Select Menu

Headline

Politik

Metro

Hukrim

Peristiwa

Video

Religi

Bicarakan Pengembangan Sagu, Bupati Lutra Bertolak ke Jepang

Bicarakan Pengembangan Sagu, Bupati Lutra Bertolak ke Jepang
Indah Putri. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Sebagai salah satu upaya pengembangan kampung sagu yang ada di Kabupaten Luwu Utara, Bupati Luwu utara, Indah Putri Indriani dijadwalkan bertolak ke Jepang, Sabtu 1 Juli 2017 ini.

Luwu utara merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota di Tana Luwu telah sepakat bersama untuk berbagi peran dalam rangka pengembangan tanaman sagu.

Kabag Humas dan Protokol Luwu Utara, Suryadi Djafar, mengatakan, bupati ke Jepang sebagai tindak lanjut pembahasan pengembangan kampung sagu yang sudah gencar dibahas sebelumnya bersama Prof Ozosawa Katsuya dari Jepang.

"Di Jepang, beliau (Bupati Luwu Utara) akan memaparkan potensi pengelolaan kampung sagu yang ada di Kabupaten Luwu Utara," kata Suryadi, ditemui di Warkop Teras Adira Masamba.

Sementara itu, Bupati Perempuan Pertama di Sulsel ini, yang ditemui sebelum berangkat di halaman rumah jabatannya, mengatakan, kabupaten Luwu Utara diundang langsung oleh JICA (Japan Internasional Coorperation Agency) untuk ke Jepang guna membahas keseriusan dalam pengembangan kampung sagu.

Dia juga menambahkan, selain membahas kampung sagu, di negeri Sakura tersebut juga akan belajar program apa yang dapat dijadikan sebagai inovasi untuk mengembangkan Luwu Utara. (jsm)

Langka, Harga Eceran Gas Elpiji 3 Kg di Luwu Capai Rp 25 Ribu

Langka, Harga Eceran Gas Elpiji 3 Kg di Luwu Capai Rp 25 Ribu
Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Warung Langka
LUWU, TEKAPE.co -- Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg semakin dikeluhkan oleh warga di Luwu, khususnya warga di Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulsel, Jumat, 30 Juni 2017.

Pengecer tabung gas Elpiji 3 Kg, Dini, mengatakan, sejak kelangkaan elpiji 3 Kg, harganya mencapai Rp25 ribu pertabung sementara kalau normalnya harganya Rp19 ribu per tabung.

Khusus wilayah Desa Salu jambu kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg mulai dirasakan sejak tiga hari yang lalu.

"Kalau normal harga saya jualkan Rp 19 ribu, akibat langkah sekarang naik sampai Rp 25 ribu," ujarnya

Menurutnya kelangkaan disebabkan karena masih libur lebaran sehingga penyaluran gas elpiji 3 kg belum normal. (ham)

Minimalkan Pengangguran, Wali Kota Palopo Siapkan Program 'Siapa Mau Kerja Apa'

Minimalkan Pengangguran, Wali Kota Palopo Siapkan Program 'Siapa Mau Kerja Apa'
Wali Kota Palopo bersama Muspida saat bertemu Khatib salat id, Ust Azis Qahhar Mudzakkar di Masjid Agung Palopo. 
PALOPO, TEKAPE.co - Wali Kota Palopo, H Muhammad Judas Amir, kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat Kota Palopo yang tidak memiliki pekerjaan tetap, untuk tidak tinggal diam.

Ia bahkan memotivasi masyarakat untuk bangkit dan berkarya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sebagai suppor Pemkot, Judas Amir merancang program bernama 'Siapa Mau Kerja Apa'.

Hal itu disampaikan Wali Kota Palopo dalam sambutan seragamnya pada peringatan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Minggu 25 Juni 2017.

Menurutnya, sekarang ini Pemerintah Kota Palopo tengah menggalakkan pembangunan strategis di berbagai sektor. Di antaranya adalah pendidikan gratis paripurna, kesehatan gratis paripurna, beras miskin (Raskin) gratis untuk masyarakat pra sejahtera. Dan yang lebih menarik adalah program 'Siapa Mau Kerja Apa.'

"Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat adalah dengan mengusung program Siapa Mau Kerja Apa. Pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk masyarakat yang mau berusaha apa saja sesuai dengan potensi yang dimilikinya," jelasnya.

Lebih lanjut Judas menjelaskan, program tersebut dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat. Dimana jika masyarakat sudah berdaya dan sudah mampu mandiri, maka secara otomatis akan meningkatkan taraf hidupnya.

"Apalagi yang menjadi kendala, pemerintah sudah memberikan peluang kepada masyarakat untuk berkarya atau berusaha. Tinggal masyarakat yang akan memikirkan mau usaha apa. Pemerintah siapkan modalnya," tegasnya. (hms)

Banyak Berdar di Masamba, Ini Daftar Mie tak Berlabel Halal

Banyak Berdar di Masamba, Ini Daftar Mie tak Berlabel Halal
MASAMBA, TEKAPE.co - Muslim Mucthar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (P2KUKM) Kabupaten Luwu Utara mengumumkan produk mie asal korena ini mengandung daging babi dan tidak tercantum di lebel MUI.


BACA JUGA:
Sidak, Pemkab Lutra Sita Puluhan Bungkus Mie Mengandung Babi 


"Kita berharap masyarakat tau hal ini, jangan sampai sudah ada yang komsunsi," kata Muslim Mucthar, usai sidak di sejumlah minimarket, Rabu 21 Juni 2017.

Tim terpadu menemukan puluhan produk yang tidak berlabel halal yang diduga mengandung daging babi, yang beredar di sejumlah minimarket di Masamba.

Produk-produk  yang berlabel asal Korea ini ditemui tidak memiliki labe halal dari MUI dan dinyatakan mengadung daging babi dari Kepala Balai Besar/Balai POM Pusat dengan nomor IN.08.04.532.06.17.2342 tentang penarikan prosuk mie asal Korea, yaitu  Mie samyang U-Dong BPOM RI ML 231509497014, Mie Nongshim BPOM RI ML 231509052014, Mie Samyang rasa Kimchi BPOM ML 231509448014, Mie Ottogi BPOM ML 231509284014. (jsm)
Banyak Berdar di Masamba, Ini Daftar Mie tak Berlabel Halal

Tidak Tarik Mamin Tanpa Berlabel Halal, Satpol PP Luwu Ancam Tutup Minimarket

Tidak Tarik Mamin Tanpa Berlabel Halal, Satpol PP Luwu Ancam Tutup Minimarket
Kasatpol PP Luwu, bersama Kabag Humas Luwu saat sidak di salah satu minimarket di Belopa. 
LUWU, TEKAPE.co -- Pengelola minimarket di Belopa, Kabupateb Luwu, Sulsel, yang masih menjual makanan dan minuman (mamin), yang tak berlabel halal dan mi samyang yang mengandung DNA babi, akan ditindak tegas oleh pihak Satpol PP.


BACA JUGA:
Koperindag Luwu Temukan 24 Makanan Instan Tanpa Label Halal Beredar di Minimarket Belopa


Plt Kasatpol PP Luwu, Andi Iskandar, telah  memberi peringatan untuk segera menarik jualan mamin yang tidak memiliki label halal.

Setelah dilakukan sidak, Senin 19 Juni 2017, ada dua minimarket di Belopa tidak mematuhi peringatan tersebut. Maka dari itu, jika tetap membandel, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu akan melakukan tindakan tegas, dengan pemberian sanksi hingga pencabutan izin.

"Kami akan tindak tegas minimarket, kalau tidak menarik mamin yang tidak memiliki label halal dan izin BPOM. Sebab sebelum masuk bulan suci Ramadan semua minimarket di Belopa sudah kita peringati, tapi masih ada yang berani menjual mamin tersebut," ujarnya.

Perlu diketahui, dari hasil sidak Pemkab Luwu beserta jajaranya menemukan puluhan bungkus Mi Samyang menurut BPOM mengandung DNA Babi, dan 24 jenis mamin berbeda merk yang tidak memiliki label halal dan isin BPOM. Kesemua mamin tersebut sudah di sita dan dilarang untuk diperjualbelikan. (ham)


Kemendag RI Sediakan 500 Paket Sembako Murah di Luwu

Kemendag RI Sediakan 500 Paket Sembako di Pasar Murah Luwu Dengan Harga Terjangkau
Antusias Masyarakat Berbelanja di Pasar Murah Kemendag RI
LUWU, TEKAPE.co -- Pasar murah Ramadhan ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, yang menyediakan barang kebutuhan pokok sebanyak 500 Paket dengan harga yang terjangkau.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku fasilitator penyelenggaraan Pasar Murah Ramadhan di berbagai wilayah di Indonesia. dimana salah satunya di Kecamtan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulsel. Selasa, 20 Juni 2017.


BACA JUGA:
Pasar Murah Luthfi Bersama Kemendag di Luwu Utara Diserbu Warga
Pasar Murah di Luwu Dihadiri Kepala Biro Bappebti Kemendag 


"Adapun paket sembako yang kita disediakan sebanyak 500 paket yang terdiri dari 2 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 2 kilogram tepung terigu, 2 liter minyak goreng, dan 1 botol sirup senilai Rp100 ribu, dan dijual dengan harga Rp50 ribu/paket," tutur Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, Sri Hariyati.

Dengan adanya pasar Murah Ramadhan ini yang di inisiasi Badan Kontak Majelis Talim Kamanre, masyarakat berpenghasilan rendah bisa mersakan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Pasar Murah Ramadan ini juga merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat menengah ke bawah dan solidaritas sesama warga bangsa, serta upaya pengendalian inflasi," Ungkap, Sri Hariyati.

Pelaksanaan Pasar Murah Ramadan di Majelis Taklim BKMT Kecamatan Kamanre ini terlaksana atas kerja sama Kemendag dengan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo). Dimana hasil pasar murah nantinya akan di gunakan meningkatkan Pemberdayaan Majelis Taklim di Kamanre.

“Hasil penjualan paket sembako di Pasar Murah Ramadan ini akan diberikan kepada Majelis Taklim untuk membantu meningkatkan pemberdayaan Majelis Taklim,” pungkas Sri.

Disamping itu, melalui Pasar Murah Ramadan ini, masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat beribadah dengan tenang dan tersenyum pada saat Hari Raya Idul Fitri mendatang.
(ham)

Pasar Murah di Luwu Dihadiri Kepala Biro Bappebti Kemendag

Pasar Murah di Luwu Dihadiri Kepala Biro Bappebti Kemendag
Sri Haryati Saat Menghadiri Pasar Murah Majelis Taklim Kamanre, Luwu
LUWU, TEKAPE.co -- Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Sri Hariyati, menghadiri sekaligus membuka Acara Pasar Murah Ramadan Majelis Taklim Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulsel, Selasa, 20 Juni 2017.

"Pasar murah ini di tujukan kepada masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok selama puasa dan hari raya idul fitri," ujar Sri Hariyati.


BACA JUGA:
Pasar Murah Luthfi Bersama Kemendag di Luwu Utara Diserbu Warga


Sri menjelaskan, pelaksanaan Pasar Murah Ramadan di Majelis Taklim BKMT Kecamatan Kamanre ini terlaksana atas kerja sama Kemendag dengan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo).

"Khusus di Kabupaten dan Kecamatan, Asosiasi Perdangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) juga memberikan dukungan dan memberikan sembako untuk pasar murah," tuturnya.

Adapun paket sembako yang disediakan sebanyak 500 paket yang terdiri dari 2 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 2 kilogram tepung terigu, 2 liter minyak goreng, dan 1 botol sirup senilai Rp100 ribu, dan dijual dengan harga Rp50 ribu/paket.

“Hasil penjualan paket sembako di Pasar Murah Ramadan ini akan diberikan kepada Majelis Taklim untuk membantu meningkatkan pemberdayaan Majelis Taklim,” pungkas Sri.

Sebagai fasilitator Pasar Murah Ramadan, Kemendag mengharapkan agar dukungan yang diberikan pihak swasta dapat bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokoknya selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, juga diharapkan bahwa melalui segala upaya stabilisasi pasokan dan harga serta didukung Pasar Murah Ramadan ini, maka masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat beribadah dengan tenang dan tersenyum pada saat Hari Raya Idul Fitri mendatang. (ham)

Pasar Murah Luthfi Bersama Kemendag di Luwu Utara Diserbu Warga

 Pasar Murah Luwu Utara Diserbu Warga
Luthfi saat foto bersama di lokasi pasar murah. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Setelah mengelar pasar murah di Luwu Timur dan Palopo, Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Luthfi Andi Mutty (LAM) bersama Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melakukan kegiatan yang sama, Pasar Murah, di tanah kelahirannya, Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Senin 19 Juni 2017.

Pasar murah tersebut, Luthfi menyediakan sebanyak 500 paket sembilan kebutuhan pokok (Sembako) dengan harga murah.

Dari harga asli Rp 100 ribu, masyarakat hanya perlu membayar Rp50 ribu. Jenis bahan yang dijual dalam pasar murah itu diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, dan sirup.

Antusias masyarakat yang datang melebihi kupon yang disiapkan. Warga menyerbu pasar murah tersebut. Bahkan ada juga warga hanya datang untuk melepas rindu dengan Luthfi.

"Saya datang bukan untuk sembako, tapi hanya melepas rindu ke Opu Luthfi, jawab salah seorang ibu yang tidak ikut antri, Hartati.

Dalam acara pasar murah ini, turut juga hadir Wakil Bupati Luwu Utara, Muh Thahar Rum, Kadis Koprindak Muslim Muchtar.

Dalam sambutannya, Thahar menyampaikan terimakasih kepada LAM atas Pasar Murah Ramadan yang digelar di Lutra.

"Kami Pemkab Luwu Utara mengapresiasi dan menghaturkan terimakasih pada LAM atas niat baiknya yang tentu maringankan beban masyarakat," ujarnya.

Rencananya, LAM akan lanjut menggelar pasar murah Ramadan dalam waktu dekat di Kabupaten Luwu. (jsm)

Malbar Rancang Perdes Budidaya Sagu

Malbar Rancang Perdes Budidaya Sagu
Foto bersama usai rapat Perdes Sagu. 
MALANGKE, TEKAPE.co - Dalam rangka menjaga kelestarian tanaman Sagu, yang menjadi salah satu bahan makanan pokok masyarakat Luwu Utara, Pemerintah Kecamatan Malangke Barat akan buat peraturan desa (Perdes), khusunya di Desa Pengkajoang tentang budidaya sagu.

Pada rapat di Kantor Desa Pengkajoang, telah dibahas draft Peraturan Desa Pengkajoang terhadap Perlindungan dan Pengelolaan Tanaman Tawaro/Sagu, Selasa 13 Juni 2017.

Turut hadir Akademis Andi Djemma Abdul Rahman Nur, Ketua Lembaga Kampung Sagu Askar, Kades Pengkajoang, serta Para Kadus dan Pemilik Sagu.

Camat Malangke Barat, Sulpiadi, yang dikonfirmasi mengatakan, pada pertemuan itu hal-hal yang dibahas adalah dimulai dari perencanaan budidaya tanaman, penyelenggaraan budidaya tanaman, pembinaan dan peran serta masyarakat dalam kelompok pelestari sagu.

“Pembentukan Perdes ini merupakan pertama kali dilakukan. Setelah Perdes ini ditetapkan, akan dilakukan lauching dan pengukuhan satgas cinta dan peduli tanaman sagu, khususnya di Desa Pengkajoang Kecamatan Malangke Barat,” kata Sulpiadi.

Ia menambahkan, jika rancangan peraturan desa (Perdes) Tinggal dibahas bersama ketua BPD, selanjutnya akan ditandatangani oleh Kepala Desa Pengkajoang bersama Sekdes, setelah itu baru dilaunching.

“Kita rencanakan pada saat launching Perdes ini kita Akan undang Prof Ozosowa dari Jepang, dan pemerhati dari Unhas, apalagi jika perdes ini jadi maka Luwu Utara khususnya Desa Pengkajoang Kecamatan Malangke Barat merupakan daerah pertama di Sulsel, bahkan di Indonesa yang membuat Perdes tentang Sagu,” ujarnya. (jsm)

PT Vale Bangun Mitra Dengan Pers se Tana Luwu, Ini Harapannya

PT Vale Bangun Mitra Dengan Pers se Tana Luwu, Ini Harapannya
Manager Komunikasi PT Vale Indonesia, Bayu Aji
PALOPO, TEKAPE.co - PT Vale Indonesia 'berkenalan' sekaligus buka puasa bersama dengan puluhan insan Pers se Tanah Luwu, Senin (12/6/2017) di Cafe Lavecchia, di jalan Andi Jemma, Kota Palopo, Sulsel.

Manager Komunikasi PT Vale Indonesia, Bayu Aji mengatakan, jika kedatangannya ke Kota Palopo dengan beberapa rombongan PT Vale Indonesia, tak lain ingin berkenalan dan bersilaturrahmi denga seluruh insan Pers se Tana Luwu.

"Kedatangan kami ini dalam rangka besilaturrahmi. Sehingga PT Vale bisa lebih mengenal bagaimana wartawan atau lazim disebut insan pers. Sehingga dalam pemberitaan yang dilakukan media, PT Vale dapat mengetahui dan mengambil bagian dalam sisi pemberitaan," ujarnya, di hadapan puluhan media Lokal dan Nasional yang ada di Kota Palopo.
Puluhan insan pers se Tana Luwu yang sempat hadir dalam kegiatan silaturrahmi yang dilaksanakan oleh PT Vale Indonesia.
Selain itu dirinya menyebutkan, jika PT Vale menginginkan masukan dari seluruh insan pers, terutama yang berkecipung di wilayah Tana Luwu. Sebab dirinya meyakini, tanpa sebuah media perusahaan se kelas PT Vale Indonesia, misalnya, tidak akan memiliki kemajuan yang signifikan tampa adanya subuah peran media.

Oleh kerena itu, pihaknya berharap kepada seluruh media yang ada di Tana Luwu, menjadikan PT Vale sebagai salah satu objek pemberitaan yang Positif. Sehingga dalam upaya kemajuan yang hendak dicapai PT Vale mampu untuk diaktualisasikan.

"Kami ingin mendapat masukan dari media," tandas Bayu Aji. (um)

Disdag Warning Agen dan Pangkalan Gas LPG

Disdag Warning Agen dan Pangkalan Gas LPG
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palopo, Amaluddin


PALOPO, TEKAPE.co - Tabung gas LPG 3 Kg di Kota Palopo saat ini mulai langka, kelangkaan ini disinyalir berlangsung semenjak awal Juni 2017 ini.

Bahkan kelangkaan tabung gas LPG ini berimbas kepada sejumlah pengecer di Kota Palopo yang mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan masyarakat. Selain itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palopo mensinyalir, jika kelangkaan ini disebabkan karena tabung Gas LPG diperjual belikan ke luar daerah Kota Palopo.

"Iya betul, ini karena ada pihak pangkalan tabung gas Lpg 3 Kg di Kota Palopo yang menjual/mendistribusikannya ke luar daerah Kota Palopo," akui Kepala Disdag Kota Palopo, Amaluddin, Rabu (7/6/2017) diruang kerjanya.

Untuk itu kata dia, Disdag Kota Palopo saat ini tengah gencar melakukan patroli disejumlah titik yang ada di Kota Palopo. Hal ini dilakukan pihaknya upaya untuk mencegah kelangkaan tabung gas Lpg 3 kg di Kota Palopo. 

"Saat ini kami terus melakukan patroli terhadap pangkalan tabung gas Lpg 3 Kg disejumlah tempat," terang Amal.

Tak hanya itu, Disdag Kota Palopo warning pangkalan dan agen tabung gas LPG 3 Kg yang ada di Kota Palopo untuk tidak memperjual belikan tabung gas di luar Kota Palopo. Karena Disdag Kota Palopo tidak segan-segan akan memberikan sangsi.

"Sangsinya, baik pangkalan maupun agen, kita akan dicabut izinnya," tandas Amaluddin.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat Kota Palopo untuk melaporkan jika menemukan ataupun mendapat langsung pangkalan ataupun agen gas Lpg di Kota Palopo yang melakukan penjualan tabung gas Lpg ke luar daerah Kota Palopo.

"Kalau ada yang dapat mobil agent mendistribusikan tabung gas ke luar daerah Kota Palopo, laporkan," imbau Amal.

Saat ini, tercatat sebanyak 5 Agen tabung gas LPG di kota palopo. Sementara pangkalan tabung gas LPG yang ada di Kota Palopo sebanyak 600 lebih pangkalan di palopo.

"Palopo memiliki jatah tabung gas sebanyak 150.000 perbulan," jelas Amal. (um)

Pasar Murah Sul Arrahman Sasar Pelosok Desa

Pasar Murah Sul Arrahman Sasar Pelosok Desa
LUWU, TEKAPE.co -- Dalam rangka membantu warga kurang mampu, Tim Kreatif Bakal Calon Bupati Luwu Sul Arrahaman menggelar pasar sembako murah di bulan suci Ramadan.

Kegiatan pasar sembako murah ini, rencananya akan digelar di beberapa kecamatan seKabupaten Luwu, terkhusus daerah terpencil yang jaraknya jauh dari Kota Kabupaten Luwu.

Husain, Ketua Tim Kreatif (Sul Bagus Untuk Luwu 2018), mengungkapkan tujuan diadakanya pasar sembako murah ini guna membantu masyarakat Luwu. terkhusus bagi warga yang kurang mampu dan bermukim di wilayah pelosok.

"Sembako murah ini bertujuan untuk membantu masyarakat di bulan suci Ramadan. Paket sembako ini tentunya dibawa dari harga standar pasar," ujarnya.

Selain menyasar wilayah terpencil, pelaksanaan pasar murah ini juga tentunya akan disesuaikan dengan permintaan tim pemenangan Sul Arrahman yang tersebar di tingkat kecamatan dan desa se Kabupaten Luwu.

Terkait banyaknya permintaan warga agar kegiatan ini digelar di wilayahnya, Husain menambahkan jika hal ini tentunya disesuaikan dengan ketersediaan stok barang yang ada.

Berhubung pihaknya saat ini masih melakukan negosiasi dengan beberapa distributor produk yang akan dijual dengan harga murah nantinya. (Rilis)

Ada Rumah Pangan, Pasar Murah Dadakan Ditiadakan di Palopo

Ada Rumah Pangan, Pasar Murah Dadakan Ditiadakan di Palopo
PALOPO, TEKAPE.co - Pemerintah Kota Palopo telah menyediakan rumah pangan yang menyediakan sembako murah bagi warga kurang mampu. Untuk itu, pasar murah dadakan ditiadakan Pemkot Palopo.

Hal itu disampaikan Wali Kota Palopo H Muhammad Judas Amir, pada safari Ramadan hari ke-12 Pemkot Polopo, yang dirangkaikan dengan zikir, doa, dan berbuka bersama masyarakat, di Masjid Jabal Nur, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulsel, Selasa 06 Juni 2017.

Judas Amir, pada kesempatan itu menyampaikan, keberadaan rumah pangan yang baru-baru ini diresmikan, adalah wujud program pro rakyat. Sebab disana telah menyediakan dan menyuplai kebutuhan pangan guna memenuhi bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Rumah Pangan ini menyediakan kebutuhan pangan berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung serta bahan pokok lainnya,” ungkap Judas.

Judas, menuturkan, dengan keberadaan rumah pangan ini, maka tidak akan ada lagi pasar murah  dadakan. Sebab barang-barang kebutuhan pokok masyarakat telah tersedia di rumah pangan, dengan harga yang murah.

“Rumah pangan ini melayani masyarakat pukul 08.00 wita hingga pukul 17.00 wita. Jadi kalau mau-ki belanja murah, silahkan belanja kebutuhan di rumah pangan,” ungkapnya.

Pada buka puasa bersama, turut hadir Kapolsek Wara Utara, Iptu Idris, staf ahli, dan para asisten, para kepala OPD, Camat Bara Andi Bachtiar, tokoh masyarakat dan para lurah se Kecamatan Bara serta masyarakat Kecamatan Bara. (hms)

Pemkot Palopo Siapkan Sembako Murah, Cek Selisih Harganya Disini

Pemkot Palopo Siapkan Sembako Murah, Cek Selisih Harganya Disini
Peresmian rumah pangan. (ft:hms) 
PALOPO, TEKAPE.co - Wali Kota Palopo, H Muhammad Judas Amir, meresmikan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Pemerintah Kota Palopo, di Jl Malaja, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulsel, Minggu 4 Juni 2017, siang.

RPK ini menyiapkan sembako dan kebutuhan rumah tangga dengan selisih harga yang cukup murah dibanding di pasaran. Perbandingannya antara Rp1.500 hingga Rp5.000 per produk.

Rumah Pangan ini menyiapkan kebutuhan pangan, berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung, serta bahan pokok lainnya.

Judas, menuturkan, rumah pangan pemerintah ini untuk menyuplai kebutuhan pangan ke masyarakat. Selain itu, rumah pangan ini diharapkan dapat menekan harga komoditas utama masyarakat.

"Ini salah satu wujud dari upaya kita menstabilkan harga pangan, dan perwujudan fungsi pemerintah untuk menyediakan bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat," ungkap Judas.

Judas menuturkan, kedepannya, di Kota Palopo tidak ada lagi pasar murah yang sifatnya insidentil atau dadakan. Sebab barang barang kebutuhan pokok masyarakat akan tersedia di rumah pangan, dengan harga yang relatif murah.

”Seiring waktu, pemerintah akan melakukan pengembangan rumah pangan ini. Ini akan terus akan ditingkatkan fasilitasnya, khususnya penyediaan fasilitas pendukung, seperti lemari pendingin untuk bahan pangan agar tetap segar dan sehat dikonsumsi oleh masyarakat,“ jelasnya.

Kepala UPTD Rumah Pangan Kota Palopo, Ruslan Dijah, menjelaskan, rumah pangan milik Pemkot Palopo ini nantinya akan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, dan menjual kebutuhan pokok tersebut dengan harga yang sangat murah, dengan perbandingan harga antara Rp1500 hingga Rp5000.

"Perbedaan harga pasaran sangat jauh lebih murah. Seperti beras yang saat ini pada kisaran  harga di pasaran Rp10 ribu per kilogram (kg), untuk di rumah pangan hanya kami jual Rp8.500 per kg. Begitu juga gula yang kalau di pasaran mencapai harga Rp15 ribu per kg, untuk rumah pangan dijual dengan harga Rp10 ribu," jelas Ruslan Dijah.

Sesuai rencana, Rumah Pangan milik Pemkot Palopo ini melayani warga mulai pukul 08.00 wita hingga pukul 17.00 Wita.

Saat ini Pemkot Palopo akan mengembangkan 10 rumah pangan, yang terseber di seluruh kecamatan di Kota Palopo.

Hadir dalam peresmian, Staf Ahli Pemkot Palopo, Asisten I Pemkot Palopo, Dinas Perdagangan, Kota Palopo, Camat Wara Timur, dan para Lurah di Camat Wara Timur. (hms)

Baru Diresmikan, Pasar di Sabbang Ini Sudah Ramai Pengunjung

Baru Diresmikan, Pasar di Sabbang Ini Sudah Ramai Pengunjung
Pasar Kalotok, yang baru diresmikan April lalu. 
SABBANG, TEKAPE.co - Pasar Rakyat, di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, sudah cukup ramai dari pengunjung dan penjual.

Padahal, pasar kelima yang ada di Kecamatan Sabbang ini baru diresmikan 19 April 2017 lalu. Namun sudah menarik cukup banyak pengunjung.

Bangunan pasar ini cukup mewah. Ditambah penataan letak penjual yang teratur dan kawasan pasar yang masih terjaga kebersihannya.

Pasar yang setiap sore di hari Selasa, Jumat, dan Minggu ini, sudah ramai pengunjung, penjual dan pembeli. Mereka berasal dari Masamba, Lamasi, dan Batustanduk.

Kepala Desa Kalotok, Drs Jusman, saat ditemui di lokasi pasar, menuturkan, selain bangunan pasar yang lumayan bagus, juga harga sembako disana pun masih relatif murah. Sehingga pengunjung lebih memilih belanja kebutuhannya disana.

"Saya berharap kedepan Pasar Kalotok ini menjadi pusat perniagaan di wilayah Kalotok dan sekitarnya. Pasar ini terbuka khusus setiap sore, untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan menyajikan aneka menu puasa," tuturnya, Minggu 4 Juni 2017. (jsm)
Baru Diresmikan, Pasar di Sabbang Ini Sudah Ramai Pengunjung

Hari Ketujuh Ramadan, Harga Bawang Putih di Pasar Sentral Belopa Masih Tinggi

Hari Ketujuh Ramadan, Harga Bawang Putih di Pasar Sentral Belopa Masih Tinggi
Pedagang di Pasar Sentral Belopa. 
LUWU, TEKAPE.co -- Harga bawang putih di Pasar Sentral Belopa, Kabupaten Luwu, Sulsel, belum stabil. Hingga hari ketujuh puasa harga bawang putih masih berada di kisaran Rp50 ribu - Rp60 ribu per kg.

Sebelum memasuki bulan suci Ramadan, para pedagang biasanya membeli bawang putih dari pengepul seharga Rp30 ribu per kilogram (Kg), namun sejak memasuki bulan suci ramadan, harga bawang putih melonjak hingga Rp50 ribu per kg.

"Harga bawang putih memang harganya masih tinggi di pengepul kami ambil Rp50 ribu per kg. Kami jualan eceran sekitar Rp55 ribu per kg. Kalau untuk bahan pokok lainnya masih stabil," ujar salah seorang Pedagang Pasar Sentral Belopa, Husaima, Jumat 2 Juni.

Sementara itu, harga bawang merah, cabe rawit, kentang, tomat, telur, gula, beras dan daging harganya masih normal.

Berikut harga-harga bahan pokok di Belopa, Bawang Merah Rp30 ribu per kg, tomat Rp5 ribu/kg, Cabe Rawit Rp45 ribu/kg, cabe besar Rp35 ribu/kg, ayam potong Rp17 ribu/kg, gula pasir Rp13 ribu/kg, dan beras Rp8 ribu - Rp9 ribu/kg. (ham)

Sidak Sekkab Lutra, Harga Bawang Putih Naik Hingga Rp10 Ribu/Kg

Sidak Sekkab Lutra, Harga Bawang Putih Naik Hingga Rp10 Ribu/Kg
Sidak di Sukamaju. 
SUKAMAJU, TEKAPE.co - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Luwu Utara, Abdul Mahfud, memantau harga-harga kebutuhan pokok (sembako) di Pasar Sentral Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara, Rabu 31 Mei.

Meski secara umum harga komoditi pokok awal bulan Ramadan masih stabil, dan masih bisa dijangkau masyarakat Luwu Utara, namun harga bawang putih ditemukan naik hingga Rp10 ribu per kg. Sehingga saat ini sudah mencapai Rp48 ribu per kg.

“Harga masih stabil dan terkendali. Meskipun ada beberapa komoditi yang harganya naik, dibandingkan sebelum Ramadan, tapi secara umum masih terjangkau. Mudah-mudahan bisa stabil terus selama Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri,” katanya.

Mahfud menyebutkan, untuk harga cabai sangat fluktuatif. Kadang naik dan kadang turun. Sedangkan bawang putih mengalami kenaikan harga namun tidak terlalu signifikan, hanya sebesar Rp5.000 hingga Rp10 ribu. Saat ini harga bawang putih 48.000 per kilogram.

Sementara ini, untuk pasokan beberapa bahan, pangan dirasa masih cukup. Sidak sembako ini akan dilaksanakan oleh pemkab di beberapa pasar tradisional.

Hal itu dilakukan sebagai upaya memantau harga sembako selama ramadhan dan jelang idul fitri. Selain itu juga untuk menarik produk-produk yang berbahaya dan kadaluarsa di pasaran. (jsm)

Sidak di Sabbang Lutra, Ditemukan Gula Rafinasi

Sidak di Sabbang, Ditemukan Gula Rafinasi
Sidak di Pasar Sabbang, Luwu Utara. 
SABBANG, TEKAPE.co - Hari ketiga Ramadan, Kadis  DP2KUKM Muslim Muchtar, didampingi Camat Sabbang Nuralim, melakukan sidak di Pasar Sentral Sabbang, Selasa 30 Mei 2018.

Mereka berdioalog  dengan penjual serta mengecek harga dan barang kadaluarsa. Namun tidak ada barang dijumpainya yang melewati batas atau kadaluarsa.

"Saat ini harga masih standar, terutama sembako tidak ada kenaikan," kata Muslim Muchtar, Kadis DP2KUKM Luwu Utara.

Muslim Muchtar, yang juga ambil andil dalam sidak sembako di Pasar Sabbang tersebut menemukan gula kristal yang merupakan gula rafinasi tidak layak konsumsi.

“Begitu juga dengan Pasar Sentral Masamba, ada beberapa yang tidak layak tapi diperjualbelikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sidak pasar akan dilaksanakan di 9 kecamatan di kabupaten Luwu Utara, kecuali kecamatan daerah pegunungan.

“Ini untuk mengetahui tingkat kestabilan jual beli di pasar,” pungkasnya.

Pada sidak sembako tersebut diketahui banyak bahan makanan yang harganya menurun di bulan suci Ramadhan seperti bawang merah, bawang putih, tomat dan cabai. Kegiatan ini akan berlangsung selama ramadhan di setiap pasar di luwu utara. (jusman)

Ramadan, Lutra Percepat Penyalurah Raskin

Ramadan, Lutra Percepat Penyalurah Raskin
Penyaluran Raskin di Malangke Luwu Utara. 
MASAMBA, TEKAPE.co - Penyaluran beras sejahtera untuk rakyat miskin (Rastra atau Raskin) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, akan dipercepat.

Mengingat bulan Ramadan dan menjelang lebaran Idul Fitri akhir Juni 2017 ini.

“Penyaluran raskin kita percepat. Ini untuk mengantisipasi lonjakan harga beras di pasar. Jika sudah disalurkan, maka selama Ramadan, warga miskin tidak akan resah jika terjadi kenaikan harga beras,” terang Kabag Perekonomian Pemkab Luwu Utara, Metu Ratu, Selasa 30 Mei 2017.

Agar Raskin segera dapat disalurkan, Ia menghimbau kepada Kades dan Lurah agar segera mengumpulkan dan menyetor uang tebusan raskin ke Bulog.

Raskin yang akan disalurkan bulan Ramadhan ini adalah untuk jatah triwulan kedua yakni April, Mei dan Juni tahun 2017.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Bulog Divre Palopo tentang stok beras yang ada. Secara umum stok masih tersedia, bahkan diprediksikan dapat memenuhi kebutuhan beras warga wilayah Luwu Raya dan Toraja hingga bulan Okober tahun 2018 mendatang.

“Soal stok beras, masih tersedia di Bulog, bahkan hingga tahun 2018 mendatang,” tandasnya.

Sesuai hasil pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga Luwu Utara yang menerima Raskin pada tahun ini berkurang, menjadi 20.328 rumah tangga. Sebelumnya penerima raskin mencapai 20.642 rumah tangga. (jusman)

Harga TBS Rendah, Petani Sawit Luwu Utara Mengeluh

Harga TBS Rendah, Petani Sawit Luwu Utara Mengeluh
MASAMBA, TEKAPE.co - Petani kepala sawit mengeluhkan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Salah seorang petani sawit, Mahmuddin, mengatakan, harga TBS di Kecamatan Masamba pada tingkat pengumpul hanya Rp 850 per kilogram (kg).

"Harga TBS saat ini di Masamba hanya Rp 850 per kg. Harga ini jauh di bawah harga pembelian pabrik Rp1.283," katanya.

Petani sawit di Kecamatan Malangke, Kadding, juga mengeluhkan. Ia mengakatakan, di Malangke lebih murah lagi, hanya Rp800 per kg.

"Tapi kami sangat susah menjual langsung ke pabrik, karena tidak ada kendaraan. Sehingga terpaksa kita jual saja ke pengumpul dari pada busuk," paparnya. (jsm)

Terbaru

Recent Posts Widget