utama pembangunan.

"Target pembangunan akan tercapai jika semua unit kerja saling bersinergi. Saling mendukung satu sama lain. Hilangkan ego sektoral. Terapkan reward dan punishment serta libatkan masyarakat dalam pembangunan," tandas Asman.

Ia juga memberikan masukan kepada Bupati Luwu Timur Thoring Husler agar tidak segan melengser kepala OPD yang dinilai tidak mencapai target.

"Setiap  tahun kita ukur kinerjanya, jika sudah kita ukur dan tidak mencapai prestasinya tersebut, maka pak Bupati saya sarankan jangan lagi ragu ragu mengganti pejabat seperti ini, ganti saja walaupun dia tim sukses ndak apa apa," ungkap Asman Abnur.

Aparatur Sipil Negara (ASN) dipercaya oleh rakyat sebagai penyelenggara negara. Menurut Asman, harus mempunyai kapasitas dan kemampuan untuk memajukan daerah juga negara.

"Tidak boleh lagi ada ASN datang ke kantor hanya karna takut telak ikut Apel, setelah itu nyampai dikantor kerjanya tinggal nongkrong,ndak ada lagi ASN kayak gitu kedepanya," ungkapnya.

Ia juga menargetkan kepada pemerintahan Luwu Timur untuk menyelesaikan tantangan jangka pendek, yang dimana harus meningkatkan nilai minimum tahun ini bisa mencapai nilai (B).

"Tinggal Komitmen para OPD, selain itu antara  pejabat eselon II dan pejabat eselon III harus punya perjanijan kerja begitu pun dengan eselon IV juga punya perjanjian kerjanya dan setiap unit juga punya program kerja dan pertanggungjawaban masing-masing, setiap individu ASN punya distribusi dan kontribusi terhadap unit kerjanya," ungkap Asman.

Selain itu, Asman juga mengatakan, apabila ada komitmen, dirinya yakin, sasaram pembangunan bisa lebih jelas dan ukuran kinerjanya juga jelas. Asman juga menekankan kepada seluruh ASN, jagan ada lagi masyarakat yang dipersulit dalam pengurusan.

"ASN itu bukan penguasa kita ini adalah pelayan masyarakat, maka dari itu  saya wajibkan seluruh ASN harus punya jiwa kospitaliti, jiwa melayani, tidak boleh lagi ada melayani masyarakat dengan mempersulit, Kalau  bisa dipermudah kanpa dipersulit, ndak ada lagi istilah itu," ungkapnya.

Ia juga mengharapkan, dalam setiap tahun OPD tersebut, bisa melahirkan Inovasi, agar ada hal yang baru terbentuk dari masing - masing OPD. "Harus ada sinergitas dengan OPD lain jangan kemukakan Ego, harus ada komukasi rutin dan  harus saling mendukung sesama OPD," ungkap Asman.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan Kabupaten Luwu Timur sangatlah potensial karena memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan itu, kata Husler meliputi kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang stategis berada di wilayah perlintasan dua Provinsi yakni Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, serta modal sosial yang pengaruhnya sangat dominan.

Dengan keunggulan itu, kata Husler, segala potensi harus dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh stakeholder dan didukung manajemen birokasi yang efisien, maka target- target pembangunan yang telah diprioritaskan akan bisa di capai.

Berdasarkan Data Statistik 2016, kata Husler, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,95. Hal ini menempatkan Luwu Timur peringkat ke 4 dari 24 Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi masih ditopang sektor tambang sebesar 61,96 persen dan dari sektor pertanian dalam arti luas sebesar 17,69 persen. Dari sisi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2016 mencapai 76,40. Nilai ini masuk kategori mutu pelayanan dengan peringkat "B". Itu artinya rata-rata pelayanan publik masuk kategori pelayanan baik.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan perkembangan yang baik menunjukkan peradaban semakin moderen. Menurutnya gambaran capaian yang diutarakan Bupati menunjukkan bahwa pelayanan pemerintahan berjalan baik. Hal ini pasti tidak terlepas dari kebersamaan seluruh stakeholder sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik.

"Kalo ibaratnya ini naik kelas, Luwu Timur sangat berhasil. Bahkan Cumlaud," kata Syahrul disambut tepuk tangan masyarakat.

Gubernur bahkan menjanjikan bantuan bagi pemerintah Luwu Timur senilai Rp 1 Milyar untuk penataan Lapangan CCLT. Disamping itu, ia juga menyerahkan bantuan lainnya seperti bibit jagung, bibit ikan dan bantuan lainnya yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam acara itu Bupati Luwu Timur menyerahkan mobil operasional bagi Desa, mobil ambulance hasil CSR Bank Sulsel, ratusan rumah bagi nelayan, puluhan motor bagi pengawas sekolah, ratusan tas sekolah bagi siswa dari PT Alfamidi. Di samping itu, Bupati juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Kemurgi Indonesia dan PT Kaltim Industrial Estate untuk pengembangaan industri pertanian.

Puncak hari jadi ke-14 Luwu Timur ditutup dengan pencanangan-pencanagan oleh Gubernur Sulawesi Selatan antara lain pencanangan inseminasi buatan, penyebaran bibit ikan, penanaman jagung, pembangunan pabrik CPO di Angkona. Khusus untuk peresmian pelabuhan Waru-Waru di Lampia, Syahrul berjanji dalam waktu dekat akan mengundang menteri terkait untuk meresmikan. (hms-del)

Berperan Aktif di Pelantikan DPC dan DPRt Nasdem se Lutim, Ganita Libatkan Struktur Hingga ke Kelurahan

Berperan Aktif di Pelantikan DPC dan DPRt Nasdem se Lutim, Ganita Libatkan Struktur Hingga ke Kelurahan
Pengurus Garnita Luwu Timur. 
MALILI, TEKAPE.co - Organisasi sayap Partai Nasdem, Garnita Malahayati DPD Nasdem Luwu Timur, menyatakan siap menyukseskan pelantikan pengurus DPC dan DPRt Nasdem se Luwu Timur, 13 April 2017, nanti, di Lapangan Tomoni, di Luwu Timur.

Kesiapan ini diwujudkan dengan melibatkan semua struktur organisaai perempuan Nasdem ini dalam setiap tingkatan.

Setelah dilantik oleh Ketua Umum DPP Garnita, pengurus Garnita Lutim langsung memperlihatkan kontribusinya secara nyata dalam membesarkan partai.

"Garnita akan membantu secara maksimal persiapan pelaksanaan pelantikan DPC dan DPRt Nasdem Luwu Timur. Kami semua pengurus ingin mensukseskan kegiatan ini, apalagi nanti pak RMS yang hadir secara langsung," ungkap dewan pembina Garnita Luwu Timur, Ratallo Sumarlin, Senin 3 April 2017.

Pelantikan ini akan dilaksanakan di Lapangan Tomoni dengan menghadirkan artis ibu kota, seperti Aty Kodong. Pelaksanaannya akan menghadirkan semua pengurus pada tingkatan DPC dan DPRt serta masyarakat di sekitarnya.

Terpisah, Ketua Garnita Luwu Timur, Rosalina, mengatakan, tekad Garnita sama, semuanya dalam rangka mensukseskan pelantikan. Apalagi pelatikan ini adalah yang pertama, jadi harus sukses.

"Garnita akan mengerahkan seluruh tenaga untuk mensukseskan kegiatan kegiatan pelantikan," kata Ros yang merupakan nama akrab rosalina.

Garnita Malahayati adalah organisasi sayap perempuan partai NasDem yang terstruktur dari pusat hingga ke desa. Organisasi ini khusus untuk menggarap dan mengkonsolidasikan perempuan. (rilis)

Siap Bangun 2 Gardu Induk di Lutim, PLN Terkendala Lahan

Siap 2 Bangun Gardu Induk di Lutim, PLN Terkendala Lahan
Asisten II Pemkot Palopo Taufiq saat membuka raker AKLI Sulsel, di Palopo. (foto:hms-hendra) 
PALOPO, TEKAPE.co - General Menager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Bob Seril mengatakan, terkait masalah kelistrikan yang ada di Luwu Raya, memang sedikit bermasalah. Sebab yang menjadi suplai dayanya cuman satu, yakni hanya PLN yang ada di Palopo. Sehingga wilayah Luwu Timur sering mengalami keluhan terkait kelistrikan.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri Raker DPD Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Sulawesi Selatan, di Hotel Horas Palopo, Senin 20 Maret 2017.

"Kabupaten Luwu Timur, juga merupakan salah satu bagian dari kita. Masalah yang sering terjadi adalah adanya pemadaman listrik yang disebabkan belum adanya Gardu Induk (GI) di Malili. Maka dari itu, kami merencanakan pembangunan GI Wotu dan GI Malili. Kami sangat membutuhkan peran dukungan semua orang untuk itu," ujarnya.

Dukungan itu sangat dibutuhkan, sebab pembebasan lahan menjadi salah satu yang utama. Menurutnya, ada beberapa tempat lahan yang belum berhasil dibebaskan, karena adanya permintaan ganti rugi yang sangat besar, hingga Rp700 juta / meternya.

"Sebagai solusi awal, kami menyewakan beberapa pembangkit yang ada di Masamba ataupun yang ada di Wotu," jelasnya.

Secara umum, kata dia, pasokan energi di Sulsel terbilang cukup, tetapi tidak memiliki margin yang cukup besar, dimana margin secara internasional adalah sebesar 30 persen. (*/del)

Ribuan Pegawai Pemkab Lutim Didadak Tes Urine, Husler Peserta Pertama

Ribuan Pegawai Pemkab Lutim Didadak Tes Urine
Thorig Husler saat memperlihatkan sampel urine-nya.  
LUTIM, TEKAPE.co - Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN)  dan pegawai upah jasa di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim) mendadak diambil sampel urine-nya oleh petugas Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Luwu Timur, usai upacara bendera, di Kantor Bupati, Senin 06 Februari 2017.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, menjadi peserta pertama pengambilan sampel urine, dilanjutkan dengan para kepala pimpinan unit kerja, staf hingga pegawai upah jasa. 

"Pimpinan harus menjadi contoh," kata Husler, usai menyerahkan urine-nya kepada petugas.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang juga Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) mengatakan pengambilan sampel urine ini dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai, baik ASN maupun tenaga upah jasa, di lingkup Pemkab Luwu Timur bebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. 

"Pemeriksaan urine ini dilakukan secara mendadak. Memang kami sengaja agar dapat diketahui siapa saja PNS ataupun pegawai lainnya yang terlibat dalam penyalahgunaan barang haram narkoba," kata Irwan.

Ia menambahkan semua pegawai harus menjalani tes narkoba. Bagi yang berhalangan hari ini, tetap akan dipastikan untuk mengikut tes dilain waktu. 

"Jika dari hasil nantinya ditemukan ada pegawai yang positif narkoba, maka kita akan lakukan rehabilitasi bagi yang bersangkutan dan sanksi lainnya sesuai aturan yang berlaku " kunci Irwan. (hr/hms)

Jajaki Kerjasama Pemkab Lutim, HIPMI Siap Ciptakan Satu Pengusaha Setiap Desa

Jajaki Kerjasama Pemkab Lutim, HIPMI Siap Ciptakan Satu Pengusaha Setiap Desa
Foto bersama Bupati Luwu Timur dengan Ketua dan Sekum HIPMI Sulsel usai pelantikan. 
MAKASSAR, TEKAPE.co - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulawesi Selatan bakal menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam hal meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didaerah.

Hal tersebut dikemukan oleh Ketua terpilih BPD HIPMI Sulsel periode 2016-2019, Herman Heizer, di hadapan Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler, saat membawakan sambutan pada Pelantikan Pengurus BPD HIPMI Sulawesi Selatan, di Golden Lily Hall Four Points by Sheraton, Makassar, Jumat 03 Jumat 2017, malam.

"Izin Pak Bupati, dalam waktu dekat ini saya akan bertandang ke Kabupaten Luwu Timur, dalam rangka menjajaki kerjasama dengan pemerintah yang akan ditindaklanjuti dengan sebuah nota kesepahaman (Memorandum of understanding atau MoU) dalam rangka menciptakan satu pengusaha di setiap desa dengan mengedepankan potensi unggulan di desa-desa," ungkap Herman Heizer.

Direktur Eksekutif Celebes Research Centre (CRC) ini mengatakan, usaha yang akan dilakukan dengan memberikan pengkaderan dan pengetahuan kewirausahaan kepada anak muda, sebagai tunas baru yang dapat mengembangkan banyak jenis usaha.

Menurutnya, masalah utama yang dihadapi para pengusaha UMKM adalah modal dan inovasi. 

"Melihat hal itu, HIPMI akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada pengusaha, agar dapat menciptakan usaha yang lebih inovitaf. Dengan begitu, pihak pemodal akan tertarik untuk memberikan bantuan, utamanya modal usaha," jelas Herman.

Sekedar diketahui, pada pelantikan tersebut, Herman Heizer dilantik bersama 404 pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sulawesi Selatan periode 201-2019. Mereka dilantik dan diambil sumpahnya oleh ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, Herman Heizer terpilih sebagai Ketua BPD HIPMI Sulsel lewat Musyawarah Daerah (Musda), di Hotel Grand Clarion, Makassar beberapa waktu lalu.

Selain Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler, pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Provinsi Sulawesi Selatan, diantaranya Wakil Gubenur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang, Idris Manggabarani, Nurdin Halid, Latinro Latunrung, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, mantan Ketua BPD HIPMI periode 2013-2016 Amirullah Abbas, dan tokoh-tokoh lainnya.

Pelantikan tersebut mengangkat tema 'Sinergitas pengusaha muda bersama seluruh stakeholder melahirkan sejuta pengusaha hingga ke pelosok desa Sulawesi Selatan.' (opy/hms)

Terbaru

Recent Posts Widget